31 Desember 2008

Renungan di Malam Tahun Baru


Menutup tahun 2008 aku coba merenung kembali peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi sepanjang kehidupanku, dan peristiwa-peristiwa itu mungkin - atau sama sekali - tidak akan terjadi lagi dalam sisa hidupku. Bila kamu seusiaku atau ada di masa-masa dimana peristiwa-peristiwa di bawah ini terjadi, maka boleh dibilang aku dan kamu ada di masa hidup yang sama.

Peristiwa alam di bawahi ini tidak akan kita alami lagi sampai akhir hidup kita.
  1. Komet Halley yang memasuki sistem tata surya kita setiap 75-76 tahun, dan terakhir terlihat dari bumi dengan mata telanjang pada Maret-April 1986, dan diperkirakan akan kembali pada tanggal 28 Juli 2061. Aku sudah mati kali ya? Kalaupun aku masih hidup, aku akan berusia 99 tahun!

  2. Komet Shoemaker-Levy 9 menabrak Planet Jupiter pada tanggal 16-22 Juli 1994. Komet Shoemaker-Levy 9 itu terlebih dulu pecah akibat kekuatan gravitasi Planet Jupiter. Pecahan komet ini kemudian menghantam Jupiter secara bertubi-tubi dengan kecepatan 60 Km per detik. Komet Shoemaker-Levy 9 sudah pasti tidak akan kembali karena sudah hancur. Tetapi para pembuat sepatu (shoemaker) dan pembuat celana jean terkenal (Levi's) masih ada.

  3. Planet Mars dapat dilihat dengan sangat jelas dengan mata telanjang pada tanggal 27 Agustus 2003 karena jaraknya paling dekat dengan bumi, yaitu 56 juta Kilometer, dan ini hanya akan terjadi setiap 60.000 tahun sekali. Walau setiap dua tahun Mars mendekati Bumi, tetapi jaraknya tidak sedekat ini. Menurut para ahli, terakhir Mars sedekat ini dengan Bumi terjadi pada tanggal 12 September 57617 Sebelum Masehi! Ketika itu manusia purba Neanderthals menguasai Bumi. Pada penampakan akan datang kita sudah jadi fosil kali ya?
Masa-masa kita juga pasti akan diingat dan dipelajari oleh generasi-generasi yang jauh di masa depan sebagai masa permulaan penjelajahan antariksa, era digital dan komunikasi. Mungkin saat itu sebagian manusia sudah hidup di Mars, dan dunia kita sudah sangat, sangat maju. Masa kita sekarang pasti dianggap kuno, primitif, bahari dan sebagainya. Di masa depan orang mungkin tidak memakai headset telepon genggam (handphone) seperti yang kita pakai sekarang, karena sudah dianggap kuno. Alat komunikasi saat itu mungkin sudah ditanam di dalam telinga manusia, jadi tidak perlu repot ditenteng-tenteng lagi, apalagi kalau punya beberapa nomor telepon.

Mungkin saat itu manusia sudah punya cara jitu untuk mengatasi bencana seperti Lumpur Lapindo, mengendalikan letusan gunung berapi dan gelombang tsunami. Mungkin saat itu banyak bangsa bersatu membentuk negara besar, alih-alih terus-menerus membelah diri kayak amuba. Mungkin saat itu hanya ada lima negara: Asia, Eropah, Amerika, Afrika dan Australia. Kalau negara-negara di Eropa saat ini bisa bersatu membentuk Mayarakat Uni Eropa, boleh jadi suatu hari mereka membentuk sebuah negara besar yang bernama Eropa. Kemudian bangsa-bangsa di Asia juga bersatu membentuk sebuah negara besar bernama Asia, demikian seterusnya.

Waktu kita juga akan diingat oleh generasi mendatang, setelah kita tiada, karena perubahan besar yang terjadi dalam sejarah dunia, seperti:
  1. Runtuhnya tembok Berlin pada tanggal 9 November 1989.

  2. Penyatuan kembali Jerman 3 Oktober 1990.

  3. Pembubaran Uni Soviet tahun 1991, saat Mikhail Gorbachev sebagai Presiden Uni Soviet. Gorbachev terkenal dengan Perestroika dan Glasnost-nya.

  4. Paus Yohanes Paulus II adalah Paus non-Itali pertama sejak Paus Adrianus VI yang menjabat sesaat tahun 1522-1523, dan merupakan Paus yang termuda dan terlama dalam sejarah Gereja Katolik Roma. Diangkat pada usia 58 tahun pada tahun 1978, meninggal pada tanggal 2 April 2005 pada usia 84 tahun.

  5. Banyak negara di dunia dipimpin oleh kepala negara wanita untuk pertama kalinya, seperti: Indonesia (Megawati Sukarnoputri 2001-2004), Philipina (Corazon Aquino 1986-1992), India (Indira Gandhi 1966-1977), Inggris (Margareth Thatcher 1979-1990), dan banyak lainnya di berbagai negara di dunia.

  6. Barack Hussein Obama terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat, 4 November 2008. Dan baru akan menjalankan tugas barunya ini pada tanggal 20 Januari 2009.
Sepanjang menulis renungan ini, aku membalas beberapa SMS yang dikirim teman-temanku yang mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009. Tak terasa, tahun baru sudah datang! Di luar bunyi kembang api bersahut-sahutan. Aku segera mengambil lampu senter dan berlari ke atas atap ruko tempat tinggalku. Atap ruko ini sudah dipugar dan dibuat menjadi dak - lantai rata dan terbuka yang menggantikan atap.

Aku terkesima setelah berada di dak, karena aku dapat melihat kembang api dari segala penjuru, 360 derajat! Kembang api yang terjauh maupun yang terdekat, berbagai macam warna dan bentuk. Benar-benar luar biasa! Tahun lalu aku melewatkan kesempatan yang indah ini, karena memang malam tahun baru 2008 BSD City sempat diguyur hujan.


*** SELAMAT TAHUN BARU 2009 ***


Lihat Selengkapnya...

30 Desember 2008

Kekayaan, Kesuksesan atau Kasih Sayang


Suatu ketika, seorang wanita sedang menengok keluar rumah dan melihat ada tiga orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan rumahnya. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu keluar menjumpai mereka dan dengan senyum ia berkata: "Aku tidak mengenal kalian, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku punya sesuatu untuk mengganjal perut kalian".

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh, kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali," kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Coba lihat apa mereka masih menunggu di depan. Sampaikan pada mereka, aku telah kembali dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam bersama kita."

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama," kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan," sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar itu. Suaminya pun makin heran. "Ohho…, menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan dan kasih-sayang." Suami istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, si Kasih Sayang menjadi tamu santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada tiga pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini." Si Kasih Sayang berdiri, dan berjalan menuju ke dalam rumah. Tetapi, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Kami hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa Anda berdua ikut juga?" Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya."

"Karena dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kami pada jalan kebaikan. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan, saat kami menjelajahi setiap hati manusia."

Lihat Selengkapnya...

29 Desember 2008

Orang-orang Samarinda Ngumpul


Siang ini depot kami ramai dengan pengunjung. Teristimewa karena kedatangan Pak Rusli Pardin dan teman-temannya, total ada enam orang. Bapak-bapak ini sangat istimewa karena mereka semua adalah orang-orang asli Samarinda yang boleh dikata sudah berusia lanjut (di atas 60 tahun) tetapi fisik dan semangat mereka luar biasa. Sebagian dari mereka sudah menetap di Jakarta puluhan tahun. Pak Rusli Pardin yang berusia 70 tahun lebih bahkan sudah menetap di Jakarta sejak 1958 - sebelum aku lahir! Tetapi beliau tanpa ragu selalu menyebut diri orang Samarinda!

Pak Rusli ini yang dulu mengundang kami ke acara reuni warga Samarinda yang tinggal di perantauan Juni 2008 lalu, dan ini ketiga kalinya beliau mampir ke depot kami, selama enam bulan terakhir. Sedangkan Pak Maslan, salah seorang teman Pak Rusli, baru pertama kali ini mampir ke depot kami, itu pun karena diajak Pak Rusli. Pak Maslan resminya masih tinggal di Samarinda dengan profesi sebagai seorang Advokat/Pengacara dan seabrek jabatan dalam berbagai organisasi di Samarinda, seperti: Ketua Umum Yayasan Dharma Bhakti Samarinda, Ketua I Perhimpunan Persahabatan Indonesia - China (PPICH) Propinsi Kalimantan Timur, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha (Walubi) Tingkat I Kalimantan Timur, dan lain-lain.

Para bapak kemudian menyantap hidangan Soto Banjar kami dengan lahap, bahkan empat dari mereka minta tambah lagi. Tentu aku dan istriku senang kalau orang-orang menyukai hidangan yang kami sajikan. Selesai makan, kami masih terus ngobrol mengenai berbagai hal, terutama mengenai keluarga di Samarinda. Usia aku dan istri yang terpaut jauh dengan mereka tidak menjadi halangan untuk kami berkomunikasi, justru ini menjadi topik yang menarik, karena ada keinginan untuk saling mengenal latar belakang kami masing-masing.

Ketika kami masih ngobrol masuk sepasang suami istri yang memesan Soto Banjar, dan tak lama kemudian rombongan Pak Rusli pun pamit. Ketika mereka akan keluar, bapak dan istrinya yang baru memesan soto tadi, menyapa rombongan Pak Rusli. Kemudian terjadi perkenalan diantara mereka. Bapak itu, yang kemudian kami ketahui bernama Masripani, SH, ternyata pernah tugas di Samarinda sebagai Kepala BTN, ketika BTN pertama kali mendirikan kantornya di Samarinda.

Pak Masripani sekarang bekerja sendiri di kantor hukumnya yang bernama Masripani & Rekan di jalan Karang Raya No. 17, Tangerang. Beliau seorang Advokat juga. Maka terjadilah hal yang lucu, pertemuan advokat dan advokat, yakni antara Pak Masripani dan Pak Maslan Tanzi, yang kebetulan sekali nama keduanya dimulai dengan kata "Mas". Akhirnya moment yang menyenangkan ini aku abadikan dalam foto bersama seperti yang ada di bawah ini. Terima kasih atas kedatangannya.




Pak Masripani dan istri (depan, ke-2 dan 3 dari kiri)
Pak Maslan Tanzi (depan, paling kiri)
Pak Rusli Pardin (belakang, paling kiri)


Lihat Selengkapnya...

28 Desember 2008

Luna Maya vs Simpanse


Tahun 2008 ini boleh dibilang tahunnya Luna Maya. Selain mendapat sebutan sebagai artis dengan bayaran termahal, Luna juga kebanjiran order sebagai bintang iklan. Salah satunya adalah bintang iklan XL. Luna Maya berhasil menggeser cewek manis yang sudah bertahun-tahun bertengger sebagai bintang iklannya XL. Tetapi ironisnya hanya dalam beberapa bulan Luna Maya nongol di iklan XL, ia langsung ditendang oleh simpanse! He he...



Dari e-mail yang masuk ke inbox-ku dikatakan ada beberapa alasan mengapa Luna Maya diganti oleh simpanse:
  1. Kontrak dengan Luna mau diperpanjang, tapi Luna minta honornya naik dua kali lipat. Sedangkan honor simpanse cuma setandan pisang.
  2. Kontrak dengan Luna tahunan, sedangkan simpanse unlimited, bikinnya cuma ijin masuk ke Ragunan saja.
  3. Untuk mengatasi persaingan XL terpaksa pasang tarif termurah "nelpon semaumu, gratis nelpon berkali-kali" dan" sms semaumu". Dengan model Luna, pemasukan XL tidak balance.
  4. Kalo mau promo keliling, XL harus menyesuaikan jadwal Luna yang sangat padat, sementara kalau modelnya simpanse bisa kapan saja.

Tapi XL tidak memperhitungkan reaksi pelanggannya...


Walau kadang kami jengkel juga dengan iklan XL tersebut, tetapi kami tidak bereaksi seperti Bapak Amir Hamzah di atas. Kami sekeluarga memakai XL sudah lama, dan kebetulan sekali aku menyimpan catatannya. Aku sendiri sudah memakai XL sejak 14 Februari 2003, istriku memakai XL sejak 1 November 2001; Vincent, anakku yang sulung sejak 19 Februari 2004; dan Michael, anakku yang bungsu sejak 19 Desember 2003.

Kini Luna Maya kembali berjaya sebagai bintang iklan XL setelah si simpanse berlari-lari dan kesandung kata-kata yang diharamkan oleh BRTI dan Depkominfo, yaitu "Tarif Termurah". Tapi sejujurnya bukan kata-kata itu yang membuat hati kami panas, tapi kata-kata "Nggak usah mikir" itu lho! Seperti menyepelekan.


Lihat Selengkapnya...

27 Desember 2008

Kecantikan Menurut Hitungan JP Morgan


Seorang gadis muda, cantik dan seksi, mengirimkan surat ke sebuah forum terkenal, dengan judul:

Apa yang harus saya lakukan agar dapat menikah dengan pria kaya?

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. Tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan gaya. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500,000 per tahun. Anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1,000,000 per tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York. Persyaratan saya tidak tinggi. Apakah di forum ini ada yang mempunyai penghasilan $500,000 per tahun? Apa kalian semua sudah menikah?

Yang saya ingin tanyakan: Apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda? Yang terkaya pernah kencan dengan saya hanya berpenghasilan $250,000 per tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York, penghasilan $250,000 per tahun tidaklah cukup.

Dengan kerendahan hati, saya juga ingin menanyakan:
  1. Di mana para lajang-lajang kaya hang out?
  2. Kisaran umur berapa yang harus saya cari?
  3. Kenapa kebanyakan istri dari orang-orang kaya hanya berpenampilan standar?
  4. Saya pernah bertemu dengan beberapa cewek yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi kok mereka bisa menikahi pria kaya?
  5. Bagaimana anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?
Si Cantik


Beberapa hari kemudian si cantik mendapatkan balasan dari seorang pria yang bekerja di lembaga finansial Wall Street.

Saya telah membaca suratmu dengan semangat. Saya rasa banyak gadis-gadis di luar sana, yang punya pertanyaan yang sama. Ijinkan saya untuk menganalisa situasimu sebagai seorang profesional.

Pendapatan tahunan saya lebih dari $500,000 sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main-main di sini. Dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan yang salah untuk menikahimu. Jawabannya mudah saja, saya akan coba jelaskan. Coba tempatkan "kecantikan" dan "uang" bersisian, dimana anda mencoba menukar kecantikan dengan uang: Pihak A menyediakan kecantikan, dan Pihak B membayar untuk itu, hal yang masuk akal. Tapi ada masalah di sini, kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. Faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi kecantikan anda tidak akan bertambah tahun demi tahun.

Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. Bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial. Jika hanya (kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang; dari aturan yang kita gunakan di Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi tukar. Jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya, dan adalah ide buruk untuk menyimpannya dalam jangka panjang, seperti pernikahan yang anda inginkan. Mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan di jual atau disewakan. Siapa saja dengan penghasilan tahunan $500,000 bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saya akan menyarankan, agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. Lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan pendapatan $500,000 per tahun. Ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya bodoh.
Mudah-mudahan balasan ini dapat membantu. Jika anda tertarik untuk layanan "sewa-pinjam", hubungi saya.

J.P. Morgan


(Kiriman: Anwar Tan, Samarinda)

Lihat Selengkapnya...

26 Desember 2008

Amnesia: Where am I?


Suatu siang di Surabaya antara tahun 1988-1990, aku mengendarai sepeda motor melewati jalan Basuki Rachmat dengan tujuan hendak kembali ke kantor di jalan Krembangan Timur. Ketika baru memasuki jalan Embong Malang, aku tiba-tiba mengalami kebingungan, karena aku tiba-tiba saja tidak tahu dimana aku dan hendak pergi kemana saat itu! Aku sempat panik. Waktu itu aku tidak sempat memikirkan siapa aku, seperti yang biasa ditanyakan orang-orang yang mengalami amnesia. Bukan who am I? Seperti Jacky Chen saja. Tetapi, where am I?

Aku tidak mengenal gedung-gedung yang kulewati, jalan Embong Malang itu terasa asing bagiku. Padahal jalan tersebut merupakan jalan yang paling sering ku lewati saat aku tinggal dan bekerja di Surabaya, karena Embong Malang merupakan jalan utama di pusat kota Surabaya. Bagi mereka yang bepergian melewati pusat kota, dari arah Selatan ke Utara atau dari Timur ke Barat, hampir pasti melewati jalan ini.

Ketika hampir mencapai ujung jalan Embong Malang, aku coba berhenti di pinggir jalan, untuk mengingat-ingat kembali aku dari mana, dimana aku saat itu, dan mau kemana. Aku coba menenangkan diriku yang makin cemas. Aku menutup mata dan menghela nafas dalam-dalam beberapa kali untuk mendapat suplai oksigen lebih banyak ke otak; tapi waktu itu aku tidak memikirkan hal itu, aku hanya ingin menenangkan diri.

Setelah beberapa saat, dan aku sudah agak tenang, aku coba melihat-lihat kembali sekelilingku: bangunan-bangunan dan lalu lintas di jalan itu. Tak jauh dari tempatku berdiri ada perempatan. Kemudian mataku tertuju pada sebuah papan nama toko yang bagian bawahnya bertuliskan: Jalan Embong Malang No. XX, Surabaya. Seketika itu ingatanku kembali normal! Aduh, bahagianya aku waktu itu. Hampir saja aku jadi orang gila yang hilang ingatan di jalan dan tidak bisa pulang ke rumah.

Tetapi beberapa minggu kemudian aku mengalaminya lagi. Kali kedua itu terjadi saat aku dalam perjalanan pulang menuju rumah di Jalan Tembok Sayuran Barat. Ketika di pertengahan jalan Tidar, tiba-tiba aku "hilang ingatan" lagi mengenai dimana aku dan mau kemana. Walau sempat panik, tetapi untung kejadiannya tidak berlangsung lama, mungkin sekitar dua menit, ketika mataku tiba-tiba menangkap tulisan di sebuah papan nama toko: Jalan Tidar No. XX, Surabaya. Tentu aku senang bukan kepalang, karena untuk yang kedua kali aku tertolong oleh papan nama toko. Setelah itu aku tidak pernah "hilang ingatan" lagi. Tapi yang aneh, jalan Embong Malang dan jalan Tidar itu adalah jalan yang lurus - segaris, tempat aku terkena amnesia. Hanya kebetulan?

Menurut Wikipedia aku terkena Transient Global Amnesia. Itu adalah jenis amnesia yang terjadi secara spontan, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam. Jadi boleh dibilang Transient Global Amnesia adalah jenis amnesia yang ringan, berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Jenis ini umumnya terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria. Jadi bagi kamu yang kebetulan berjenis kelamin pria, waspadalah! Waspadalah!

Menurut faktor penyebabnya, amnesia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amnesia organik dan amnesia fungsional. Penyebab amnesia organik adalah faktor fisik seperti kerusakan pada otak akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan. Sedangkan penyebab amnesia fungsional adalah faktor psikologis. Menurut beberapa ahli amnesia lebih merupakan sebuah gejala atau symptom ketimbang penyakit.

Jadi amnesia-ku itu gara-gara apa ya? Bingung deh.


Lihat Selengkapnya...

23 Desember 2008

Rahasia 10/90


Apa itu Rahasia 10/90?

10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi diluar kontrol kita.
90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi atau memberi respon.

Apa artinya? Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil, pesawat yang terlambat hingga mengacaukan seluruh jadwal kita, seorang supir yang ugal-ugalan menyenggol kita di tengah lalu-lintas yang ramai, dan sebagainya. Pokoknya kita tidak punya kontrol atas yang 10% ini. Bagaimana yang 90%?

Yang 90% lagi berbeda. Kita sungguh-sungguh memegang kendali atas yang 90% ini. Bagaimana caranya? Dengan reaksi kita terhadap setiap permasalahan atau kejadian yang menimpa kita. Jangan biarkan orang lain atau situasi mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan reaksi kita. Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.

Aku sedang sarapan bersama keluarga di suatu pagi. Tiba-tiba tanpa sengaja putriku menumpahkan kopi dan mengenai kemeja kerja yang aku pakai. Aku tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi itu. Apa yang terjadi kemudian ditentukan oleh bagaimana aku bereaksi. Aku mengumpat dan dengan kasar memarahi putriku. Dia menangis. Setelah itu, aku melihat ke istriku, dan mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu dekat dengan putri kami. Perang kata-kata pun terjadi. Aku kemudian pergi mengganti kemeja.

Setelah itu aku kembali dan melihat putriku tengah menghabiskan sarapannya sambil menangis. Dia ketinggalan bus sekolah, sedangkan istriku harus segera berangkat kerja. Aku terpaksa mengantar putriku ke sekolah. Karena sudah terlambat, aku mengendarai mobil dengan ngebut. Seorang polisi kemudian menilangku karena aku terburu-buru hingga nekad menerobos lampu merah. Akhirnya aku tiba di kantor terlambat 20 menit. Lebih buruk lagi, aku baru sadar kalau tas kerjaku tertinggal di rumah. Ketika sore aku pulang, aku menemukan ganjalan dalam hubunganku dengan istri dan putriku.

Kenapa? Karena reaksiku pagi tadi. Bukan karena kopi yang tumpah, kecerobohan putriku, kesalahan istriku yang menaruh cangkir kopi, atau polisi yang menilang; tetapi karena diriku sendiri. Aku memang tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu. Tetapi bagaimana aku bereaksi 5 detik kemudian itulah yang menyebabkan hariku menjadi buruk.

Kejadian di atas tidak akan terjadi bila aku bereaksi dengan cara yang berbeda.

Kopi tumpah di kemejaku. Putriku sudah siap menangis tetapi aku dengan lembut berkata, "Tidak apa-apa, sayang, lain kali kamu lebih hati-hati ya." Aku pergi mengganti kemejaku dan dan tidak lupa mengambil tas kerjaku. Aku kembali dan melihat putriku sedang naik ke dalam bus sekolah. Istriku menciumku sebelum aku berangkat kerja, dan aku tiba di kantor 5 menit lebih awal. Tidak ada urusan dengan polisi lalu-lintas karena aku tidak terburu-buru, dan tidak ada ganjalan ketika sore aku pulang ke rumah menemui istri dan putriku.

Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Walau keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan hasil yang berbeda. Kenapa? Sekali lagi karena REAKSI atau RESPON kita terhadap masalah. Sungguh kita tidak dapat mengontrol yang 10% itu, tetapi yang 90% sisanya dalam kontrol kita sepenuhnya.


Lihat Selengkapnya...

22 Desember 2008

Vertigo dan Vertigo


Salah satu penyakit yang pernah aku derita, namun menurutku merupakan penyakit yang "paling parah" adalah Vertigo. Kenapa aku memberi tanda kutip pada kata "paling parah"? Karena, menurutku, penyakit ini benar-benar membuat kita tak berdaya walau secara fisik kita dalam keadaan sehat wal'afiat, dan datangnya juga tanpa permisi, tiba-tiba saja muncul. Bila terserang Vertigo dunia dan isinya seperti bergerak dan berputar-putar, bagaikan naik cangkir putar yang biasanya ada di taman hiburan, tapi ini lebih gila lagi karena kita sekaligus merasa diayun-ayun dengan kuatnya.

Kamu pasti tidak akan sanggup berjalan beberapa langkah. Mengerakkan kepala sedikit saja, dunia serasa jungkir-balik. Biasanya orang akan segera mencari tempat untuk berbaring, namun jangan harap dengan berbaring kondisimu akan lebih baik, sangat besar kemungkinannya kamu juga akan mengalami mual-mual. Penderita cenderung akan menutupkan mata dan menjauhi sinar, kondisinya lebih parah kalau mata terbuka karena semua benda terlihat seperti bergerak dan berputar-putar. Ampun deh, jangan sampai kamu mengalaminya. Dulu aku tidak dapat memahami sakit ini, yang sering diderita oleh seorang temanku di Denpasar, kadang-kadang sampai seminggu dia tidak bisa bangun.

Akhirnya aku pun diberi kesempatan untuk merasakannya :-) Sekitar akhir Mei 2005, selesai makan malam di rumah, aku tiba-tiba saja merasa pusing, padahal kondisiku waktu itu sangat sehat. Malahan, aku dan istriku berencana keluar rumah setelah makan malam untuk berkumpul dengan teman-teman dalam kegiatan di KBG Fransiskus Denpasar. Ternyata pusingku bertambah hebat dan berlanjut dengan kondisi seperti yang kuceritakan di atas. Aku coba minum Panadol, ternyata sampai sejam kemudian sakitnya tidak berkurang.

Dengan kondisi "mabuk" seperti itu tak mungkin aku bisa pergi ke tempat praktek dokter. Akhirnya istriku pergi ke apotik Buana Medika milik kenalan kami, I Ketut Toki, yang letaknya tak jauh dari rumah. Oleh Pak Toki, aku diberi obat Neuralgin Rx yang diproduksi oleh Kalbe Farma. Wah, ternyata obat ini manjur banget. Kira-kira setengah jam setelah aku minum Neuralgin Rx, aku dapat merasakan Vertigo-ku mulai sedikit berkurang.

Dua jam kemudian kondisiku sudah membaik, hanya sekali-kali saja masih merasa pusing. Akhirnya sebelum tidur aku minum obat itu sekali lagi. Pagi berikutnya aku merasa sehat kembali, pusing-pusingnya sudah hilang, tetapi sampai beberapa hari kemudian pikiranku kadang masih agak telat "konek", butuh dua-tiga detik untuk "nyambung", mungkin ini akibat dari "mabuk" yang disebabkan oleh penyakit Vertigo tersebut.

Dari literatur mengenai Vertigo, disebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain oleh penyakit yang menyerang lapisan luar otak dan otot mata, tetapi ini jarang terjadi. Lebih sering disebabkan oleh peradangan, infeksi atau sakit lain pada saluran pendengaran yang ada di dalam telinga yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh.

Dari sebuah milis, seorang teman yang tiap tahun mengalami Vertigo, atas saran teman lain berobat ke sebuah rumah sakit terkenal di Singapura. Dia heran, ternyata untuk menyembuhkan penyakit Vertigo itu tidak diperlukan obat, hanya melalui terapi ringan yang bisa dilakukan dengan bantuan istri atau seorang teman. Berikut ini ceritanya:

"Mula-mula dokter melakukan Blood Circulation Scan, untuk mengetahui apakah ada bagian pembuluh darah yg mampet atau ada aliran darah yang kurang lancar. Sesudah itu dilakukan terapi di sebuah kursi sofa oleh seorang suster. Aku disuruh telentang dengan kepala sebagian keluar dari kursi, tanpa bantal dan hanya dipegang oleh suster, kemudian aku disuruh menoleh ke kiri... Adduuuhhh, langsung Vertigo-nya kumat, dunia berputarrrrrr, sampai tanganku menggapai-gapai mencari pegangan. Aku disuruh relax, kemudian sesudah hilang aku disuruh menoleh ke kanan, kumat lagi Vertigo-nya walau tidak separah yang kiri. Relax lagi, sesudah hilang aku lalu disuruh membalikkan badan dengan mata melihat ke lantai, lalu bangun perlahan-lahan dengan mata melihat ke arah bahu, dan kembali ke posisi duduk. Lalu aku diharuskan tidur bolak-balik, kanan-kiri-kanan kiri, dan seterusnya. Total waktu terapi hanya sekitar 15 menit, tapi mak MANJURRRR." Dokter di Singapura itu menasihatinya untuk tidur dengan posisi yang selalu bergantian, jangan tidur dengan posisi yang selalu sama. Sejak itu Vertigo-nya tidak pernah kumat lagi.

Sedangkan aku sendiri tidak pernah mengalami Vertigo separah itu lagi, karena begitu aku merasa Vertigo-ku mau kumat, aku segera minum Neuralgin Rx. Kemudian dengan beristirahat sekitar setengah jam gejala Vertigo-nya pun hilang. Sekarang Vertigo-ku jarang sekali kumat, tetapi aku tetap menyediakan Neuralgin Rx di rumah, dan selalu kubawa pergi kalau aku keluar kota atau keluar pulau, seperti ke Samarinda.


Lihat Selengkapnya...

21 Desember 2008

Misteri Mekarnya Bunga Sakura


Aku menyukai rumah kontrakan kami di jalan Banda, Samarinda, yang kami tempati tahun 1974-1978. Sebuah rumah kayu yang besar, sejuk dan padang karena memiliki banyak jendela kaca. Halamannya luas dengan pagar ulin setinggi satu meter yang mengelilingi depan rumah. Di sepanjang sisi dalam pagar itu terdapat berbagai macam tanaman seperti tebu ungu, belimbing wuluh, jambu merah, jahe, dan pohon Sakura yang ketika berbunga sangat indah sekali. Pemilik rumah, Pak Mastur, yang seorang anggota DPRD waktu itu, mengatakan keheranannya karena sebelumnya pohon Sakura tersebut tidak pernah berbunga!

Seperti cerita terdahulu mengenai Gunung Seteleng, depan rumah ini menghadap ke Timur di mana Gunung Seteleng berdiri. Dari depan rumah kami dapat melihat pemandangan ke arah puncak Gunung Seteleng dengan jelas. Sedangkan di belakang rumah ada sebatang pohon Jambu Klutuk (Jambu Biji). Aku dan Albert sering naik ke pohon itu hingga naik ke atap rumah. Duduk-duduk di atap rumah menjadi suatu pengalaman yang asyik waktu itu, kadang-kadang kami bermain layangan di sana.

Rumah itu hanya mempunyai dua kamar tidur, namun ukuran kamarnya besar. Demikian juga ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, dapur dan tempat jemuran ukurannya besar pula. Dan sebuah garasi mobil, yang tidak pernah kami pakai karena kami tidak punya mobil. Akhirnya garasi tersebut disewa oleh temannya papa untuk menyimpan mobilnya, karena rumahnya yang di tepi Sungai Karang Mumus tidak punya garasi mobil.

Tak lama setelah kami tinggal di rumah itu, seorang tetangga seberang rumah (di jalan Samosir) bertanya padaku apakah kami senang tinggal di rumah itu. Tentu saja aku jawab bahwa kami senang banget tinggal di rumah itu. Kemudian dia ragu-ragu bertanya lagi, "Apa kalian tidak mendapat gangguan selama tinggal di rumah itu?"

"Tidak ada. Memangnya siapa yang mau ganggu kami?" aku balik tanya. Kelihatannya dia tidak ingin mengatakannya. Setelah aku desak akhirnya dengan ragu dia mengatakan, "Menurut kami dan orang-orang yang tinggal di sekitar sini rumah yang kalian tempati itu berhantu."

"Kami sekeluarga tidak ada yang pernah melihat hantu. Hantunya kayak apa?" aku jadi penasaran.

"Kami di sini sering melihat hantu api terbang mengelilingi rumah itu. Hantu apinya kecil-kecil ada tiga: hantu api warna merah, kuning dan hijau."

Ternyata mamaku juga mendengar hal yang sama dari tetangga lain. Tetapi kami sekeluarga merasa nyaman-nyaman saja tinggal di rumah itu. Justru di rumah itu kesehatanku makin baik, asmaku jarang kambuh.

Mungkin hantunya kabur dengan masuknya keluarga kami ke rumah itu. Ini bukan pernyataan yang sombong, karena kemudian tetangga kami bilang bahwa sejak kami tinggal di rumah itu, hantu api itu tidak pernah terlihat lagi. Mungkinkah mekarnya bunga Sakura, yang tidak pernah mekar sebelumnya, sebagai pertanda perginya para hantu api tersebut? No one knows!


Lihat Selengkapnya...

20 Desember 2008

Penghuni Rumah yang Nakal


Awal Juni 2005, aku dan keluarga pindah ke rumah kontrakan baru di jalan Gunung Penamparan (kemudian berganti nama menjadi jalan Gunung Anda Kasa), Denpasar. Walau rumah ini lebih kecil namun suasananya lebih nyaman, dan kami memang tidak membutuhkan rumah yang besar karena anak sulung kami, Vincent, saat itu sudah kost dan kuliah di Universitas Surabaya (Ubaya) di Surabaya. Otomatis keseharian kami hanya bertiga: aku, istriku, dan anak kami yang bungsu, Michael.

Pindah rumah bukan suatu hal yang enak, sebaliknya bikin stress. Rumah terdahulu yang di jalan Buana Luhur, Denpasar, sudah kami tempati selama enam tahun, cukup membosankan juga. Tetapi mengingat suasana baru yang akan kami alami, kami jadi bersemangat untuk pindah.

Bersyukur sekali kami mendapatkan tetangga yang baik, seperti keluarga Pak Kartika yang tinggal di sebelah rumah, keluarga Pak Wayan dan Pak Rio Permana yang tinggal di seberang rumah, dan keluarga lainnya. Walau rumah kami kecil dan mudah untuk merawatnya, tetapi halaman yang mengelilingi rumah cukup merepotkan karena ditumbuhi beberapa pohon yang daunnya mudah rontok, dan rerumputan yang cepat sekali tumbuhnya. Akhirnya kami harus menyewa orang yang khusus datang untuk memotong dan membersihkan halaman kami secara rutin.

Walau rumah baru ini sangat nyaman dan asri, namun aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan rumah itu. Aku sering tidak dapat menemukan barang-barangku di tempat biasanya aku menaruh barang-barang tersebut, seperti: buku, kunci, tas kerja, dan lainnya. Aku merasa barang-barangku sering berpindah tempat. Aku pun menyampaikan hal yang aneh ini kepada istriku, baik istriku dan anakku mengaku tidak pernah memindahkan barang-barangku.

Hal yang teraneh kemudian terjadi, kali ini terjadi dengan handphone-ku. Suatu pagi aku terbangun karena mendengar suara alarm
handphone-ku berbunyi. Aku biarkan saja handphone itu berbunyi sampai ia mati sendiri, sementara aku masih bermalas-malasan di atas ranjang. Kira-kira 10 menit kemudian aku bangun dan mencari handphone-ku namun tidak ketemu. Aku ingat semalam handphone itu aku letakkan di bawah bantalku, di tengah ranjang, bukan di sisi luar. Aku mencari-cari di bawah bantal dan selimut hingga seluruh sudut ranjang tetap saja tidak ketemu.

Aku terus mencari di lantai sekeliling ranjang, rak buku, lemari pakaian, di dalam tas kerjaku, tidak juga ketemu. Aku yakin
handphone itu ada di dalam kamar karena tadi aku masih mendengar bunyi alarm yang berasal dari handphone-ku. Akhirnya aku menelepon ke handphone-ku dengan memakai telepon rumah. Terdengar bunyi ringtone yang berasal dari handphone-ku, suaranya kecil sesuai dengan setting profile yang kuatur untuk tidur malam. Walau terdengar bunyinya tetapi aku tidak tahu asal bunyi itu, sepertinya berasal dari mana saja.

Setelah cukup lama mencarinya dalam kebingungan, akhirnya aku menemukan
handphone itu di bawah ranjang, persis di tengah-tengah bagian kepala ranjang. Istriku bilang mungkin semalam jatuh ke bawah dari sela antara ranjang dan kepala ranjang (headboard). Menurutku hal itu tidak mungkin karena antara ranjang dan kepada ranjang sangat rapat. Walau dengan sengaja kita memasukkan handphone ke sela itu, handphone tidak akan jatuh, tetapi terjepit. Aku kemudian coba membuktikannya, dan benar handphone hanya terjepit, tidak mungkin jatuh ke bawah. Selain itu tidak ada goresan atau penyok pada handphone itu sebagai akibat terjatuh.

Kami kemudian mengundang Romo (Pastur) untuk mengadakan Misa pemberkatan rumah, dan sejak itu gangguan dari "penghuni rumah yang nakal" tidak ada lagi. Kami senang tinggal di rumah itu, apalagi di dekat rumah ada yang menjual bakso sapi yang sangat enak.


Lihat Selengkapnya...

19 Desember 2008

Mimisan dan Amandel


Pukul 1 siang ini rencananya keponakanku Daniella akan menjalani operasi amandel di RS St. Vincentius a Paolo (RKZ), Surabaya. Semalam aku mendapat kabar itu dari adikku, Tere. Daniella sekarang baru berumur lima setengah tahun. Ingat operasi amandel yang akan dijalani Daniella, aku jadi ingat operasi yang sama yang pernah kujalani pada tahun 1974, saat itu aku berusia 12 tahun.

Semenjak tinggal di ruko kami di jalan Pelabuhan, Samarinda (1972), aku sering mengalami pendarahan di hidung atau mimisan, dalam Bahasa Jawa. Kadang-kadang tanpa sebab yang jelas. Cuaca panas merupakan salah satu faktor yang membuat aku mengalami mimisan. Dokter yang menanganiku saat itu, dr. Waluyanto, juga bingung dengan kondisiku, karena frekwensi mimisanku dianggap makin tidak wajar. Selama itu aku didiagnosa hanya sakit amandel yang kronis. Akhirnya dokter menyarankan orang tuaku untuk membawaku berobat ke dokter spesialis di Surabaya.

Setahun setelah mengalami kebakaran besar di jalan Pelabuhan (1973) dan kami mengungsi di rumah kenalan papa di jalan Dermaga Gang Beringin, papa membawa aku ke Surabaya untuk berobat ke seorang dokter spesialis yang ternama waktu itu, dokter Zaman (alm). Dari hasil pemeriksaan yang intensif, dokter Zaman menyimpulkan bahwa aku harus dioperasi, karena amandelku sebenarnya sudah mati dan yang tampak sekarang bukan amandel, tetapi tumor.

Akhirnya aku menjalani operasi pengangkatan amandel dan tumor di Surabaya, di RS St. Vincentius a Paolo (RKZ), tempat Daniella akan menjalani operasinya siang ini. Aku ingat beberapa teman papa coba menakut-nakuti aku, mereka bilang setelah aku dibius kepalaku akan dipisahkan dari tubuhku dengan gergaji kemudian amandelku diambil dari bawah kepalaku. Waktu itu aku tidak merasa takut sedikitpun, aku tahu mereka bergurau.

Sewaktu di ruang operasi aku sempat melihat peralatan yang akan dipakai dokter untuk mengoperasiku. Hm, tidak ada gergaji, jadi benar mereka bohong. Lucunya, sewaktu dibius aku coba untuk menahan napas dan pura-pura tertidur. Eh, ternyata aku tertidur beneran, dan bermimpi sepertinya aku berada di dalam sebuah lukisan hidup yang dibuat anak-anak, ada matahari terbit, gunung dan ayam jantan yang sedang berkokok. Aku kemudian dibangunkan ketika operasi telah selesai. Aku tidak boleh makan dan minum sebelum aku bisa kentut. Beberapa hari kemudian aku pun boleh pulang dengan membawa oleh-oleh tumor dan amandelku yang telah diawetkan dalam sebuah stoples kecil.

Semoga operasi Daniella berjalan sukses, dan lekas sembuh. Tuhan menjaga dan memberkati Daniella. Amin.

Lihat Selengkapnya...

18 Desember 2008

08-08-08


Tahun baru 2009 hampir menjelang. Tinggal menghitung hari atau istilah kerennya count down. Yuuk, sebentar kita menoleh ke belakang. Coba kamu ingat-ingat apa saja yang kamu kerjakan pada tanggal 8 Agustus 2008 yang lalu? Mungkin nonton pembukaan Olimpiade Beijing di televisi? Atau ada peristiwa khusus yang kamu alami pada tanggal tersebut? Perkawinan? Ulang tahun? Ataukah sebuah kejadian buruk? Bagaimanapun banyak orang percaya bahwa angka delapan itu membawa hoki, apalagi delapannya ada tiga, yaitu 08-08-08, lebih-lebih lagi kalau jamnya juga pas 08:08:08. Angka 8 juga merupakan simbol tak terhingga.

Aku pasti tidak akan melupakan hari itu, karena pada hari itu aku dan adikku, Albert, melakukan perjalanan ke Bontang. Ini pertama kalinya aku ke Bontang! Maklum, setelah lulus SMA aku sudah merantau, jadi aku belum sempat menengok Kota Bontang, walau dari dulu aku sudah punya keinginan ke sana. Lagian dulu jalannya mungkin tidak sebagus sekarang. Bagi Albert perjalanan denganku itu adalah yang ketiga kalinya.

Perjalanan kami ke Bontang itu juga dalam rangka melakukan test terhadap Booster Hydrogen, sebuah alat penghemat bahan bakar yang menggunakan media air, yang diciptakan oleh Bapak Joko Sutrisno yang asal Yogyakarta. Kami berdua berangkat dari rumah jam 08 pagi dengan menggunakan Suzuki Jimny, dan dengan lebih dahulu mengisi bensin di SPBU di jalan Ahmad Yani (dulu, jalan Pemuda). Aku sangat bergairah untuk menikmati perjalanan ini.

Ketika kami tiba di Sungai Siring, Albert membelokkan mobil masuk ke tempat peristirahatan Kenari. Kami beristirahat di sini sambil mengecek kondisi booster yang kami pasang di mesin mobil. Kemudian kami minum kopi dan kelapa muda, serta makan jagung rebus yang hangat di sana. Wah, hebat juga tempat ini. Pemandangan di belakang lokasi ini juga indah dan asri. Setengah jam kemudian kami melanjutkan perjalanan kami ke Bontang.

Diperjalanan menuju Bontang aku mendapat SMS dari seorang rekan kerjaku dulu di Bali, Ni Made Yuliartini. Yuli mengabarkan bahwa seorang sahabat dan mantan atasan kami yang bernama Yolinda Desiree Sahelangi telah meninggal dunia semalam jam 19.00 WIB di RS Glenn Eagles Siloam, Lippo Karawaci. Bu Yolinda ikut dengan rombongan kami sewaktu perusahaan kami mengadakan acara ulang tahun kedua dengan Bounty Cruise ke Nusa Lembongan. Selamat jalan Bu Yolinda, beristirahatlah dengan tenang di sisi Tuhan.

Jarak Samarinda - Bontang lebih-kurang 130 Km. Kami sampai di Bontang kira-kira jam 10.30 dan Albert langsung mengarahkan mobil ke arah Bontang Kuala. Suasana kota di Bontang sih biasa-biasa saja, seperti suasana banyak kota yang pernah aku singgahi. Tetapi apa yang aku lihat di Bontang Kuala memang unik dan menarik sekali. Perkampungan di sini didirikan di atas permukaan laut (tepi laut). Ini mengingatkan aku dengan perkampungan yang ada di Pandansari, Balikpapan, jaman aku masih kecil dulu. Tetapi apa yang ada di Bontang Kuala jauh lebih teratur dan tertata rapi.

Memasuki perkampungan ini kita harus berjalan kaki, mobil harus ditinggal di tempat parkir yang sudah disediakan. Hanya sepeda motor yang diperbolehkan masuk. Semua jalan di dalam perkampungan ini dibangun di atas permukaan laut dengan menggunakan kayu Ulin, demikian pula perumahan yang ada di sana keseluruhan rangka yang menyangga bangunannya terbuat dari kayu Ulin. Aku dan Albert kemudian makan siang di Cafe Kapal Bontang Kuala. Bangunan cafe ini memang unik menyerupai kapal, dan letaknya di ujung perkampungan itu.

Aku tidak dapat menceritakan keindahan Bontang Kuala dengan kata-kata lebih detil, mungkin foto-foto yang kumuat di bawah ini dapat bercerita lebih banyak. Beberapa foto mengenai Bontang Kuala juga aku pajang di Galeri Foto. Hayu, kita berkunjung ke Bontang Kuala. Dan selamat menyongsong tahun baru 2009.





Lihat Selengkapnya...

14 Desember 2008

Cryptomnesia


Ternyata pengalamanku yang sering mengalami mimpi yang berulang di tempat yang sama (lihat artikelku Mimpi-mimpi yang Selalu Berulang) mempunyai istilah dalam Psikologi sebagai Cryptomnesia. Istilah ini, secara kebetulan sekali, aku ketahui saat menyaksikan sebuah film horor Jepang yang tayang di antv yang berjudul Reincarnation. Saat aku menulis artikel ini filmnya masih main di layar kaca, karena film itu baru main tadi jam 22.30 WIB.

Film itu mengisahkan seorang mahasiswi yang sering mendapat mimpi yang sama, selalu berada di sebuah gedung dimana pernah terjadi suatu peristiwa pembunuhan yang sadis. Adegan kemudian beralih ke ruang perkuliahan yang diikuti mahasiswi itu dan ketika itu sang dosen sedang menjelaskan mengenai crytomnesia, yang katanya cryptomnesia kemudian berkembang dan dipercaya oleh beberapa agama di dunia sebagai reinkarnasi. Kemudian ada adegan mahasiswi itu dan teman-temannya mendapat peran dalam sebuah film yang mengungkapkan kembali peristiwa pembunuhan sadis yang pernah terjadi di gedung itu. Gedung yang sering muncul dalam mimpinya!

Aku kemudian googling di internet dan menemukan beberapa artikel mengenai cryptomnesia. Crytomnesia (Ind, Kriptomnesia) secara harafiah berarti ingatan yang tersembunyi. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Theodore Flournoy (1854-1921) dan digunakan untuk menjelaskan keaslian dari ide-ide, kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman yang dialami seseorang, yang bertujuan mengungkapkan bahwa kejadian-kejadian itu hanyalah merupakan pengalaman yang telah lama dilupakan (tersembunyi). Dalam penelitian psikis cryptomnesia sering dianggap sebagai kejadian-kejadian yang berhubungan dengan reinkarnasi atau komunikasi seorang medium dengan mereka yang telah meninggal.

Sejujurnya aku tidak terlalu peduli dengan semua ungkapan-ungkapan atau teori-teori para psikolog itu. Aku hanya merasa surprise bahwa mimpi-mimpi yang selalu berulang yang kualami itu ternyata ada istilahnya, dan hari ini baru aku tahu kalau itu dinamakan Cryptomnesia!

Lihat Selengkapnya...

13 Desember 2008

Pulau Dewata


Aku dan keluarga tinggal di Bali lebih dari delapan setengah tahun, oleh karenanya banyak teman-teman bertanya padaku mengenai tempat-tempat wisata yang bagus dan menarik dikunjungi di Pulau Bali. Kebanyakan teman-teman, terutama teman-teman di Samarinda, mengatakan kebosanannya berwisata ke Bali, karena hanya tempat-tempat itu saja yang dilihat, seperti Kuta, Sanur, Tanah Lot, Bedugul, Kintamani, Ubud, Sukawati, Lovina, GWK dan Uluwatu. Tapi pernahkah kamu mengunjungi Gunung Kawi di Bali, Dreamland, Kebun Raya Bedugul, Toya Bungkah (daerah di sekitar Gunung Batur dan permandian air panas di tepi Danau Batur), Nusa Penida dan Nusa Lembongan?

Tahun pertama dan kedua kami di Bali kami sering bepergian mengunjungi obyek-obyek wisata di Bali, hampir tiap minggu. Setelah tahun ketiga kami menjadi bosan juga. Tetapi ada dua obyek wisata yang tetap menjadi favorit kami bertahun-tahun kemudian, yaitu Kebun Raya Bedugul dan Tanah Lot. Adikku Priska dan anak-anaknya sering datang, dan pasti mintanya ke Kebun Raya Bedugul.

Kebun Raya Bedugul cocok untuk kumpul-kumpul keluarga, dan kami selalu menyiapkan dan membawa makan siang dari rumah untuk disantap di sana. Udaranya sejuk, pemandangan alamnya yang indah dan hutannya yang asri. Kami membawa tikar dan menggelarnya di atas rerumputan hijau yang ada di sana; untuk duduk, makan siang dan berbaring di alam terbuka sambil menatap jauh ke langit luas. Anak-anak senang main bola, berkejar-kejaran, dan berguling-guling dari atas bukit. Dengan mobil kita dapat menjelajahi hutan-hutan yang ada di Kebun Raya tersebut. Sedangkan Tanah Lot, kami sering mengunjunginya karena letaknya yang hanya berjarak 15 Km dari rumah kami, dan juga karena Tanah Lot menampilkan ciri dan suasana yang khas, pemandangannya sangat indah.

Aku beruntung karena pernah berkunjung ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan dengan menaiki dua kapal pesiar, yaitu Quicksilver dan Bounty Cruise. Kepergianku yang pertama bersama adik sepupuku, Veronica dan suaminya, Robert, beserta anak-anak mereka: Regina, Reyna dan Reyner. Kami pergi ke Nusa Penida dengan Quicksilver. Kami mandi dan berenang di laut, naik banana boat, main prosotan, snorkeling, dan naik kapal selam mini untuk melihat pemandangan bawah laut yang indah dengan beraneka macam ikan dan karang-karang laut; dan makan siang sepuasnya di tengah laut, dengan menu utama seafood.

Kali kedua aku pergi bersama kepala cabang, seluruh staff dan karyawan tempatku berkerja, untuk merayakan ulang tahun kedua cabang perusahaan kami di Bali. Kami berwisata dengan Bounty Cruise ke Nusa Lembongan. Di Nusa Lembongan kami melihat pembudidayaan rumput laut dan bangunan kuno di bawah tanah. Permainan lautnya sama saja dengan Quicksilver. Makan siang juga sepuasnya, tetapi menu seafood-nya tidak sehebat Quicksilver. Bagi kamu yang doyan seafood sebaiknya kamu naik Quicksilver.

Saran terbaik yang dapat kuberikan adalah pergi ke Bali sendirian atau bersama keluarga, sesampai di Bali beli peta Bali yang bagus, pelajari obyek-obyek wisatanya, sewa mobil dan menyetir sendiri. Pasti ini sangat menyenangkan. Bekal lainnya bukan kompas, tetapi hilangkan rasa malu, ingat pepatah yang mengatakan "malu bertanya sesat di jalan". Bali adalah sebuah pulau kecil, bila kamu tersesat, paling-paling juga kamu masih tetap di pulau yang bernama Bali, tidak mungkin nyasar ke California atau Kalimantan. He he he... Mau ajak aku sebagai sopir atau guide? Boleh saja, kenapa tidak?




Bersama rekan sekantor di pantai Nusa Lembongan, 8-9 April 2006
Latar belakang: Bounty Cruise berlabuh di laut


Lihat Selengkapnya...

12 Desember 2008

Selamat Ulang Tahun Mama


Saat aku menulis artikel ini, empat orang adik-adikku bersama keluarga masing-masing sedang berkumpul di rumah Priska, salah seorang adikku. Hari ini adalah hari ulang tahun mama yang ke-64. Acara malam ini adalah acara kejutan buat mama, karena kami semua sudah sepakat untuk tidak memberi ucapkan selamat ulang tahun pada mama sampai acara kejutan dimulai. Ketika semua sudah kumpul, Priska mengirim SMS untuk memberi-tahuku saatnya untuk memberikan ucapan. Aku dan istri kemudian menelepon dan mengucapkan selamat ulang tahun pada mama.

Semoga mama berbahagia, panjang umur dan sehat wal'afiat selalu. Walau kondisi mama saat ini tidak terlalu menggembirakan akibat digerogoti penyakit Osteoporosis dan Parkinson, kami anak-anak sangat mengharapkan mama dapat menjalani hidup ini dengan senang dan damai. Memang mama tidak sesehat dan setangguh dulu lagi tapi mama masih sangat berarti buat kami. Maafkan kami anak-anak yang kadang-kadang masih kurang sabar, tapi itu tidak berarti kami tidak mencintai papa dan mama.

Kami tidak dapat melupakan perjuangan mama dalam membesarkan kami, terutama pada saat kehidupan keluarga kita didera kesulitan dan kesusahan. Siang dan malam mama membanting tulang membuat berbagai jenis kue dan kacang telor, yang kemudian kami jual dan kami titipkan di toko-toko, warung-warung, dan bahkan di kantin sekolah. Wajah mama lama-kelamaan gosong akibat panasnya api penggorengan yang siang-malam mama hadapi.

Kami anak-anak menyadari bahwa kami belum dapat membalas jasa mama yang sangat besar itu. Kami hanya bisa memohon pada Tuhan agar Tuhan mengaruniai mama dengan kebahagiaan dan kesehatan yang baik, dan mama dapat menjalani hari-hari ke depan dengan perasaan damai. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati mama. Amin.








MAMA DO YOU REMEMBER
by JOE YAMANAKA
(soundtrack Proof of the Man, 1975)


Mama, do you remember the old straw hat you gave to me
I lost the hat long ago flew to the foggy canyon yeah

Mama, I wonder what happened to that old straw hat
falling down the mountain side out of my reach like your heart

Suddenly the wind came up
stealing my hat from me yeah
Swirling whirling gust of wind
blowing it high away

Mama, that old straw hat was the only one I really loved
But we lost it, no one could bring it back
Like the life you gave me

Suddenly the wind came up
stealing my hat from me yeah
Swirling whirling gust of wind
blowing it high away

Mama, that old straw hat was the only one I really loved
But we lost it, no one could bring it back
Like the life you gave me
Like the life you gave me

Lihat Selengkapnya...

08 Desember 2008

Soto Banjar Samarinda


Satu hal yang menyenangkan saat hidup di rantau orang adalah bila kita ketemu dengan orang-orang yang juga datang dari daerah asal kita. Itu hal yang aku dan istriku alami di sini, di BSD City. Ternyata ada banyak orang dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong dan Banjarmasin yang tinggal di BSD City dan di sekitarnya. Aku bahkan ketemu juga dengan beberapa teman sekelasku dan teman satu sekolah dulu. Semua itu berkat Soto Banjar Samarinda. Kok bisa?

Kira-kira satu setengah tahun yang lalu istriku mendapat tawaran dari kakak perempuannya, Yenny, untuk pindah ke BSD City; karena Kak Yenny punya ruko yang nganggur yang bisa kami jadikan tempat tinggal dan tempat usaha. Saat itu kami masih tinggal di Denpasar. Alasannya anak-anak kami juga tidak tinggal di Denpasar lagi, karena keduanya sudah kuliah di Jawa. Akhirnya kami pun pindah.

Di BSD City istriku buka depot Soto Banjar dan ayam goreng, yang awalnya kami beri nama RM Mahakam. Nama ini mungkin kurang menarik, atau kurang hoki. Kemudian kami menggantinya menjadi Soto Banjar Samarinda. Ternyata nama baru ini dapat menarik banyak orang yang berasal dari Kalimantan untuk mampir dan makan soto di tempat kami, terutama orang-orang dari Kaltim dan Kalsel. Khususnya lagi orang-orang dari Samarinda dan Balikpapan.

Dan ketika di Jakarta ada acara reuni orang-orang Samarinda yang tinggal di perantauan kami pun mendapat undangan, ini dikarenakan Sekretaris panitia reuninya pernah mampir dan makan soto di tempat kami. Acara reuni tersebut diadakan di Red Top Hotel, di jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, pada tanggal 8 Juni 2008 lalu. Nah, di acara reuni itulah aku juga ketemu dengan beberapa teman sekelas dan teman sekolahku dulu.

Sudah menjadi sesuatu yang khas bila tamu yang masuk ke depot kami bertanya: "Dari Samarinda kah?" atau "Urang Banjar kah?" atau yang paling sering mereka bertanya: "Ini Soto Banjar kah atau Soto Samarinda?" Kalau sudah begini aku pasti menjawab, "Ini Soto Banjar, tapi urangnya urang Samarinda." Nah, pastilah yang betakun itu urang Samarinda jua, atau urang Banjar jua, habis pertanyaannya itu pang memakai kah, kah, kah.. Ha ha ha!

Nah, apabila suatu hari kamu berada di BSD City, jangan lupa mampir ke depot kami Soto Banjar Samarinda. Pasti nyanyat! Tempatnya mudah terlihat dari jalan raya, persisnya di seberang Pasar Modern BSD City (pintu Timur), yaitu di Ruko Golden Madrid Blok C-02, jl. Letnan Sutopo, BSD City.

Kalau boleh meminjam slogan dari sebuah merek rokok terkenal, aku mau bilang: "Come to where the flavor of Soto Banjar is, come to BSD City." He he he..




Depot kami Soto Banjar Samarinda



Menu utama Soto Banjar dan Ayam Goreng Lalapan




Pasar Modern BSD City (pintu Timur)
yang tepat menghadap depot kami


Lihat Selengkapnya...

07 Desember 2008

KM Gandasuli


Sewaktu di SMP dulu aku dan beberapa teman pernah berlibur ke Surabaya dengan naik kapal barang KM Gandasuli. Perjalanan dari Samarinda ke Surabaya memakan waktu dua hari tiga malam. Waktu itu kami bertujuh, termasuk adikku, Albert. Penumpang yang naik di kapal itu bukan hanya kami, tetapi masih ada puluhan orang lainnya. Ternyata perjalanan dengan naik kapal barang bukanlah hal yang sangat menyenangkan!

Selama dalam perjalanan hampir tidak ada dari kami yang mandi dan buang air besar karena kondisi kamar mandi yang sangat jorok dan bau, kecuali dua orang temanku yang sudah tidak tahan lagi. Kami tidur di atas muatan kapal yang beratapkan tenda. Kami dapat nasi putih dan lauk seadanya dari awak kapal, dan kami memakannya bersama bekal yang kami bawa sendiri.

Tapi ada yang patut disyukuri karena kami mendapat cuaca yang cerah dan laut yang tenang selama perjalanan. Pagi dan sore kami sering duduk-duduk di atas, di dekat crane kapal, memandang matahari terbit dan tenggelam, serta menikmati laut yang luas dan tenang. Di waktu malam kami dapat memandang bintang-bintang di langit yang maha luas.

Kami tiba di Surabaya malam hari, dan kapal tidak dapat langsung sandar di dermaga. Kapal lego jangkar di laut yang masih dalam area pelabuhan Tanjung Perak. Karena sudah dua hari tiga malam tidak mandi, aku dan dua orang teman kemudian terjun ke laut, dan untuk pertama kali kami merasakan berenang di laut malam hari! Sampai akhirnya kami disuruh naik oleh awak kapal dengan menakut-nakuti kami bahwa ada ikan Hiu di area itu. Keesokan harinya kapal yang kami tumpangi itu baru bisa sandar di dermaga Mirah, Tanjung Perak.

Sewaktu di SMA aku kembali berlibur dengan naik kapal barang lagi ke Surabaya. Kali ini aku pergi dengan dua orang teman sekelasku, yakni Hoesing Prayogo dan Tan Tjie Sun. Tapi entah kenapa, secara kebetulan sekali kapal yang kami tumpangi itu adalah KM Gandasuli yang pernah kunaiki bersama teman-teman sekelasku sewaktu di SMP dulu! Bagiku ini aneh saja, karena dari puluhan kapal barang dengan trayek Samarinda-Surabaya p.p. aku kok naiknya kapal ini lagi.

Tapi kali kedua ini aku lebih beruntung, aku tidak lagi tidur di atas muatan kapal dan memakai kakus penumpang yang jorok dan bau. Ini semua berkat Pak Tjondro (alm), papanya Hoesing, yang kebetulan merupakan seorang staff dari Perusahaan Pelayaran Dwijaya, pemilik kapal ini. Kami tidur di kamar seorang ABK, dan mendapat makanan yang lebih baik, serta kamar mandi yang bersih.

Perjalanan kali kedua ku ini juga dengan cuaca yang cerah dan laut yang tenang. Kami tiba di Surabaya juga malam hari, tapi kali ini kapal dapat langsung sandar di dermaga Mirah dan kami sudah ditunggu oleh Pak Tjondro, yang langsung membawa kami pulang ke rumah mereka.

Awal Januari 1986 di Surabaya, secara kebetulan aku diterima bekerja di sebuah perusahaan EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), yang ternyata para pimpinan dan staff-nya adalah orang-orang yang keluar dari Perusahaan Pelayaran Dwijaya! Mereka itu antara lain: Pak Wijono, Pak Soenoko Harijanto dan Pak Buwono; yang mana dulu merupakan rekan sekantor Pak Tjondro, papanya Hoesing. Beberapa tahun kemudian perusahaan EMKL itu berkibar dengan bendera baru sebagai Perusahaan Pelayaran PT Rusianto Bersaudara (1989).

Hidup ini memang aneh. Aku merasa seperti dibimbing dan diarahkan ke jalan yang harus kulalui...

Lihat Selengkapnya...

05 Desember 2008

Handil II


Aku ingat sewaktu kecil dulu kalau kita hendak ke Balikpapan kita harus bangun pagi-pagi, kemudian kita pergi ke terminal speedboat di depan kantor Gubernuran atau di Pasar Pagi, dan naik ke speedboat yang menuju ke Handil II. Waktu itu jalan utama Samarinda - Balikpapan, seperti yang ada sekarang ini, belumlah ada. Bagiku yang masih kecil saat itu, perjalanan dengan speedboat bukanlah hal yang menyenangkan.

Perjalanan dengan speedboat selalu membuatku takut dan tegang, apalagi saat speedboat masih tertambat, speedboat mudah oleng karena hantaman ombak Sungai Mahakam. Aku takut speedboat oleng dan terbalik. Saat itu aku masih belum bisa renang. Bila speedboat sudah mulai jalan dan melaju di atas air, aku sedikit lebih tenang karena speedboat terasa lebih stabil. Perjalanan di pagi hari menyusuri Sungai Mahakam yang indah memang membuat kesan yang mendalam di hatiku, walau selalu dibayangi rasa was-was.

Setiba di Handil II kita akan menaiki mobil Jeep yang menuju ke Balikpapan. Mobil Jeep ini lebih dikenal dengan sebutan "Oto Jamban". Lucu dan jorok ya sebutannya, ha ha ha... Perjalanan dengan Jeep ini bagiku sangat menyenangkan, terlebih-lebih ketika melewati pompa-pompa minyak yang terdapat di beberapa tempat di sepanjang jalan itu. Aku terkesan melihat pompa-pompa yang bekerja dengan mengangguk-angguk itu. Kadang terlihat banyak sekali pompa minyak di satu area, mereka bekerja beramai-ramai, saling mengangguk-angguk, ini seperti menimbulkan gairah dan semangat. Tetapi, kadang terlihat di satu area hanya ada satu pompa minyak yang bekerja sendirian dan terasing, ini menimbulkan rasa sedih dan kasihan. Bagiku pompa-pompa itu seakan mirip dengan kita manusia, memiliki jiwa. Aneh ya?

Perjalanan Handil II - Balikpapan sekitar dua jam. Seingatku kalau kita hendak kembali ke Samarinda kita juga harus bangun pagi-pagi sekali, sekitar jam empat. Aku tidak mengerti, apakah waktu itu setelah siang tidak ada lagi speedboat yang berangkat dari Handil II menuju ke Samarinda?

Bila suatu hari aku pulang ke Samarinda, aku ingin mengulangi pengalaman ini. Aku ingin pulang ke Samarinda melewati Handil II, atau sebaliknya dari Samarinda ke Balikpapan melewati Handil II. Semoga Tuhan meluruskan rencanaku.

Lihat Selengkapnya...

04 Desember 2008

Virus Lagi


Setelah laptopku terserang virus hari Senin lalu dan sembuh, hari Selasa kemarin giliran ku yang terserang virus. Flu, pilek, demam, sakit kepala dan batuk menyerangku. Badan terasa remuk-redam. Yang kulakukan selama beberapa hari ini hanyalah membuat backup file-file penting ke dalam flash disk. Tidak ada mood untuk menulis di blog dengan kondisi badan seperti ini. Aku hanya membalas beberapa komentar yang masuk ke blogku, dan menulis komentar singkat di blog sahabatku, Manggis. Ide-ide dan ingatan-ingatan melayang di atas kepalaku tetapi tidak berkembang menjadi utuh. Mungkin sebaiknya aku beristirahat sehari lagi... Good night and sweet dreams...

Lihat Selengkapnya...

01 Desember 2008

Tolooong... Laptopku diserang virus!


Pukul 00.01 WIB dinihari tadi laptopku tiba-tiba diserang virus ketika aku sedang online. Ketika aku mau meng-update AVG Antivirus, tiba-tiba tampilan AVG Antivirus menghilang, dan di layar laptopku muncul gambar (wallpaper) serangga atau hantu bersayap dengan tulisan: "Antivirus detected! Now it isn't running anymore." Dan ada tulisan "Maxtrox" di kanan bawah wallpaper tersebut. Ikon AVG Antivirus yang ada di pojok kanan bawah, dekat jam, juga lenyap. Aku coba menghidupkannya lewat Start Menu, namun sia-sia, hanya tampil sekejap saja kemudian menghilang lagi, dan begitu seterusnya.

Segera aku mengeluarkan dua buah buku saktiku mengenai virus. Tetapi setelah membolak-balik halaman buku-buku itu aku tidak menemukan pembahasan mengenai virus dengan gejala seperti virus yang menyerang laptopku. Sontak kepalaku pusing memikirkan kemungkinan data-data di laptopku yang bakal hilang, sementara aku belum sempat melaksanakan rencanaku untuk membuat backup di Flash Disk. Ada rasa sesal mendesak di dadaku. Andai kemarin-kemarin aku sudah membuat backup mungkin aku tidak secemas ini sekarang. Aku membawa masalah ini dalam tidur. Tentu saja aku tidak dapat tidur dengan nyenyak...!

Pagi hari aku bangun dengan loyo. Sudah terbayang masalah yang harus kuhadapi hari ini, yaitu laptop yang terserang virus. Selesai mandi dan sarapan, aku pergi ke Pasar Modern BSD untuk mencari solusi di satu-satunya toko komputer yang ada di sana. Ternyata toko tersebut tutup. Mungkin belum buka, begitu pikirku. Jam 11 siang aku mendatangi toko itu lagi, ternyata memang tidak buka. Aku kemudian menelepon ke sebuah toko komputer dalam iklan di majalah Info Serpong, toko itu meminta biaya Rp 175.000,- untuk menyingkirkan virus itu. Tidak puas, aku menelepon toko komputer tempatku membeli laptop ini di Mangga Dua, ternyata lebih gila lagi toko ini minta biaya Rp 250.000,- !

Aku lantas pergi ke ITC BSD City, disana akhirnya aku mendapatkan harga yang lebih masuk akal, yaitu Rp 75.000,- Yang lebih membuatku senang karena tehnisi toko itu benar-benar mengenal virus yang menyerang laptopku walau hanya dari ceritaku. Abdul Hazis, nama tehnisi itu, mengaku sudah tiga kali dia menangani virus seperti itu. Dia juga menjelaskan cara penanganannya, dan yang lebih melegakan perasaanku karena dia meyakinkanku bahwa data-dataku yang ada di partisi D dan E (tempat aku menyimpan data) tidak akan hilang.

Akhirnya semuanya selesai. Sekarang aku online lagi, dan menulis cerita ini.


Lihat Selengkapnya...

30 November 2008

Samarinda Banjir Besar Lagi


Samarinda banjir besar lagi. Hampir setiap hari pemberitaan mengenai banjir ini muncul dalam siaran berita di berbagai stasiun televisi. Banjir di Samarinda hampir menjadi sesuatu yang rutin terjadi setiap tahun. Banjir besar tahun ini dapat disamakan dengan banjir-banjir besar di tahun 1998 dan 2004. Ada apa dengan Samarinda?

Selama dua-tiga minggu ini aku ada SMS dan telepon adik-adikku menanyakan banjir yang melanda Samarinda, tetapi semua mengabarkan bahwa rumah mereka masih dalam kondisi aman dan terkendali. Tetapi, tiba-tiba dua hari lalu aku menerima SMS dari Prisca, adikku, yang bunyinya: "Banjir tahun 98 terulang lagi, ko.. Rumahku kayak Waterpark!" Tapi untunglah rumah Prisca agak tinggi hingga air baru mencapai bibir halaman, sementara di depan air sudah menutupi jalan setinggi dengkul.

Banjir juga menenggelamkan rumah dan mobil adikku, Frans, yang ada di Perum Rapak Benuang. Frans, istri dan anak-anak terpaksa mengungsi dan tidur di kantor. Sudah beberapa hari mereka tidak dapat kembali ke rumah. Sementara rumah kontrakan adikku, Ana, dan keluarganya yang di Bumi Sempaja
juga tak luput dari terjangan banjir, hingga memaksa mereka memindahkan semua barang ke rumah baru mereka di Villa Tamara, walau mereka sebenarnya belum siap tinggal di sana. Yang luput dari banjir hanya rumah adikku, Albert. Maklum rumahnya ada di lereng bukit di Gang 10, Pandan Wangi (AW Syahrani).

Aku pernah merasakan betapa susah dan repotnya mengalami banjir besar seperti ini ketika aku kebetulan berada di Samarinda tahun 2004. Banyak kerugian yang harus diderita masyarakat dan daerah dalam kondisi seperti ini baik materiil maupun immateriil. Jadi penanganannya harus benar-benar dipikirkan dan dilaksanakan mulai sekarang ini. Pemerintah daerah dan Pemerintah Kota harus lebih serius, kalau tidak masalah ini akan terus berlarut-larut dan makin parah.

Pemda dan Pemkot Samarinda harus belajar dari kesalahan Kota Jakarta, misalnya. Dan juga belajar dari kota-kota yang berhasil membebaskan diri dari banjir, seperti BSD City dan Lippo Karawaci, tidak perlu study banding ke luar negeri. Walau dikepung oleh kota-kota yang sering mengalami banjir besar, seperti Jakarta dan Tangerang; BSD City dan Lippo Karawaci dapat 100% bebas dari banjir. Menurutku, ini hanya masalah pembangunan kota yang terencana dengan baik dan benar.

Lihat Selengkapnya...

29 November 2008

Pulau Kumala


Ketika April 2008 lalu aku pulang ke Samarinda, aku berkesempatan untuk pergi ke Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hampir 30 tahun aku tidak pernah lagi ke Tenggarong. Banyak yang sudah berubah selama itu. Salah satunya adalah sebuah pulau seluas 76 hektar yang ada di tengah Sungai Mahakam, yang dulu hanya merupakan lahan tidur dan semak belukar, kini sudah dibangun dan menjadi salah satu obyek wisata utama Kota Tenggarong, disamping Museum Mulawarman (bekas Keraton Kutai Kartanegara) yang sudah terkenal itu. Pulau itu adalah Pulau Kumala.

Minggu pagi itu, 20 April 2008, aku dijemput adik iparku, Anwar, bersama adikku, Ana, dan anak-anak mereka untuk berkeliling Kota Samarinda. Tiba-tiba Anwar menawarkan untuk pergi ke Tenggarong dan aku langsung menyetujuinya. Perjalanan ke Tenggarong sekarang sangatlah nyaman dan tidak sejauh dulu lagi, dengan melalui jalan baru, Samarinda - Tenggarong kini hanya berjarak 27 Km dan dapat dicapai hanya dalam tempo setengah jam saja.

Perjalanan kita telah sampai ketika kita melewati Jembatan Kutai Kartanegara. Pemandangan di sekitar jembatan ini sangat indah. Dari jembatan ini juga kita dapat memandang jauh ke obyek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam. Pulau Kumala dapat dicapai dengan perahu penyeberangan, maupun dengan kereta gantung. Pulau Kumala dibangun mulai tahun 2000 dan merupakan Taman Rekreasi yang memadukan teknologi modern dan budaya tradisional. Saat ini Pulau Kumala sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti Sky Tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan kota dan landscape daerah sekitarnya dari udara; dan kereta api mini yang mengelilingi pulau, serta berbagai permainan anak.

Semoga Pulau Kumala terus dibangun dan dikembangkan, walau tidak sehebat Taman Impian Jaya Ancol, mudah-mudahan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Kemudian kami makan siang di sebuah warung yang ada di tepi Sungai Mahakam yang menjual ikan bakar. Aduh, mak, nyaman banar...

Lihat Selengkapnya...

28 November 2008

Reuni Keluarga 2008


Senin, 14 April 2008, aku mendapat telepon dari adikku, Frans, yang tinggal di Samarinda. Frans mengusulkan untuk mengadakan reuni keluarga di Surabaya, sekaligus untuk membahas niatnya membawa papa dan mama kembali pulang ke Samarinda. Papa dan mama sudah beberapa tahun tinggal di Surabaya, di rumah adikku, Vera. Aku kebagian tugas untuk menghubungi adikku Vera yang di Surabaya dan Tere yang di Sidoarjo, untuk menyampaikan rencana ini dengan pesan papa dan mama jangan diberi tahu agar menjadi kejutan buat mereka.

Malam harinya Frans menelepon lagi untuk mematangkan rencana kami. Saat itu Frans dan adik-adikku sedang berkumpul dan membicarakan masalah ini di Samarinda. Akhirnya kami sepakat untuk berangkat ke Surabaya hari Rabu, 16 April 2008. Esoknya Selasa, 15 April, kami sibuk mencari tiket ke Surabaya, dan syukurlah semua tiket itu ada untuk pemberangkatan 16 April 2008. Adik-adikku akan berangkat dari Balikpapan ke Surabaya, sedangkan aku akan berangkat dari Jakarta ke Surabaya.

Jam tiba kami di Surabaya hanya selisih satu jam, aku yang tiba duluan memutuskan untuk menunggu kedatangan adik-adikku di Bandara Juanda, kemudian kami nanti berangkat bersama-sama ke tempat tinggal orang tua kami di daerah Lidah Kulon, Surabaya. Namun rencana itu batal ketika aku mengetahui pesawat mereka delay sampai lebih dari dua jam. Akhirnya kami sepakat kalau aku berangkat duluan untuk menemui orang tua kami.

Tentu saja papa dan mama kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba itu. Lebih kaget lagi ketika beberapa jam kemudian adik-adikku yang lain juga muncul. Akhirnya malam itu kami berangkat beramai-ramai ke restoran milik Vera dan suaminya di jalan Perak Timur, dan di sana kami mengadakan reuni keluarga kami. Setelah 23 tahun lebih kami tidak pernah kumpul dengan lengkap seperti itu, yaitu papa dan mama, berserta kami anak-anaknya sebanyak tujuh orang. Lebih lengkap lagi karena ada Bude Pran yang datang dari Malang hari itu juga. Malam itu kami semua merasa sangat berbahagia.

Adik-adikku, Frans, Prisca dan Anastasya, kembali ke Samarinda hari Jumat pagi. Kemudian esok harinya Sabtu, 19 April 2008, aku bersama adikku, Albert, dan keponakanku, Edwin, membawa papa dan mama kembali ke Samarinda. Semoga kami dapat mengulang semua ini di masa yang akan datang dengan lebih meriah, dan semoga Tuhan memberkati kami semua dengan umur yang panjang, kesehatan yang baik, serta rejeki yang melimpah. Amin.




Papa dan Mama beserta kami anak-anaknya
Ki-ka: Tere, Ana, Prisca, Frans, Vera, Albert dan Aku
(dari yang paling kecil sampai yang paling besar)


Lihat Selengkapnya...

27 November 2008

Godam dan Gundala


Di tahun 1970-1980 ketika siaran TV belum marak dan komik-komik Jepang belum membanjir di toko-toko buku seperti sekarang, komik-komik lokal menjadi salah satu hiburan dan pengisi waktu yang terbaik saat itu. Banyak teman-temanku kegilaan dengan komik-komik silat macam Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak, Jaka Sembung, serta cerita silat karya Kho Ping Hoo, sedangkan aku justru menyukai komik-komik superhero baik yang adaptasi dari komik luar maupun yang lokal seperti: Labah-Labah Merah, Superman, Kawa Hijau, Lamaut, Godam, Gundala, dan beberapa superhero lainnya.

Di antara semua itu aku paling menggilai cerita dari komik-komik Godam dan Gundala yang berbau lokal itu. Godam merupakan tokoh superhero ciptaan Wid NS (Widodo Nuntius Sulprizio, kini 70 tahun), sedangkan Gundala ciptaan Hasmi (kini 62 tahun). Godam yang bernama asli Awang adalah seorang sopir truk di Yogya. Suatu ketika seorang kakek misterius memberinya sebuah cincin, dan tiba-tiba... wuih, dia langsung menjelma menjadi seseorang berkostum ala Superman (tentu saja dengan inisial ”G” di dada, bukan ”S”) yang mampu terbang dan memiliki kekuatan super. Sedangkan Gundala adalah pemuda Yogya bernama asli Ir. Sancaka. Keistimewaan Gundala adalah kemampuan untuk berlari secepat kilat, seperti jagoan Amerika Flash, dan telapak tangannya mampu mengeluarkan petir yang menggelegar. Gundala mendapatkan keistimewaannya dari Kaisar Crons, yang ada di Kerajaan Petir.

Beberapa seri maupun serial komik Godam dan Gundala yang sangat apik adalah Bocah Atlantis, Mata Sinar X, Robot Penakluk, Roh Setan, Gundala Putera Petir (Asal Usul Gundala), Gundala vs Godam, Gundala Bernapas Dalam Lumpur, dan lain-lain. Dalam aksinya Godam dan Gundala sering dibantu oleh serombongan tokoh lainnya seperti Pangeran Mlaar, Aquanus, Maza, Jin Kartubi, dan Sun Go Kong.

Beberapa tahun terakhir ini ada usaha untuk menerbitkan kembali komik-komik Indonesia tempo dulu, namun kemudian gaungnya tidak terdengar lagi. Komik Gundala sendiri sempat terbit beberapa kali dan aku membeli dua di antaranya, yakni: Gundala Putera Petir dan Operasi Gua Siluman. Aku justru berharap komik serial Godam dan Gundala yang sangat seru, seperti Bocah Atlantis, Mata Sinar X dan Robot Penakluk, bisa lebih dulu diterbit ulang.

Anak-anakku ketawa dan tidak dapat memahami ketika melihat aku membeli kedua komik Gundala tersebut. Sedikitpun tidak ada niat mereka untuk menyentuh dan membacanya. Bagi mereka yang namanya komik itu mungkin ya seperti komik-komik Jepang yang sedang populer sekarang ini, yang juga disebut Manga. Seperti juga acara TV. Anak-anak sekarang lebih suka dengan film-film impor seperti Doraemon dan Sincan ketimbang film Si Unyil yang ditayang ulang oleh sebuah stasiun TV. Ya, memang begitulah, beda generasi, beda zaman; beda pula pandangan dan kesukaan (trend).

Lihat Selengkapnya...

24 November 2008

Kado Istimewa


Bagi kamu yang sudah membaca artikelku Ketika Tuhan Mengedipkan Mata, kamu pasti akan merasakan cerita berikut ini sebagai suatu keajaiban. Bukan sekedar kebetulan kalau anakku yang kedua lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal lahirku, tetapi karena aku meminta dan memikirkannya, dan itu benar-benar terjadi.

Awal September 1988, aku sedang ngobrol dengan istriku di atas tempat tidur kami. Saat itu istriku sedang hamil anak kami yang kedua dan sudah di bulan kesembilan. Tiba-tiba istriku berkata, "Bulan ini kamu ulang tahun, kamu mau kado apa?" Setelah berpikir sejenak aku bilang ke istriku, "Aku tidak mau kado apa-apa lha. Aku cuma mau anak kita lahir di hari ulang tahunku." Istriku ketawa, dan kami membayangkan dan bercerita betapa hebatnya ada bapak dan anak yang berulang tahun di hari yang sama.

Sampai malam tanggal 12 September istriku belum juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, padahal ulang tahunku tinggal sehari lagi, yaitu 13 September besok. Sedang asyik tidur nyenyak malam itu, tiba-tiba aku dibangunkan mamaku, dan mama bilang kalau istriku sudah sakit perut mau melahirkan. Ah, akhirnya aku benar-benar akan mendapat anak yang sama ulang tahunnya dengan aku. Setelah bersiap-siap kami pun berangkat ke Panti Nirmala tempat istriku akan melahirkan.

Setelah sampai di Panti Nirmala, ada masalah yang muncul. Dokter kandungan tidak dapat dihubungi karena telepon di Panti Nirmala mati. Saat itu belum ada handphone. Istriku sudah minta tolong agar bidan saja yang membantu persalinan karena sudah tidak tahan lagi. Tapi bidan di panti menolak dengan alasan istriku sudah dipegang oleh dokter kandungan, mereka tidak berani lancang untuk mengambil alih persalinan. Akhirnya aku menemani seorang suster untuk mencari telepon umum. Ternyata telepon umum yang tak jauh letaknya dari panti juga rusak. Aku makin panik memikirkan penderitaan istriku.

Di tengah kepanikan itu tiba-tiba aku teringat dengan teman sekantorku, Max Kalalo, yang rumahnya tidak jauh dari panti. Aku menggedor rumah Max, dan temanku itu keluar dengan heran atas kemunculanku di pagi-pagi buta itu. Rumah Max juga tidak punya sambungan telepon, aku lantas meminjam Vespa-nya Max untuk mencari telepon umum yang lain. Dengan membonceng suster panti, kami mendatangi telepon umum yang lain, ternyata juga rusak. Akhirnya kami nekad masuk ke kantor polisi yang kami temui di jalan. Kami dapat pinjaman telepon dari polisi dan si suster langsung menghubungi sang dokter kandungan. Kemudian kira-kira jam 03.05 istriku melahirkan anak kami yang kedua dengan selamat. Seorang bayi laki-laki lagi.

Sejarah kembali terulang ketika aku bingung memikirkan nama untuk bayi laki-laki kami. Istriku sempat sewot karena aku lagi-lagi hanya menyiapkan nama untuk anak perempuan. Di tengah kebingungan aku melihat papan nama dari sebuah gereja kecil yang letaknya di samping Panti Nirmala, bertuliskan: Kapel Santo Mikhael. Ya, aku akan beri nama anakku: MICHAEL!





Michael, Devi dan Ari Wibowo


Lihat Selengkapnya...

23 November 2008

Kelahiran Anak Pertama


Ketika istriku mengandung anak kami yang pertama, aku dan istriku pernah mengalami suatu kecelakaan saat kami sedang menuju ke tempat praktek dokter kandungan di jalan Diponegoro, Surabaya. Kepergian kami ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin kandungan istriku yang sudah hamil tua. Kami naik becak ke tempat praktek dokter. Kami senang naik becak sore-sore, karena bisa melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri (seperti dalam lagu anak-anak yang berjudul "Naik Becak").

Di tengah jalan hujan turun, tukang becak berhenti untuk menutup becak dengan plastik agar kami tidak basah terkena hujan. Becak pun melaju kembali. Kami terpaksa tidak dapat melihat dengan asyik lagi ke kanan dan kiri. Dan tiba-tiba saja... Duukk! Becak seperti menabrak lubang di jalan, dan becak oleng kemudian terbalik. Posisi kami juga terbalik dengan kaki di atas dan kepala di bawah. Aku panik mengingat istriku sedang hamil. Istriku cuma mengaduh sambil memegang perutnya. Tukang becak berusaha membuat becaknya berdiri, tapi lama tidak berhasil. Aku juga tidak dapat berdiri dengan posisi terbalik seperti itu dengan ruang gerak di dalam becak yang sempit. Entah dibantu orang atau dengan usaha sendiri akhirnya si tukang becak berhasil mendirikan becaknya lagi.

Aku mengomel kepada tukang becak itu karena ketidakhati-hatiannya. Namun si tukang becak juga punya dalih kalau dia tidak melihat ada lubang besar di jalan karena tertutup air. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan sampai ke tempat praktek dokter dan aku meminta dokter Listya untuk memeriksa kandungan istriku lebih intensif lagi karena habis kecelakaan tadi. Karena tidak terjadi pendarahan dokter bilang kandungannya baik-baik saja. Fuh..! Syukurlah.

Aku bahagia ketika sampai waktunya anak pertamaku lahir dengan selamat, seorang bayi laki-laki yang sehat. Walau tidak seperti harapanku untuk mendapatkan seorang bayi perempuan, aku tetap bergembira dan bahagia karena sudah menjadi seorang ayah. Hari itu tanggal 5 Mei 1987.

Aku hanya bingung ketika aku harus mencarikan nama untuk anak laki-lakiku itu, karena beberapa nama yang telah kupersiapkan semuanya nama cewek! ;)
Waktu itu belum umum orang menggunakan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Akhirnya ide untuk nama anakku itu muncul setelah aku melihat tulisan besar di depan rumah sakit tempat anakku dilahirkan itu: Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ). Ya, itu dia. Nama anakku: VINCENT!


NAIK BECAK
oleh Ibu Sud

saya mau tamasya berkeliling-keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya

saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari bagaikan tak berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

Lihat Selengkapnya...

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.