24 Mei 2009

Autograph Collector


Autograph Collector apa itu? Jujur saja aku baru mengenal istilah ini beberapa bulan lalu dari seorang teman yang baru kukenal di Facebook, namanya Debby Lukito Goeyardi. Dari alamat website yang ada di profilnya aku mengetahui bahwa Debby telah menulis sebuah buku yang sangat menarik berjudul Autograph Collector. Setelah mencari tahu dari sana-sini akhirnya aku tahu kalau Autograph Collector itu adalah kolektor foto dengan tanda tangan atau tulisan dari orang-orang terkenal. Sebuah hobi yang langka!

Aku teringat kembali ke masa lalu sewaktu duduk di bangku SMP ketika suatu hari aku menerima sebuah foto berbentuk kartu pos dari seorang artis penyanyi remaja yang sangat terkenal waktu itu, Dina Mariana. Di belakang foto Dina menuliskan beberapa kalimat perkenalan dan tentu disertai dengan tanda tangannya. Wah, ternyata dulu aku sudah menjadi seorang autograph collector juga ya? Ha ha ha! Kira-kira sebulan sebelumnya aku dan beberapa teman sekelas menulis surat ke Dina Mariana untuk meminta fotonya, alamat Dina kami peroleh dari sebuah majalah remaja, dan waktu itu kami semua memperoleh autograph dari Dina Mariana.

Tetapi apa yang dilakukan Debby ini sangat unik. Dia tidak mengoleksi autograph dari para artis penyanyi, bintang film atau selebriti lain di dunia hiburan, tetapi justru sasarannya adalah para negarawan dan petinggi negara di seluruh dunia, antara lain: Soeharto, Gloria Macapagal-Arroyo, Tony Blair, Paus Yohanes Paulus II, Dalai Lama, Bill Clinton, Hillary Clinton, Angela Merkel, Jacques Chirac, Ratu Elizabeth II, Chen Shui-bian, dan lain-lain. Total ada 150 lebih autograph tokoh dunia dan pejabat penting yang menjadi koleksi Debby hingga saat ini. Mengagumkan!

Tentu menarik untuk mengetahui bagaimana Debby kecil yang waktu itu berusia sembilan tahun dan masih duduk di bangku SD sampai bisa menekuni hobi mengumpulkan autograph seperti ini. Berawal ketika ayahnya yang seorang akuntan menunjukkan sebuah berita di koran lokal di Solo mengenai dua orang anak yang mendapatkan sepeda mini dari Presiden Soeharto setelah mereka menulis surat kepada Beliau. Apakah Debby juga mendapatkan sepeda seperti kedua anak tersebut? Sikap dan semangat yang pantang menyerah adalah nilai positif yang patut kita dan anak-anak kita pelajari dari seorang Debby.

Dalam buku ini Debby juga mengungkapkan banyak hal, seperti: trip dan trik kapan waktu yang tepat mengirim surat dan bagaimana menulis surat yang baik, menarik dan sopan; cara merawat koleksi autograph; pengalaman pribadi Debby terutama menghadapi penolakan-penolakan; dan yang paling penting adalah koleksi alamat-alamat para negarawan dunia
, tanggal lahir, dan tanggal mulai menjabat. Juga tak kalah penting, sambil menekuni hobi ini kita juga belajar berkorespondensi dalam bahasa Inggris yang baik dan benar.

Aku memiliki lima buah buku Autograph Collector, yang sudah ditandatangani Debby, yang ingin aku share dengan teman-teman yang berminat. Sudah pasti buku ini akan menjadi koleksi yang berharga, karena menjadi buku referensi pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini. Harga Rp 30.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Tentu saja, siapa cepat dia dapat.

Lihat Selengkapnya...

07 Mei 2009

Pindah Rumah Lagi


Walau ini bukan pengalamanan yang baru lagi, tetapi pindah rumah merupakan pekerjaan yang menguras pikiran dan tenaga. Memikirkannya saja dapat mengundang stres. Untung kali ini ada dua orang pembantu yang membantu kami untuk mengepak barang-barang rumah tangga. Pindah rumah yang kami alami di waktu lalu hampir seluruhnya kami kerjakan sendiri, kecuali saat diangkut ke rumah baru. Tiba-tiba muncul dalam pikiranku, "Berapa kali sudah aku mengalami pindah rumah sejak aku anak-anak hingga sekarang?"

Hitung-hitung ternyata aku sudah mengalami pindah rumah sebanyak 14 kali di lima kota yang berbeda! Rekorku dalam hal pindah rumah tidaklah menakjubkan dibandingkan dengan rekor mantan Presiden Amerika Serikat George Bush senior yang telah mengalami pindah rumah sebanyak 80 kali lebih, di lebih dari 33 kota yang berbeda, sepanjang hidupnya! Pastilah rekor ini sangat menakjubkan. Ha ha ha!

Minggu ini kami harus pindah. Kami akan pindah ke ruko di blok sebelah, masih dalam kompleks ruko yang sama. Karena ruko tempat kami tinggal dan usaha sekarang ini akan dikontrak oleh Bank BNI. Istilah kerennya terjadi tukar guling. Tengat waktu satu bulan yang diberikan Bank BNI sudah habis, dan kami sudah minta tambahan waktu seminggu lagi, karena pekerjaan renovasi di ruko 'baru' yang akan kami tempati belum selesai.

Sejak kecil hingga aku keluar dari Samarinda di tahun 1985 aku sudah mengalami pindah rumah sebanyak lima kali. Beberapa kali menjadi korban kebakaran besar di Samarinda benar-benar meludeskan harta milik kami dan membuat keluarga kami homeless, kami berubah menjadi kontraktor abadi (kontrak sana-kontrak sini). Di Surabaya, setelah aku sendiri berkeluarga, kami dua kali pindah rumah. Di Cirebon, tiga kali. Di Denpasar, dua kali. Dan di BSD City, hingga yang sekarang, dua kali. Jadi total 14 kali pindah rumah!

Ada beberapa hal yang selalu membangkitkan semangat kami dan membuat kami dapat mengalahkan perasaan berat dan stres kami sewaktu pindah rumah adalah pengalaman baru, lingkungan baru, suasana baru dan teman-teman baru yang akan kami dapat dan kami alami.

SEMANGAT!

Lihat Selengkapnya...

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.