30 Januari 2009

Seputar Ilmu Kedokteran


1. Kuliah Kedokteran

Di suatu kamar mayat, sedang diadakan kuliah mahasiswa kedokteran. Seorang dosen ilmu kedokteran menggunakan sosok mayat sebagai bahan pembelajaran. "Apakah ada di antara Anda ada yang mengetahui dua syarat penting untuk menjadi seorang dokter yang hebat?" tanya sang dosen.

Para mahasiswa hanya diam saja. Dosen itu melanjutkan, "Syarat pertama, yaitu Anda harus dapat menghilangkan rasa jijik Anda terhadap bidang pekerjaan yang Anda tekuni." Kemudian si dosen memasukkan jarinya ke anus si mayat, mengeluarkan jarinya, dan menjilati jarinya dengan lahap.

"Oke. Sekarang kalian coba praktekkan apa yang baru saya lakukan tadi." Kemudian satu persatu mahasiswa melakukan apa yang dilakukan dosen mereka tadi. Mereka memasukkan jari mereka ke anus mayat, dan mulai menjilati jari mereka masing-masing dengan lahapnya.

Setelah itu dosen itu melanjutkan, "Syarat kedua untuk dapat menjadi dokter yang hebat, yaitu dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam melihat sesuatu." Lalu dosen menambahkan, "Coba siapa di antara kalian yang memperhatikan dengan cermat dan teliti, kalau saya tadi memasukkan jari telunjuk saya ke anus dan menjilati jari tengah saya?"

(Kiriman: Ditha Patricia)


2. Bila Perawat Bergosip

Ada dua orang perawat yang bersahabat karib di sebuah rumah sakit. Perawat satunya sudah berumur 60-an dan yang satunya lagi masih 20-an plus seksi sekali. Sering kali mereka ada di shift yang sama. Sudah barang tentu, sebagai perawat, tugas mereka termasuk memandikan pasien-pasien yang ada di rumah sakit.

Pada suatu hari si perawat yang berumur 60-an bergosip dengan perawat yang masih muda, "Eh, ngomong-ngomong pasien lelaki yang ada di ruangan 6 itu alat kelaminnya bertato lho. Kamu tahu, nggak? Tatonya bertuliskan IBM."

Perawat muda yang berumur 20-an itu membenarkan, "Memang iya! Tapi setiap kali aku memandikan pasien tersebut, kulihat tatonya bertuliskan International Business Machine."

(Kiriman: Ruddy Soehartono)


Lihat Selengkapnya...

29 Januari 2009

Gaji Ke-13 Adalah Hak Karyawan


Apakah akhir tahun 2008 lalu kamu menerima gaji ke-13? Bila tidak menerimanya, maka sebaiknya kamu menuntut pemimpin perusahaan tempat kamu bekerja. Gaji ke-13 itu tidak sama dengan THR (Tunjangan Hari Raya), penghargaan, hadiah, insentif, dan sebagainya. Gaji ke-13 itu adalah hak karyawan. Tidak percaya? Atau masih bingung? Ikuti saja terus.

Misalkan gaji kamu Rp 2.000.000,- per bulan. Bila dihitung mingguan, maka gajimu adalah Rp 500.000,- per minggu, yaitu: Rp 2.000.000,- dibagi 4 minggu (1 bulan = 4 minggu).

Sementara kita tahu bahwa dalam setahun ada 52 minggu, yaitu 365 hari dibagi 7 hari. Maka total gaji yang seharusnya kamu terima adalah 52 minggu x Rp 500.000 per minggu = Rp 26.000.000,-

Berapa gaji riil yang kamu terima dari perusahaan dalam setahun? Rp 24.000.000? (Rp 2.000.000,- x 12 bulan = Rp 24.000.000,-).

Maka, dari dua perhitungan di atas (mingguan dan bulanan) ada selisih Rp 2.000.000,- (Rp 26.000.000,- - Rp 24.000.000,-). Nah, itulah gaji ke-13 yang harus dibayarkan perusahaan kepadamu di akhir tahun!

Masih bingung? ...Bingung? Bingung? Bingung?

Eit, tunggu dulu. Jangan asal tuntut perusahaanmu. Bila kamu bekerja berdasarkan perjanjian dengan gaji bulanan, ya... kamu mesti terima kalau hanya dibayar Rp 24.000.000,- setahun. Syukur-syukur kalau bos kamu memang tipe bos yang murah hati, tanpa diminta pun sudah mengeluarkan gaji ke-13.

Saran dariku, bila kamu melamar lagi di perusahaan baru, sebaiknya kamu usulkan pada calon bos kamu agar gaji bulanan kamu dibayarkan mingguan saja, dengan dibagi 4 minggu seperti hitungan di atas. Rasa-rasanya calon bos kamu tidak akan keberatan deh. He he...

Mau? Mau? Mau?

Lihat Selengkapnya...

27 Januari 2009

13 Tip dan Trik Menghadapi Pemerkosa


Walaupun tip dan trik berikut ini kelihatan seperti sebuah lelucon, tetapi bila dipikir-pikir ada benarnya juga. Tergantung seberapa sulit situasi yang kamu hadapi, bersikap tenang adalah jalan terbaik, karena itu membuat kamu dapat memikirkan tindakan apa yang akan kamu lakukan, ketimbang kamu terjebak dalam kondisi panik yang justru tidak menguntungkan.

  1. Katakan pada si pemerkosa bahwa kamu sedang kebelet pipis.

  2. Katakan pada si pemerkosa bahwa kamu sedang datang bulan.

  3. Katakan pada si pemerkosa bahwa kamu sedang hamil.

  4. Katakan pada si pemerkosa bahwa kamu adalah penderita AIDS atau positif HIV.

  5. Katakan pada si pemerkosa bahwa kamu baru melakukan operasi ganti kelamin.

  6. Berpura-puralah menjadi orang gila, teruslah tertawalah dan jangan terlihat panik, dengan demikian dia mengira bahwa kamu benar-benar sakit jiwa.

  7. Semprotkan cairan lada pada mata si pemerkosa bila kamu memang membawanya.

  8. Lemparkan hape (handphone) kamu pada si pemerkosa, siapa tahu dapat mengurungkan niatnya memperkosa setelah mendapatkan hape kamu yang lumayan bagus.

  9. Alihkan perhatiannya, lalu tendang keras-keras selangkangannya atau daerah ulu hatinya.

  10. Jika si pemerkosa mencoba mencium kamu, layani dia dan kemudian gigitlah lidahnya sekeras mungkin.

  11. Jika si pemerkosa telah membuka bajunya dan kamu tak punya cara lain untuk mengalihkan perhatiannya, tarik bulu dadanya atau bulu ketiaknya sekeras mungkin.

  12. Tawarkan pada si pemerkosa metode lain, misalnya oral. Jika ia mengiyakan, lakukan dan gigit Mr. P nya sekeras mungkin. Lalu kaburlah sejauh mungkin.

  13. Jika semua cara tidak berhasil, tanyakan pada si pemerkosa, apakah ia mau memakai alat pengaman.

Tip dan trik ini tidak hanya cocok untuk melindungi kaum wanita, tapi juga untuk kaum pria dan kaum waria. Ha ha!


Lihat Selengkapnya...

26 Januari 2009

Perbedaan Tahun Baru Imlek


Dua hari lalu, 24 Januari 2009, aku membalas e-card yang dikirim Ruddy kepadaku di 123Greetings.com. Ruddy mengirim e-card ucapan selamat tahun baru Imlek. Ketika memilih e-card yang akan kukirim ke Ruddy, aku bingung dengan beberapa kartu elektronik yang menunjukkan tahun 4707 untuk tahun baru Imlek di tahun 2009 ini. Padahal menurut kalender Imlek yang beredar luas di Indonesia, tahun baru Imlek kali ini adalah tahun baru Imlek 2560. Mengapa bisa begitu? Apakah tahun Imlek itu sudah mengalami koreksi, tapi banyak yang tidak tahu?

Setelah melalukan searching beberapa waktu dengan Google, yang kini umum disebut Googling, akhirnya aku menemukan jawabannya. Ternyata di seluruh dunia ada tiga penahunan untuk Imlek, dua diantaranya menunjukkan tahun 2560 dan 4707 untuk tahun baru di tahun ini yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009.

Tahun 4707 itu sering dipakai oleh kaum Taoist, dan disebut DaoLi atau kalender Tao, dihitung dari masa naiknya HuangDi sebagai raja, tepatnya dihitung dari tahun ke 60 HuangDi memerintah (2698-2598 SM). Jadi penanggalan yang merujuk pada tahun dimana HuangDi memerintah adalah penanggalan yang digunakan oleh kaum Taoist.

Sementara untuk tahun 2560 ditetapkan berdasarkan keputusan Kaisar Han Bu Tee (140-86 SM) dari Dinasti Han (206 SM-220) yang menetapkan ajaran Confusius (Kong Hu Chu) sebagai agama resmi, dan penanggalan yang dianjurkan oleh Kong Hu Chu inilah yang akhirnya resmi untuk dipakai oleh semua orang di Tiongkok. Dalam anjuran Kong Hu Cu tersebut saat musim semi ditetapkan menjadi awal tahun baru. Orang menyebut penanggalan tersebut sebagai Yin Li, Xia Li atau Nong Li.

Walau penetapan tahun-tahun itu ada hitung-hitungannya, tapi aku tidak ingin mendalaminya lebih jauh. Mengetahui terjadinya perbedaan itu saja sudah cukup bagiku. Perlu diketahui bahwa sejak tahun 1912 di Tiongkok sendiri penanggalan Gregorian
secara resmi sudah digunakan, dan mereka menyebut penanggalan ini sebagai Xi Li atau penanggalan Barat.


GONG XI FA CAI



(Dari berbagai sumber di Internet)


Lihat Selengkapnya...

25 Januari 2009

Free Domains at Dot TK


Seperti teman-teman blogger ketahui bahwa blog ini memiliki nama domain lain, yaitu www.Samarinda.tk dan www.SamarindaOnline.tk. Simpel dan mudah diingat, bukan? Namun aku tetap saja menyampaikan ke teman-temanku bahwa alamat blogku adalah di www.SamarindaOnline.blogspot.com. Kecuali dalam keadaan khusus seperti terburu-buru, aku cukup mengatakan, "Jangan lupa ya buka blogku di Samarinda.tk."

Pertanyaannya, kenapa aku tidak terus saja mengenalkan alamat blogku di www.Samarinda.tk? Persoalannya adalah kita tidak punya hak penuh atas domain kita di Dot TK itu. Kita memang bebas memakainya, tanpa bayar, tanpa ada batasan waktu, tetapi itu sepanjang tidak ada orang lain yang berminat membeli domain yang telah kita gunakan tersebut. Hal ini tentu saja berlaku dengan nama domain gratis lainnya seperti CO.cc. Bila ada yang berminat membelinya, kita harus rela melepaskannya tanpa tuntutan dan ganti rugi. Karena baik Dot TK maupun CO.cc, menawarkan dua keanggotaan, yaitu yang gratis dan yang berbayar.

Awalnya aku berminat menggunakan domain gratis CO.cc. Tapi setelah mengetahui bahwa hosting blog kita di blogger.com ditransfer ke hosting di CO.cc, yang menyebabkan kita tidak dapat mengakses alamat di blogspot lagi, aku membatalkan niatku tersebut. Memang betul akun dan semua data kita masih tetap tersimpan di blogger.com, tetapi kita tidak bisa mengakses blog kita lagi dengan alamat ***.blogspot.com. Akhirnya aku mengambil kembali domainku di blogspot dengan cara masuk ke Pengaturan > Publikasikan, dan masukkan kembali alamat blogspotku di kolom Alamat blog*spot, verifikasi kode, terus Simpan Setelan. Untung saja nama domain www.SamarindaOnline.blogspot.com itu masih ada, belum diambil orang.

Sementara untuk domain gratis Dot TK, kita hanya "meminjam" nama lain yang lebih singkat, tanpa memindahkan hosting blog kita, artinya kita masih tetap bisa mengakses alamat blog kita di ***.blogspot.com. Selain itu kita juga mendapatkan Dot TK Traffic Check Report setiap minggu, isinya mengenai jumlah pengunjung yang mampir ke nama domain kita di Dot TK per negara per minggu. Dot TK juga menawarkan program referal jika kamu berminat. Bagiku TK juga bisa berarti Timur Kalimantan. Ha ha!

Beruntunglah domain Dot TK yang berbayar jarang diminati orang. Orang-orang pasti berpikir, alih-alih membeli domain .tk, lebih baik membeli domain .com atau .net. Jadi untuk sementara aman-aman saja menggunakan domain gratis dari Dot TK. Cara mendapatkan nama domain gratis di Dot TK juga sangat mudah, hanya melalui beberapa langkah yang sangat sederhana seperti berikut ini.

  1. Masuk ke www.dot.tk
  2. Memasukkan alamat website atau blog kamu. Klik Next.
  3. Masukkan nama domain baru yang kamu inginkan di Dot TK, atau kamu bisa langsung terima saja usulan nama domain dari Dot TK. Klik Next.
  4. Pilih keanggotaan kamu, domain gratis atau domain berbayar. Klik Next.
  5. Mengisi alamat e-mail kamu yang masih aktif. Klik Next.
  6. Masukkan nama kamu dan password untuk akun di Dot TK. Klik Next.
  7. Lakukan aktivasi melalui e-mail yang dikirim kepada kamu.
  8. Selesai.

Sekarang coba akses blog kamu via nama domain Dot TK yang telah kamu pilih tadi. Biasanya sudah langsung bisa kita akses. Tetapi bila belum, tunggulah kira-kira 30 menit lagi, dan coba akses kembali. Kamu bisa apply nama domain lain lagi bila kamu mau untuk website atau blog yang sama, tanpa batas. Selamat mencoba. Atau langsung saja klik sekarang di link berikut ini. Cepatlah, sebelum nama domain yang kamu inginkan diambil orang.



Lihat Selengkapnya...

24 Januari 2009

More About Bill Gates


Berikut ini ada beberapa humor mengenai Bill Gates, si raja software itu. Siapa yang tidak kenal dengan Microsoft, Windows, dan Internet Explorer? Bill Gates merupakan salah seorang terkaya di dunia, dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Walau banyak tantangan dan tuduhan dari para pesaingnya bahwa perusahaannya melakukan praktik monopoli, tetapi Bill Gates dan perusahaannya tetap tak tergoyahkan. Kisah Bill Gates selalu menarik untuk diceritakan.

  1. Bill Gates sangat terkenal dan kaya raya berkat Microsoft, perusahaan yang didirikannya bersama Paul Allen di tahun 1975. Pada hari pernikahannya, Bill Gates dan istrinya terlihat sangat bahagia. Pestanya sangat meriah, dihadiri ribuan orang, dari keluarga, para pejabat, staff dan karyawan perusahaan, serta rekan dan partner bisnis di Microsoft.

    Tibalah malam yang dinanti-nantikan, yakni malam pertama bagi kedua mempelai. Melinda, sang istri, dengan manja tiba-tiba berkata, "Bill, sayang, sekarang aku benar-benar mengerti apa makna dari kata 'Micro' dan "Soft" yang kamu maksudkan."

    (Kiriman: Ruddy Soehartono, USA)

  2. Setahun sesudah Bill dan Melinda menikah, Melinda hamil dan mereka sedang menanti kelahiran bayi mereka yang pertama. Bill Gates gelisah menunggu, sambil memegang erat tangan istrinya dia pun memberi semangat pada Melinda.

    Bill Gates : "Kuatkan hatimu, ya, sayang..."

    Melinda mengangguk dan terus mengejan. Akhirnya bayi mereka pun lahir dengan selamat dan mengeluarkan suara tangisan yang sangat keras.

    Bill Gates : "Yang, kenapa ya bayi kita menangisnya keras sekali?"

    Melinda : "Mungkin dia kaget, sayang."

    Bill Gates : "Kaget kenapa, sayang...?"

    Melinda : "Tenang, sayang... dia hanya kaget melihat bapaknya sekarang berambut dan berkacamata, padahal dulu waktu menengok dia di dalam perut kepala bapaknya GUNDUL tanpa kacamata."


  3. Seorang wanita Indonesia yang kurang fasih berbahasa Inggris menabrak Bill Gates di depan kantornya di Redmond, Washington, Amerika Serikat.

    Wanita: I'm sorry.

    Bill Gates: I'm sorry, too.

    Wanita: Oh, I'm sorry three.

    Bill Gates: What are you sorry for?

    Wanita: Well, I'm sorry five

    Bill Gates: Are you sick?

    Wanita: Ok, I'm sorry seven, mister..

    Bill Gates: ????


  4. Bill Gates meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat pribadinya. Ia bertemu dengan malaikat yang kelihatannya bingung.

    "Baiklah, Bill, terus terang saya sedang bingung. Saya tidak yakin saya harus memasukkan kamu kemana, ke surga atau neraka."

    Bill Gates berkata, "Ijinkan saya melihat surga dan neraka terlebih dahulu." Malaikat itu setuju, dan dia pun membawa Bill Gates ke depan sebuah monitor raksasa, dan menunjukkan situasi di neraka kepada si Bill. Ternyata neraka merupakan tempat yang sangat indah, dengan pantai yang bersih serta berkilau, dan wanita-wanitanya juga sangat cantik yang kesemuanya berpakaian seksi.

    Dalam hatinya Bill berkata, "Bila neraka seperti ini, surga seperti apa, ya?" Lalu malaikat pun menunjukkan surga kepada Bill di monitor raksasa itu. Dia melihat surga serba putih dan selalu diliputi awan, dengan lagu-lagu rohani yang terus mengalun tanpa henti. Walau dia merasa damai, tapi dia akan segera bosan dengan kondisi seperti itu, tidak ada tantangan sama sekali. Maka tanpa ragu-ragu ia berkata kepada malaikat, "Hmm, saya pikir, saya akan betah di neraka."

    "Baiklah," kata malaikat, dan Bill pun dikirim ke neraka.

    Seminggu kemudian, malaikat itu menjenguk Bill Gates untuk mengetahui keadaannya. Ia melihat Bill meronta-ronta dan berteriak-teriak kesakitan di tengah panasnya api neraka.

    "Bagaimana keadaanmu, Bill?" tanya malaikat.

    Bill membalas dengan suara keras, "Saya sangat menderita! Dimana pantai yang indah dan berkilau itu dan wanita-wanita seksi yang dulu ada di sini?"

    Malaikat itu menjawab dengan penuh keheranan, "Bill, Bill, ...masa' kamu lupa kalau itu screen saver bikinan kamu!"

Lihat Selengkapnya...

23 Januari 2009

Pencuri di Bus Malam Eksekutif


Setelah permisi dengan orang yang duduk di sebelahku, aku berjalan melewati lorong bus yang gelap, aku berusaha mendekati sopir bus, dan kemudian berkata padanya, "Pak, tolong arahkan bus ini ke kantor polisi, barang bawaanku ada yang hilang di dalam bus." Sopir bus tersebut kaget, tapi dia tetap tenang dan berkata, "Baik, Pak. Di depan sebelum masuk kota Gresik ada kantor polisi. Kita ke sana, sebelum ada satu orang pun yang turun."

Peristiwa itu terjadi ketika aku dalam perjalanan pulang dari Cirebon menuju Surabaya pada bulan Mei 1992. Kepergianku ke Cirebon waktu itu dalam rangka orientasi kerja selama satu bulan, sebelum aku memboyong istri dan anak-anakku untuk pindah ke Cirebon. Aku balik ke Surabaya naik bus COYO, sebuah bus malam eksekutif. Perjalanan dengan bus malam COYO ini sangat nyaman, karena ruangnya ber-AC, reclining seat, dan ada hiburan berupa video atau siaran televisi. Ini kali ketiga aku naik bus COYO.

Sore hari sebelum keberangkatanku, kakak iparku yang di Cirebon menitipkan dua buah amplop padaku yang masing-masing berisi uang Rp 400.000,- dan Rp 350,000,- Di dalam amplop yang berisi uang Rp 350.000,- ada sebuah cincin bermata batu Safir. Semua amplop itu dititipkan padaku untuk diserahkan pada kakak iparku yang lain yang tinggal di Surabaya. Total uang Rp 750.000 saat itu (sebelum krisis moneter, 1 USD = Rp 2.020,-), mungkin saat ini bernilai sekitar Rp 5.000.000,- Barang titipan tersebut aku masukkan ke dalam ransel parasit yang kubawa. Ransel itu memiliki sebuah kantong rahasia, jadi barang titipan itu kusimpan di sana. Aku dapat meraba cincin itu dari luar karena ransel itu tipis terbuat dari bahan parasit.

Duduk di sebelahku seorang bapak yang mengaku seorang polisi kehutanan yang berdinas di suatu daerah di Jawa Timur. Sekali-sekali kami terlibat dalam percakapan. Sekitar pukul 9.00 malam kami tiba di rumah makan Sendang Wungu di daerah Gringsing, Jawa Tengah. Kami turun untuk makan malam. Memang harga tiket yang kita bayar sudah termasuk makan malam. Makanan yang disajikan di sini lumayan enak.

Selesai makan dan buang air kecil di toilet RM Sendang Wungu, aku masuk ke dalam bus. Di dalam bus sudah ada beberapa orang. Tak lama kemudian kenalan yang duduk di sebelahku itu masuk dan menghampiri tempat duduknya. "Saya kok tidak melihat bapak makan?" aku bertanya padanya. Dia menjawab, "Saya masih kenyang, karena sebelum berangkat tadi saya sudah makan duluan. Saya hanya merokok saja di luar."

Bus melanjutkan perjalanan dan tak lama kemudian aku pun terlelap. Setelah beberapa jam perjalanan, aku terbangun ketika bus sudah di daerah Tuban. Aku tertidur lagi, dan kemudian terbangun lagi ketika bus melewati kota Lamongan. Aku meraih tasku yang kutaruh di bawah tempat dudukku, namun aku kaget ketika kuraba daerah kantong rahasia di ranselku, aku tidak merasakan cincin titipan itu ada di sana. Kemudian aku buka ranselku, dan aku hanya menemukan sebuah amplop saja. Sedangkan amplop satunya yang berisi cincin dan uang sejumlah Rp 350.000,- tidak ada, alias hilang.

Tentu saat itu aku pucat-pasi, karena barang titipan saudara iparku itu hilang. Namun aku juga sedikit bersyukur karena amplop satunya tidak ikut raib. Selang beberapa waktu aku bingung harus bagaimana. Aku tambah bingung lagi ketika ada orang yang duduk di depan berkata kepada sopir bahwa mereka turun di Gresik. Gresik tidak jauh lagi, mungkin tinggal 15 menit perjalanan. Aku pikir bila sudah ada yang turun, pasti makin sulit urusannya, dan mungkin barang tersebut tidak bisa diketemukan lagi.

Akhirnya ada keberanian muncul dalam diriku. Aku permisi dengan kenalan yang duduk di sebelahku, dan dia bertanya ada apa. Aku bilang kalau barangku ada yang hilang, dan aku mau lapor ke polisi. Kemudian, seperti di awal ceritaku, aku meminta sopir mengarahkan bus ke kantor polisi. Tak lama setelah itu bus pun masuk ke halaman kantor polisi. Aku ditemani sopir kemudian melapor ke beberapa polisi yang sedang jaga.

Aku ditanyai polisi mengenai barang yang hilang tersebut dan siapa yang kira-kira aku curigai. Mengenai orang yang kucurigai susah untuk aku jawab. Mungkin orang di sebelahku, karena dia mungkin sempat melihat dan membaca gerak-gerikku yang sering memegang ransel bawaanku. Tetapi mungkin juga bukan dia. Seharusnya sewaktu di Sendang Wungu tadi semua penumpang harus turun, tidak boleh ada yang tinggal di dalam bus, seperti pengalamanku naik COYO terdahulu.

Polisi kemudian menyuruh semua penumpang keluar dari bus tanpa boleh membawa satu barang pun. Beberapa polisi langsung memeriksa para penumpang, terlihat polisi hanya fokus pada orang-orang yang tinggal di dalam bus sewaktu kami turun makan di Sendang Wungu tadi. Sementara itu beberapa polisi lain masuk ke dalam bus untuk memeriksa isi bus dan barang bawaan penumpang.

Kira-kira setengah jam kemudian aku dipanggil masuk ke ruang kepala polisi. Ternyata polisi telah berhasil menemukan amplop yang hilang tersebut. Aku kemudian disuruh memeriksa isinya. Tidak ada yang kurang, baik cincin maupun uangnya. Menurut polisi amplop tersebut diketemukan di bawah tempat duduk sepasang suami-istri dan bayi mereka. Tapi menurut kepala polisi sepertinya bukan mereka yang mencuri, tapi pencuri sesungguhnya mungkin ketakutan dan melempar hasil curiannya di bawah tempat duduk mereka karena tahu mereka juga tidak turun makan sewaktu di Sendang Wungu.

Aku dapat memahami kemarahan suami-istri itu padaku, karena mereka telah menjadi fokus pemeriksaan polisi sewaktu di kantor polisi tadi, apalagi barang tersebut diketemukan di bawah kursi mereka. Walau aku sudah meminta maaf, tapi sampai mereka turun di Gresik pun mereka masih tetap marah padaku. Tuhan, ampunilah aku, bukan kesengajaanku melukai hati mereka.


Lihat Selengkapnya...

22 Januari 2009

Andai Bill Gates Jadi Presiden RI


Pendiri sekaligus pemilik Microsoft, Bill Gates, akhirnya memutuskan mundur dari aktifitas rutinnya di Microsoft. Pengunduran diri Bill Gates resmi terhitung mulai tanggal 27 Juni 2008 lalu. Ini dilakukannya agar ia bisa bekerja penuh di yayasan sosial yang didirikannya. Gates akan memusatkan perhatian pada Bill & Melinda Gates Foundation miliknya. Yayasan ini bergerak di bidang penelitian vaksin baru serta isu pendanaan usaha mikro di negara-negara berkembang.

Yuuk, kita berandai-andai jika Bill Gates diangkat menjadi presiden Indonesia, apa kira-kira yang akan dilakukannya. Di bawah ini tersusun 13 hal yang mungkin dilakukannya, dan daftar ini tentu saja bisa berkembang lagi sesuai keperluan menurut situasi dan kondisi nanti.

  1. Setiap WNI wajib mempunyai alamat e-mail di Hotmail, dan alamat e-mail tersebut tercantum di dalam KTP.

  2. Bahasa pengantar resmi di sekolah-sekolah adalah Visual Basic.

  3. Istilah RUU akan dirubah menjadi Undang-Undang Beta Ver. dan UU yang sudah disahkan DPR menjadi UU Final Retail Ver.

  4. Setiap keputusan presiden dan keputusan menteri akan diberi Certificate of Authenticity berikut serial number-nya

  5. Sidang-sidang kabinet dan parlemen cukup lewat MS NetMeeting, tidak perlu lagi ke Bina Graha atau Senayan, jadi tidak perlu lagi ada uang menghadiri sidang. Serta dapat mengurangi kemacetan jalan di Jakarta.

  6. Untuk menghentikan demo mahasiswa cukup tekan Alt + F4, dan untuk menghentikan kerusuhan cukup tekan Ctrl + Alt + Del.

  7. Sebutan untuk Menristek akan diubah menjadi MenSoftTek.

  8. Bill Gates akan melengkapi pemerintahannya dengan Firewall agar tidak terjadi lagi ancaman-ancaman dari virus korupsi seperti Buloggate, serta ancaman keamanan lainnya.

  9. Menggunakan software lain selain Microsoft bisa dianggap illegal operation, dan akan dijerat dengan pasal- pasal subversi.

  10. PT Kantor Pos Indonesia akan diubah menjadi PT Hotmail Indonesia.

  11. Televisi kita akan dilengkapi dengan screen saver dari Windows.

  12. Seluruh peralatan elektronik di rumah dan di kantor akan dilengkapi dengan feature Plug and Play, diminta atau tidak.

  13. Si Bill mungkin akan mengusulkan agar FreeCell, Heart, Solitaire, Pinball dan Minesweeper dipertandingkan dalam PON.

Lihat Selengkapnya...

21 Januari 2009

Air Terjun Niagara


Ketika Ruddy menunjukkan foto-foto keluarganya sewaktu berlibur di Niagara Falls, aku teringat kembali dengan poster besar Air Terjun Niagara yang sangat indah yang kutempelkan di dinding kamar kosku. Poster itu berukuran sekitar 120 cm x 90 cm. Istriku mendapatkannya dari teman kosnya, Lita, sewaktu kami berdua tinggal dan bekerja di Surabaya (1986). Kemudian setelah kami menikah dan mengontrak rumah sendiri, poster Niagara Falls tersebut kutinggal dan kubiarkan tetap menempel di dinding kamar kosku di Jalan Kedung Anyar II, Surabaya.

Bertahun-tahun kemudian, tiba-tiba timbul penyesalan di hatiku karena aku telah meninggalkan poster Niagara Falls yang sangat indah itu di dinding kamar kosku. Ketika aku sudah tinggal dan bekerja di Denpasar (1999), akses internet bukan lagi sesuatu yang mewah. Selain di kantor, di rumah, warung-warung internet pun sudah menjamur di kota Denpasar. Aku beberapa kali mencari foto Niagara Falls yang mirip dengan posterku dulu itu, tetapi aku tidak berhasil menemukannya. Ada puluhan ribu foto Niagara Falls di internet!

Kemarin, 19 Januari 2009, aku coba searching lagi dengan menggunakan Google, tetapi kali ini aku mengunakan advanced search Google. Dengan mempersempit kriteria pencarianku, hasil pencarian berkurang dari 882.000 menjadi 12.500. Kali ini aku benar-benar beruntung, karena aku menemukan yang kucari, walau tidak sama persis, tapi sudah sangat mirip. Ini berkat kecanggihan mesin pencari Google, yang tidak terdapat pada mesin pencari lain. Tak heran kalau ini membuat Google semakin jauh di depan meninggalkan lawan-lawan seniornya.

Hm, walau sudah lama aku bercita-cita ke Niagara Falls, namun sampai sekarang aku belum bisa ke sana. Sewaktu kumpul-kumpul dengan Ruddy dan Nursari, secara guyon aku bilang aku sudah pernah ke sana, tapi lewat mimpi dan ...Google Earth. Ruddy terbahak ketika aku mengatakan ini. Aku juga pernah menyaksikan Niagara Falls secara live melalui webcam dari salah satu situs di internet.



Niagara Falls, coba tebak mana foto yang terbaru?
Foto kiri lebih mirip dengan poster yang pernah kumiliki


Lihat Selengkapnya...

20 Januari 2009

Cewek Blonde dan Pengacara


Ini cerita cewek blonde (wanita bule berambut pirang), wanita yang sering kali dianggap bodoh di negara Barat.

Pada suatu hari di dalam pesawat dari San Francisco menuju Bali, seorang pengacara yang menganggap dirinya pintar menantang cewek bule yang duduk di sampingnya bermain tebak-tebakan. Si cewek berkali-kali menolak, tapi untuk mendapat perhatian dari si cewek, si pengacara memberi tawaran yang cukup menarik. Bila si pengacara tidak bisa menjawab teka-teki dari si cewek, dia akan membayar US $10,000 sedangkan kalau si cewek tidak bisa menjawab pertanyaan si pengacara, si cewek cukup membayar US $5. Si cewek blonde akhirnya setuju menerima tantangan si pengacara itu.

Pertanyaan pertama dilontarkan oleh si pengacara kepada si cewek blonde.

Pengacara: “Berapakah total uang anda kalau Anda berinvestasi di bank yang membayar 5.5% per bulan bila anda mempunyai simpanan US $25,000?”

(Sudah tentu si blonde itu tidak tahu jawabannya...)

Cewek Blonde: “Tidak Tahu”

(Terus dia mengeluarkan US $5 dari sakunya untuk membayar pada si pengacara. Sekarang gantian si cewek blonde yang bertanya).

Cewek Blonde: “Binatang apa yang kalau naik ke gunung berkaki empat dan turun dari gunung berkaki tiga?”

Si pengacara sekarang mulai terkejut dan takut. Dia buka internet pakai Google untuk cari jawabanya tapi tidak berhasil. Dia pun mulai berkeringat dingin karena dia tahu dia bakalan kalah. Setelah berjam-jam mencari jawaban, akhirnya dia menyerah dan membayar US $10,000 ke cewek blonde tersebut. Saking penasaran dia bertanya sama si cewek blonde itu.

Pengacara: “Binatang apakah itu?”

Cewek Blonde: “Saya juga tidak tahu jawabannya. Ini $5 lagi untuk anda!”



(Kiriman: Ruddy Soehartono, USA)


Lihat Selengkapnya...

19 Januari 2009

Musim Dingin yang Sangat Dingin


Waktu itu musim gugur, seorang suku Indian pada daerah terpencil bertanya pada kepala suku mereka yang baru. "Wala-wala chimo-ela suma totangka obuawachi?" yang artinya, "Kepala suku, apakah musim dingin kali ini akan sangat dingin atau seperti biasanya?"

Karena kepala suku ini sudah modern, dia tidak pernah belajar meramal cuaca dengan cara-cara kuno lagi. Ketika melihat ke atas, ia tidak dapat mengatakan bagaimana nantinya keadaan cuaca. Meskipun begitu, supaya aman, ia mengatakan bahwa musim dingin nantinya akan terasa dingin, sehingga ia menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan musim dingin.

Namun setelah beberapa hari, muncul idenya untuk menelepon Layanan Perkiraan Cuaca, dan menanyakan, "Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin atau tidak?"

"Kelihatannya musim dingin kali ini akan sangat dingin," kata petugas di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut. Kemudian kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan.

Seminggu kemudian dia menelepon kembali Layanan Perkiraan Cuaca. "Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin?" "Ya," jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, "musim dingin kali ini akan sangat dingin!"

Kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu dan ranting pohon yang mereka temukan.

Dua minggu kemudian dia menelepon kembali dan bertanya, "Apa anda yakin bahwa musim dingin kali ini akan sangat dingin?"

"Pasti," jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, "kelihatannya akan jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah ada."

"Kenapa Anda begitu yakin?" tanya kepala suku.

Pria itu menjawab, "Karena para suku Indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang gila-gilaan!"


Lihat Selengkapnya...

18 Januari 2009

Tokoh Kartun si Johnny


Melihat buku teka-teki silang yang dibeli istriku dari Pasar Modern BSD, aku terpaku pada beberapa kartun si Jon yang ada di halaman dalam buku itu. Si Jon atau si Johnny adalah tokoh kartun yang dulu begitu top dan muncul di hampir semua majalah dan surat kabar yang terbit waktu itu (1970-an s.d. 1980-an), antara lain: majalah Stop, Detektif & Romantika, Senang, Selecta, Varia, Ultra, dan koran Berita Buana, Waspada, dan Analisa. Tak kurang dari 10 harian dan 20 majalah sering memuat kartun Johnny. Ironisnya, sebagian besar dari koran dan majalah tersebut sudah punah terkena seleksi alam atau dibredel.

Tokoh kartun si Jon atau si Johnny tersebut adalah rekaan dari kartunis Johnny Hidayat. Johnny Hidayat yang memiliki nama asli Arifin Hidayat lahir di Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, 8 Agustus 1942. Ciri dari tokoh kartun si Jon atau si Johnny adalah lelaki kurus, botak dan berhidung panjang seperti Petruk, punakawan dalam pewayangan. Dia suka mengenakan jas dengan dasi kupu-kupu. Di saat lain, tokoh Johnny mengenakan kaus motif garis-garis horizontal hitam-putih, layaknya baju penjahat atau tahanan.

Walau waktu itu aku masih duduk di SD dan SMP, aku suka sekali dengan tokoh kartun ini. Si Jon atau si Johnny dikenal penuh akal dan agak nakal. Jon sering melempar kritik sosial yang mengena dan sekaligus mengundang tawa. Menurutku belum ada tokoh kartun yang sehebat si Jon atau si Johnny. Sayang, nasib baik belum memihak Johnny Hidayat, tokoh kartunnya belum pernah diangkat ke layar kaca seperti halnya tokoh kartun Om Pasikom karya GM Sudarta, yang ditayangkan oleh TV7, April 2004 lalu. Mungkin dikarenakan hampir mustahil menemukan orang yang akan memerankan si Johnny yang berhidung panjang seperti Petruk atau Pinokio tersebut. Ha ha ha...




Lihat Selengkapnya...

16 Januari 2009

Osama Gertak Obama


Itu judul artikel di surat kabar Nonstop yang terbit hari ini, Jumat, 16 Januari 2009. Artikel itu tepat di bawah berita headline mengenai Dewi Persik yang berjudul Ranjang Dewi Digoyang Aldi, yang dicetak besar selebar halaman surat kabar itu. Jadi kesannya berita Osama dan Obama kalah penting dan kalah seru dibandingkan berita mengenai Dewi Persik dan Aldiansyah Taher.

Sejak awal aku memang berusaha menghindari penulisan mengenai hal-hal yang berbau politik, kriminal dan gosip. Bagiku lebih enak bercerita mengenai dunia yang indah, pengalaman masa lalu, persahabatan, wisata dan kuliner, semacam itulah. Tapi, entah kalau suatu hari aku sudah terjun ke dunia politik. Ha ha ha...

Aku tetap tidak tertarik membahas permasalahan politik di blogku ini. Aku hanya ingin membahas nama Obama dan Osama. Mengapa nama mereka bergitu mirip? Jumlah huruf dan lafalnya juga sama, hanya beda di huruf kedua. Dan mereka hidup di masa yang sama, walau beda generasi. Aku yakin ada rencana besar Tuhan di balik itu. Dari namanya saja seperti sudah tersirat sebuah kemenangan buat Obama (dalam pemilihan presiden Amerika Serikat November lalu). Apalagi kita tahu bahwa perjalanan karir Obama yang begitu mulus, hampir tanpa hambatan, bahkan terkesan fantastis, seakan "mengejar waktu" untuk berhadapan dengan Osama.

Bila kamu sudah membaca buku When GOD Winks karangan SQuire Rushnell, di awal bab dua Rushnell menulis: "Hidup Anda bukanlah suatu kumpulan dari pengalaman acak yang membawa Anda bagaikan setangkai ranting yang hanyut di aliran sungai ke tujuan yang tidak diketahui. Anda adalah bagian dari sebuah rencana yang jauh lebih besar." Jadi aku percaya kemenangan Obama, yang namanya mirip dengan Osama, bukanlah sebuah kebetulan; tapi sebuah petunjuk, dari sebuah rencana besar Tuhan.

Entah Amerika Serikat sedang kualat atau mendapat berkah, presiden mereka sekarang, Barack Hussein Obama, seakan menyandang dua nama yang paling mereka benci selama ini, yakni: Osama bin Laden dan Saddam Hussein. Kebetulan saja? Menurut Rushnell tidak ada yang namanya "kebetulan saja", melainkan "kebetulan yang disengaja" oleh Tuhan sebagai isyarat untuk kita. Untuk membuka pemahaman kita Rushnell memberi ilustrasi sebagai berikut.

"Coba saja pikirkan. Jika Anda adalah Tuhan dan ingin berkomunikasi dengan manusia tanpa menggunakan suara manusia, bagaimana Anda melakukannya? Anda akan melakukan keajaiban-keajaiban kecil, bukan? Anda akan menciptakan keajaiban-keajaiban kecil, seperti kebetulan-kebetulan, yang membuat orang bertanya-tanya: 'Apa arti dari semua kejadian ini?' Itulah isyarat Tuhan."


Lihat Selengkapnya...

15 Januari 2009

Air Mancur


Daripada bisnis tipu-tipu, ayo, jualan jamu saja, siapa tahu bisa seperti perusahaan jamu Air Mancur. Air Mancur sekarang sudah merambah ke bisnis penerbangan. Tidak percaya? Ini ceritanya.

Adam Air, Lion Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, Air Asia, dan lain-lainnya ternyata terhitung pendatang baru jika dibandingkan dengan airline satu ini. Kejadian ini dialami teman saya sewaktu tinggal di Denpasar bersama orang tuanya.

"Kami sering nongkrong di warung jamu tradisional di dekat rumah kami. Pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk di warung jamu tersebut, datang sepasang bule ke warung yang kelihatan meriah itu. Bule kucel dengan ransel di punggung itu melangkah dengan penuh percaya diri menuju ke halaman warung jamu. Dalam hati saya bangga juga bahwa jamu tradisional kita sudah dikenal di mancanegara. Buktinya si bule pun mau mengunjungi warung jamu di Indonesia."

"Makin dekat ke warung langkah bule tersebut kelihatan makin ragu, namun tetap saja mereka mendekati kami. Setelah dekat, salah seorang
dengan wajah ragu bertanya kepada kami dalam bahasa Inggris, 'Do you have a direct flight to Jogja for tomorrow?'"

"Sekarang gantian kami yang bengong sambil saling berpandangan penuh tanda tanya. Bukannya kami tidak mengerti bahasa Inggris lho...! Kami cuma heran, kok si bule tanya tiket pesawat di warung jamu. Karena agak lama kami saling berpandangan dengan wajah aneh dan bingung, sekali lagi si bule bertanya untuk memastikan, 'Air Mancur is a domestic flight, isn't it?'"

"Oooh, kami mengerti sekarang. Wakkakakaaaak....!"


(Kiriman: Anwar Tan, Samarinda)

Lihat Selengkapnya...

14 Januari 2009

Ruddy Soehartono 3


Akhirnya aku dan Ruddy bertemu malam ini di Lippo Karawaci, di rumah kakak perempuannya. Pesawat yang ditumpangi Ruddy dari Balikpapan mengalami keterlambatan sekitar setengah jam, hingga kami baru bertemu jam 8.10 malam. Ruddy masih belum berubah, tampak masih seperti dulu. Rambut masih kelihatan hitam, belum banyak beruban. Katanya sih dia dan istrinya rajin mencabuti uban. Beda dengan aku yang sudah banyak beruban, jadi tidak mungkin dicabuti lagi, terpaksa disemir untuk menjaga penampilan... Ha ha! Istriku sering menyelutuki aku genit, padahal aku hanya merasa diri kusam bila terlihat banyak uban di kepala.

Kemudian aku ditawari makan gado-gado yang dibeli kakaknya tadi di food court Plaza Indonesia. Wah, gado-gadonya sungguh enak! Sewaktu makan Ruddy mengatakan bahwa dia sudah menelepon Nursari Perhan, yang katanya mau datang dan sekarang ada di Lippo Karawaci juga. Nursari juga teman sekelas kami sewaktu di SMAK dulu, di Samarinda. Aku lantas menelepon Nursari dan mendesaknya bertemu, karena rumahnya tidak jauh dari rumah kakaknya Ruddy. Dan kira-kira setengah jam kemudian Nursari datang bersama kedua anak laki-lakinya, Andi dan Christian.

Situasi makin ramai. Nursari menceritakan beberapa kelucuan yang dibuat Ruddy sewaktu di SMAK dulu, yang justru aku sendiri sudah tidak begitu ingat lagi. Ruddy memang masih lucu dan konyol seperti dulu. Aku bilang ke Nursari kalau aku sering mimpi Ruddy, tapi anehnya setiap mimpi Ruddy pasti ada Nelly, dan kalau aku mimpi Nelly pasti ada Ruddy. Ha ha! Nah, benar kan, Nursari juga tidak menyangka kalau Ruddy akhirnya menikahi Liby, cewek yang sering digodanya dulu! Sambil ngobrol Ruddy menunjukkan foto-foto keluarganya ketika mereka berlibur ke China dan Air Terjun Niagara. Ruddy memiliki dua anak perempuan yang berusia 16 dan 13 tahun. Kami pun menyempatkan diri berfoto bersama.

Aku pamit karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Masih ada 20 km perjalananku kembali ke BSD City, dan aku harus mampir ke Taman Beverly Golf untuk menjemput istriku, di rumah kakaknya. Nursari juga pulang bersama kedua anaknya. Malam yang indah buat kami. Thank you, God.




Ruddy Soehartono (paling depan)


Lihat Selengkapnya...

13 Januari 2009

Ruddy Soehartono 2


Pukul 10.27 pagi tadi aku menelepon Nelly di Samarinda, untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Nelly adalah salah seorang teman sekelasku di SMAK dulu. Nelly menyatakan keheranannya kok aku masih ingat dengan hari ulang tahunnya. Aku hanya bilang kalau aku selalu ingat hari ulang tahun teman-temanku. Aku tidak menceritakan kalau semalam aku mimpi dia. Tahun lalu, Januari 2008, aku mimpi bertemu dan menyalami Hariara Samosir yang berulang tahun, yang mana ternyata hari itu tepat hari ulang tahunnya Hariara. Tetapi yang mengejutkan, Nelly memberi tahuku bahwa Ruddy Soehartono saat ini berada di Samarinda!

Aku langsung minta bantuan Nelly untuk mendapatkan alamat e-mail Ruddy atau nomor teleponnya. Tak lama kemudian aku menerima sebuah SMS dari Herman Gunawan, juga seorang teman sekelasku di SMAK dulu, yang berisikan nomor hapenya Ruddy. Aku langsung menelepon Ruddy, namun tidak berhasil. Aku tahu sinyal dari "operator simpanse" itu buruk di beberapa lokasi di Samarinda. Setelah mencoba berulang kali, akhirnya berhasil juga. Wah, aku senang sekali bisa ngobrol dengan Ruddy lagi, walau sebentar-sebentar suaranya terputus-putus akibat buruknya sinyal operator kesayanganku tersebut.

Ruddy akan kembali ke Jakarta besok malam, Aku dan Ruddy merencanakan bertemu di Lippo Karawaci, di rumah saudaranya. Entah besok atau lusa baru kami bisa bertemu, mudah-mudahan saja tidak ada halangan untuk rendezvous tersebut. Lihat saja nanti cerita apa yang kudapat dari Ruddy setelah kami tidak pernah bertemu selama 27 tahun!

Ingat Nelly, ingat Ruddy, ingat kejadian di dalam kelas sewaktu di SMAK kelas dua dulu. Entah sebab apa, aku lupa, kunci sepeda motor Ruddy diambil Nelly dan dimasukkan Nelly ke dalam kantong bajunya. Ruddy memohon-mohon agar kuncinya dikembalikan, tapi Nelly menantang Ruddy kalau berani Ruddy mengambilnya sendiri di kantong bajunya. Tapi ternyata Ruddy tidak berani. Ruddy malah minta bantuanku, tapi tentu saja Nelly menolak. Aku bilang ke Ruddy, "Wah, andai saja itu kunciku, Rud, aku dengan senang hati mengambilnya dari kantong bajunya Nelly. Gitu aja ndak berani!"

Oh ya, terima kasih banyak buat Nelly atas kabarnya mengenai Ruddy Soehartono, sahabat kami di SMAK WR Soepratman dulu. Sayang semalam aku tidak dapat berkumpul bersama kalian dalam sebuah reuni kecil yang kalian adakan. Sekali lagi, selamat ulang tahun ya, Nel. Sukses selalu buat kamu.


Lihat Selengkapnya...

12 Januari 2009

Matter of Interpretation


Setahun yang lalu, Januari 2008, secara tak sengaja aku menemukan secarik kertas kecil berisikan sebuah tulisan yang kuketik rapi dengan mesin ketik manual 20 tahun yang lalu. Tulisan dalam kertas itu pernah kucari selama bertahun-tahun, terutama ketika aku tinggal di Denpasar. Juga ketika aku sudah di BSD City sini. Aku pernah mencari di internet, dan di berbagai buku di toko buku, tetapi tidak pernah menemukan satupun artikel di internet maupun buku-buku yang menulis kutipan dalam kertas itu. Aku jadi bertanya-tanya apakah itu murni tulisan temanku?

Aku membaca kutipan itu pertama kali di kantor CV Raya, Jalan Arjuna, Surabaya; sebuah perusahaan yang menjadi klien perusahaan tempatku bekerja; tepatnya di meja kerjanya Pak Akiong, salah satu staff di perusahaan itu. Kutipan itu kemudian kusalin dan kuketik kembali dengan rapi setibaku di kantor. Kertasnya sekarang telah berubah kecoklatan, walau kondisi kertasnya masih bagus. Herannya kertas ini kutemukan bukan di antara barang-barang milikku, tetapi bercampur dengan barang-barang lain milik istri dan anak-anakku, dalam sebuah amplop.

Jadi penasaran ya, apa tulisan atau kutipan dalam kertas itu?


MATTER OF INTERPRETATION
(My Boss and I)

When I take a long time, I am slow
When my boss takes a long time, he is thorough

When I don't do it, I am lazy
When my boss doesn't do it, he is too busy

When I do something without being told, I am trying to be smart
When my boss does the same, that is initiative

When I please my boss, I am apple-polishing
When my boss pleases his boss, he is co-operating

When I do good, my boss never remembers
When I do wrong, he never forgets

"That's life! In the office, right or wrong, he is still the boss."


Banyak buku-buku manajemen yang membahas tentang bos yang baik dan bos yang jahat, tapi aneh tidak satupun buku-buku tersebut memuat kutipan di atas. Sewaktu bekerja di Denpasar sebenarnya aku ingin sekali menempel kutipan ini di ruang kerjaku - biar dibaca oleh bosku, tetapi aku tidak menemukan catatan ini, dan mencari di internet pun tidak ketemu. Aku hanya mengingat beberapa kalimat yang tidak utuh. Aku juga penasaran mengenai sumber asli kutipan ini dan siapa penulisnya.


Lihat Selengkapnya...

11 Januari 2009

Lelaki Bangsat


Seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Tomi, seorang pakar kejiwaan.

"Dokter, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada kalanya saya rasa saya keterlaluan, tapi ada kalanya juga saya rasa saya memang patut memanggilnya seperti itu."

"Hmm.. panggilan itu memang hinaan yang agak melampaui batas untuk seseorang, tapi mungkin kamu punya alasan tersendiri sehingga kamu memanggilnya demikian. Ceritakanlah kepada saya agar saya dapat membantu."

"Ya, memang ada. Pada suatu malam kami berduaan dalam mobil di tepi pantai. Dia pegang tangan saya."

"Dia pegang tangan kamu seperti ini?" dr. Tomi memberi contoh.

"Ya. seperti yang dokter lakukan."

"Kalau hanya ini, tidak sepatutnya dia dipanggil bangsat dong. Itu tandanya dia tidak mau berpisah dengan kamu."

"Kemudian dia merapatkan badannya pada saya dan memeluk bahu saya."

"Dia lakukan seperti inikah?"

"Ya, seperti inilah dia peluk saya, dokter."

"Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau senantiasa berdampingan dengan kamu," kata dr. Tomi.

"Kemudian dia mencium saya..."

"Dia mencium kamu seperti ini?"

"Ya. Ciumannya sama seperti yang dokter lakukan."

"Kalau sekadar ciuman seperti ini, masih belum boleh dipanggil bangsat dong, itu tandanya dia sayang kamu, toh?"

"Kemudian dia memasukkan tangannya ke dalam baju saya dan meraba-raba buah dada saya, dokter."

"Apa dia melakukannya seperti ini?"

"Ya, seperti yang dokter lakukan, seperti inilah cara dia memperlakukan saya."

"Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau membelai dirimu."

"Kemudian dia menanggalkan semua pakaian saya satu persatu."

"Apakah kamu menolak tindakannya?"

"Tidak, saya merelakannya sebab saya sangat sayang padanya."

"Dia tanggalkan pakaian kamu seperti ini?"

"Ya, sampai saya telanjang bulat seperti ini, dokter."

"Itu masih belum layak dipanggil bangsat, karena dia sebetulnya ingin mengenali diri kamu seutuhnya."

"Kemudian dia mencumbui saya lalu melakukan hubungan seksual dengan saya, Dok."

"Dia melakukan seperti yang kita lakukan inikah?"

"Ya, memang begitulah yang dia lakukan ketika itu."

"Hmm, itu juga masih belum boleh dipanggil bangsat. Itu tandanya dia memerlukan kamu dong!"

"Tapi, kemudian dia memberitahu saya bahwa dia sebenarnya mengidap AIDS."

"HAH?? BRENGSEK!! DIA MEMANG BANGSAT!! BANGSAAATTT!!!! LELAKI BAAANGSAAAAAAAATTTTTT...!!!!!!"


Lihat Selengkapnya...

10 Januari 2009

Sebuah Kehidupan Sederhana


Hidup sederhana, dengan pembawaan yang selalu tenang dan santai, itulah profil Om Hartono, adik mamaku. Tinggal di sebuah desa kecil bernama Desa Sumberayu (Sumberberas), di Kecamatan Muncar, Banyuwangi; om benar-benar menikmati hidupnya di desa, tak sedikitpun tersirat keinginannya untuk hijrah ke kota, meninggalkan desa kelahirannya. Entah kenapa, aku selalu berkata pada diriku kalau aku seharusnya menjalani hidup seperti Om Hartono...

Bila aku berkunjung ke rumah om, om sering terlihat duduk di beranda warungnya. Santai, nyaman, tak ada desakan atau tekanan, serta tak ada kesibukan yang menggila seperti orang-orang kota. Om menjalani hidup apa adanya, tidak muluk-muluk, tanpa obsesi besar; lebih tepatnya om menikmati hidup yang mengalir bagai air. Dari beranda warung om dapat memandang hamparan sawah di depannya yang hijau atau yang sedang menguning, serta sesekali menyapa teman-temannya yang kebetulan lewat. Om punya warung yang letaknya persis di sebelah rumah. Warung itu menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti: beras, gabah, jagung, kedelai, gula, teh, kopi, odol, permen, mi instan, dan sebagainya.

Inilah kehidupan sederhana yang kurindukan dan kuimpikan. Jauh dari tuntutan dan tekanan hidup. Kalau aku diberi pilihan lagi, aku ingin menjalani kehidupan sederhana seperti Om Hartono dan Tante Samini, istri om. Atau menjadi seorang nelayan yang hidup di tepi pantai. Apa aku tidak berbahagia dengan kehidupan sekarang sampai aku mengimpikan sebuah kehidupan yang berbeda? Aku pikir Om Hartono adalah manusia yang paling berbahagia di dunia, karena Om Hartono dapat menjalani hidup seperti apa yang diinginkannya.

Kamis kemarin, 8 Januari 2009, aku bertemu dengan Tante Indriati dan Tante Samini. Mereka berdua datang ke Jakarta dan tinggal di rumah adik sepupuku, Christanty, di Bintaro. Mereka berdua sudah tiba di Jakarta sehari sebelumnya. Aku senang banget bisa bertemu dengan mereka berdua, dan kami ngobrol lama di rumah Christanty, kemudian berlanjut ke kolam renang karena Chris dan anak-anaknya mengikuti kursus renang di Damai Indah Golf, BSD City. Di kantin yang letaknya di samping kolam renang, aku menunjukkan tulisanku tentang diri Tante Indriati di blog ini.

Dalam obrolan kami kemarin aku juga menyampaikan kehidupan sederhana yang kuimpikan itu. Oleh Chris aku disuruh pindah saja ke Desa Sumberayu, dan meneruskan hobiku menulis di sana. "Mungkin suatu hari," aku mengamini.


Lihat Selengkapnya...

09 Januari 2009

Istri Sempurna


"Saya cemas jangan-jangan istri saya sudah tidak mencintai saya lagi," keluh seorang suami pada seorang penasihat perkawinan.

"Apakah dia mulai cuekin anda?" tanya si penasihat.

"Tidak sama sekali," jawab si suami. "Dia selalu membukakan pintu rumah buat saya sambil memberikan ciuman hangat dan membawakan kopi panas. Baju saya selalu disetrikanya. Dia juga pintar masak, pintar menata rumah, pintar jaga anak-anak. Dia tidak pernah mengeluh kalau saya mengganti channel televisi, dan dia juga tidak menolak kalau diajak berhubungan intim dengan gaya-gaya yang aneh."

"Kalau begitu, sebenarnya tidak ada masalah, dong?" si penasihat perkawinan bertanya keheranan.

"Mungkin saya yang terlalu sensitif," jawab si suami, "tapi malam itu, ketika dia pikir saya sudah tertidur, dia berbisik di telinga saya 'kapan kamu mati, keparat?'"


Lihat Selengkapnya...

08 Januari 2009

Pantai Senggigi


Pantai Senggigi adalah pantai yang sangat terkenal di Lombok. Aku pertama kali mendengar keindahan pantai Senggigi ketika aku masih tinggal di Surabaya, yaitu sekitar tahun 1986-1990, dari seorang klien perusahaan tempatku bekerja. Katanya pantai Senggigi itu sangat indah, bersih dan masih perawan. Aku tak menyangka, kira-kira 15 tahun kemudian aku telah berada di pantai yang terkenal itu, pantai Senggigi. Tapi anehnya, aku tidak terkesan!

Apakah pantai Senggigi itu telah berubah dalam kurun waktu 15 tahun sejak aku mendengar namanya untuk pertama kali? Aku merasa pantai Kuta, pantai Nusa Dua, pantai Bualu dan Dreamland yang ada di Bali masih jauh lebih indah dari pantai Senggigi. Maaf, ini pendapatku pribadi lho. Kalau ada yang tidak sependapat, tidak menjadi masalah, kan? Tapi satu yang tidak dapat kusangkal, pantai Senggigi tampak sangat indah dan menawan bila dilihat dari kejauhan atau ketinggian; seperti yang kami lakukan dari Tanjung Krandangan (Karangdangan), kira-kira satu setengah kilometer barat laut pantai Senggigi. Di sini terdapat tempat beristirahat dan melepas dahaga.

Mungkin keperawanan pantai Senggigi sudah sirna. Sekarang banyak turis yang ke Lombok berbondong-bondong berlibur ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitar pulau Lombok, seperti: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Aku sedikit menyesal karena tidak sempat ke pulau-pulau kecil tersebut padahal kami sudah berada di tempat penyeberangannya di Bangsal, Pemenang, Lombok. Dari tempat penyeberang ini kami dapat melihat pulau-pulau kecil tersebut di kejauhan.

Waktu itu begitu banyak turis yang akan menyeberang ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, hingga membuat antrian yang sangat panjang, dengan kondisi perahu yang terbatas. Kebanyakan turis waktu itu berasal dari Jepang dan Taiwan. Hal itu membuat keluarga om-ku kuatir kalau-kalau kami nanti akan terlambat kembali ke hotel untuk checkout, karena memang kami berencana kembali ke Denpasar sore itu dengan ferry. Tentu hal ini membuat aku sedikit kecewa. Itu terakhir kalinya aku berkunjung ke Lombok bersama om, tante dan saudara sepupuku di tahun 2005.


Lihat Selengkapnya...

07 Januari 2009

Perjalanan ke Lombok


Entah sudah berapa kali aku ke Lombok, minimal ada tujuh kali. Aku selalu pergi bersama teman-temanku, baik dengan naik mobil maupun naik sepeda motor. Banyak teman-teman lain yang kaget bila aku bilang kalau aku pergi ke Lombok naik motor. Padahal perjalanan darat ke Lombok itu dekat sekali, malah tidak sejauh perjalanan darat dari Samarinda ke Balikpapan. Yang membuat jarak Lombok dan Bali itu jauh adalah laut yang memisahkan kedua pulau tersebut. Kita tidak perlu mengendarai motor di laut kan?

Perjalanan laut dari Bali ke Lombok atau sebaliknya rata-rata lima jam lamanya. Waktu yang paling cepat hanya empat jam, sedangkan waktu paling lama yang pernah kualami adalah enam jam! Lamanya perjalanan benar-benar bergantung pada cuaca yang kami hadapi. Perjalanan enam jam yang kualami tersebut dikarenakan ferry yang kami tumpangi diombang-ambing ombak yang tinggi dan angin yang berhembus kencang, di pagi buta lagi! Malam itu kami berangkat dari Padang Bai, Bali, jam 11 malam dan tiba di Lombok jam lima pagi. Saat di tengah laut aku masih sempat melempar guyon pada teman-temanku, "Tenang. Kita tidur saja. Paling-paling besok pagi kita sudah terdampar di Australia." Lumayan, guyonanku dapat mengurangi suasana tegang teman-temanku.

Setiap memasuki pelabuhan Lembar di Lombok kita akan melewati sebuah tanjung yang sangat indah yang berbentuk huruf L. Tanjung ini ditumbuhi beberapa pohon kelapa, di bawah pohon kelapa ini berdiri beberapa rumah nelayan yang sangat tenang dan nyaman. Aku bahkan pernah berangan bila suatu hari bisa mengunjungi rumah-rumah nelayan itu, tapi hingga hari ini belum kesampaian.

Setelah tiba di pelabuhan Lembar dan keluar dari area pelabuhan, kita segera akan mencium aroma udara yang khas, aroma dari kotoran kuda. Kotoran kuda itu berasal dari cidomo. Cidomo atau kadang disebut cimodok, adalah alat transportasi khas pulau Lombok yang menggunakan tenaga kuda, secara fisik kendaraan ini mirip dengan delman atau andong yang terdapat di pulau Jawa. Perbedaan utamanya adalah, alih-alih menggunakan roda kayu, cidomo menggunakan roda mobil bekas sebagai rodanya.

Dengar-dengar cidomo maupun cimodok merupakan singkatan dari cikar, dokar dan mobil. Sampai saat ini cidomo masih menjadi sarana transportasi utama di Pulau Lombok, terutama di daerah-daerah yang tidak dijangkau oleh angkutan publik dan daerah-daerah sentra ekonomi rakyat seperti pasar. Tapi sayang, penanganan kotoran kuda dari cidomo masih belum disadari dan ditangani dengan sungguh-sungguh. Tak mengherankan jika roda-roda sepeda motor atau mobil jarang bisa luput dari kotoran hewan ini.

Mudah-mudahan pemerintah daerah Lombok peka dan segera mengatur mengenai hal ini. Atau memang sudah dilakukan, maklum terakhir kali aku ke Lombok tahun 2005. Di daerah Jawa hal ini sudah lama diterapkan, yaitu setiap dokar, delman atau cikar harus memasang kantung di belakang hewan penariknya agar kotoran-kotoran hewan itu tidak langsung jatuh dan berhamburan di jalan.


Lihat Selengkapnya...

06 Januari 2009

Pulau Bunyu IV - Selamat Tinggal


Kisahku di Pulau Bunyu belumlah lengkap bila aku tidak menceritakan tentang alasan pengunduran diriku dari CV Bunyu Jaya, tempatku bekerja. Secara efektif aku hanya bekerja selama empat bulan di Pulau Bunyu, sebuah pulau yang sangat menyenangkan, hingga bertahun-tahun kemudian masih sering mampir dalam mimpi-mimpiku. Pulau yang memiliki aroma udara yang khas, seperti halnya Murung Pudak di Kalimantan Selatan, keduanya merupakan area eksplorasi dan produksi milik Pertamina.

Saat itu merupakan tahap finishing akhir Kantor Besar Pertamina yang kami bangun. Kelompok tukang batu yang dipimpin oleh Gito akan segera mengakhiri pekerjaan mereka di sana, sebagian besar anak buahnya waktu itu sudah bekerja di proyek lain. Pekerjaan terakhir yang harus mereka lakukan di Kantor Besar Pertamina adalah menutup bak-bak penampungan air yang terletak di halaman depan kantor tersebut. Total ada tiga bak penampungan air; dua masing-masing letaknya di ujung kanan dan kiri kantor, sedangkan satu bak lagi letaknya di tengah, dekat pintu utama.

Hari itu aku mendengar sebuah pertengkaran, aku mendekati, dan ternyata Gito sedang bertengkar dengan tukang poles lantai. Aku coba mengetahui permasalahan mereka, ternyata tukang poles tidak setuju dengan penutupan bak-bak penampungan air tersebut karena pekerjaannya yang memoles lantai memerlukan air. Hal itu dapat dimengerti oleh Gito, makanya Gito berniat menutup dua bak penampungan air dan menyisakan satu untuk keperluan memoles lantai, atau keperluan lainnya. Sedangkan tukang poles maunya semua bak tidak ditutup dulu karena akan merepotkannya mengambil air.

Bagi Gito alasan tukang poles itu mengada-ada, karena sejauh apa sih letak bak penampungan air itu kalau yang dua ditutup dan menyisakan satu yang ada di tengah, dan bagi Gito itu adalah bagian dari kontrak kerjanya yang sudah selesai. Kemudian aku, sebagai salah seorang pengawas, menyampaikan pendapatku bahwa kerja Gito sudah benar, dia harus menutup dua bak tersebut dan menyisakan satu bak; dan tukang poles boleh memilih bak mana yang tetap dibuka. Ternyata pendapatku ini makin membuat tukang poles naik pitam, dia menuduhku membela Gito, si tukang batu.

Tukang poles mengancam akan membunuhku dan Gito. Seketika dia berbalik ke pondoknya yang ada di belakang kantor besar tersebut, kemudian dia keluar lagi dengan membawa badik dan mengejar aku dan Gito, sambil berteriak-teriak hendak membunuh kami berdua. Tentu saja aku dan Gito lari tunggang-langgang menghindari tukang poles yang kalap itu. Untung keributan ini didengar oleh kepala tukang kayu dan beberapa anak buahnya, hingga kegilaan tukang poles itu dapat dihentikan.

Aku kembali ke mess, aku masih tidak menemukan kedua rekan kerjaku, yaitu si Pe'ang dan Koci. Sudah dua hari aku tidak bertemu dengan mereka. Sebenarnya aku mau melaporkan kejadian ini kepada mereka, terutama pada si Pe'ang yang merupakan pengawas utama pembangunan gedung Pertamina itu, sedangkan aku adalah pengawas material. Sampai menjelang malam pun mereka belum kembali. Aku keluar untuk makan malam.

Aku mampir ke kos Ismail, dan beruntung Ismail ada di tempat kosnya. Aku menceritakan kejadian yang kualami sore tadi kepada Ismail, dan meminta Ismail mengantarku ke dermaga besok pagi untuk kembali ke Tarakan. Aku bilang ke Ismail mengenai rencanaku untuk berhenti bekerja dan melaporkan kejadian ini kepada Pak Budi, bosku. Aku bukan takut dengan ancaman si tukang poles itu, tapi kejadian ini akan memukul kedua rekanku yang sering mangkir kerja. Mereka senior dan aku yunior yang baru lulus SMA, lebih baik aku yang mengalah. Aku dapat merasakan kesedihan Ismail.

Seperti yang bisa kuduga, Pak Budi marah besar ketika mengetahui kejadian itu dan berencana memecat kedua rekan kerjaku tersebut. Pak Budi juga membujukku untuk tetap bekerja dengannya. Ini posisi yang sangat dilematis buatku. Karena baik Pe'ang, Koci dan Pak Budi, ketiganya adalah sahabat karibnya om-ku. Aku tidak mau masalah ini kemudian merusak persahabatan mereka. Aku berharap setelah kejadian ini Pe'ang dan Koci bisa memperbaiki diri dan bekerja dengan lebih baik, dan aku juga tidak mau terus bekerja dan kemudian menjadi "baby sitter" bosku untuk mengawasi tingkah-laku mereka berdua, bila mereka diperbolehkan terus bekerja.

Sekilas alasan pengunduran diriku itu merupakan alasan yang dangkal. Tetapi, tentu aku punya beberapa alasan lain lagi yang menguatkan niatku untuk berhenti dari pekerjaan itu.

Lihat Selengkapnya...

03 Januari 2009

13 Enaknya Jadi Bawahan


Aku tertarik dengan sebuah e-mail lama yang ada di inbox-ku yang berasal dari keponakanku, Angela Luisa Selvy, tertanggal 26 Maret 2002, mengenai 13 Enaknya Jadi Bawahan. Isinya memang ada benarnya sih. Tetapi satu hal jangan dilupakan bahwa nasib kita sepenuhnya ada di tangan bos kita, jadi biar posisi kita enak, kita juga tidak aman. Lihat saja apa yang sedang terjadi di dunia sekarang ini, dimana-mana ramai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), padahal negara kita dan negara-negara lainnya hanya terkena imbas dari resesi ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat saat ini.

Ini dia, 13 Enaknya Jadi Bawahan. Komentarku dalam cetak miring, bukan asli dari e-mail Selvy.
  1. Tidak diminta teladan, karena teladan datangnya dari atasan.

    Setahuku memang begitu. Biar bawahannya rajin dan masuk kerja tepat waktu, tapi bosnya tetap datang siang. Ngga ngaruh tuh!

  2. Tidak perlu malu ke kantor naik bus kota.

    Tidak mungkin bos kita mau pakai bus kota, apalagi naik ojek waktu hujan jalanan becek. Kan dia sudah punya mobil!

  3. Tidak pusing mikirin gaji atasan.

    Bawahan biasanya cuma iri dengan gaji bosnya. Bos kelihatan santai-santai saja, tapi dibayar mahal, padahal semua pekerjaannya diselesaikan oleh bawahannya.

  4. Jarang kena gosip ada main dengan sekretaris pribadi.

    Memang sih yang sering kena gosip pasti bos dan sekretarisnya.

  5. Jarang ditelepon istri.

    Ditelepon hanya jika duit belanja habis.

  6. Gajinya sudah jelas, jadi gampang mengaturnya.

    Kadang pusing juga. Syukur-syukur habis bulan habis gaji. Tapi yang sering terjadi, belum habis bulan, gaji sudah habis duluan!

  7. Sewaktu-waktu bisa mendemo bosnya. Sampai saat ini, belum ada bos mendemo bawahan.

    Ya, iyalah... Karena bawahan ada Serikat Pekerjanya, sedangkan bos tidak punya Serikat Pemimpin Perusahaan.

  8. Waktu kerjanya jelas. Kalau kelebihan dianggap lembur.

    Kadang uang lembur juga tidak dibayar. Sementara istri di rumah mengira kita dapat uang lembur.

  9. Bisa menggosipi bosnya.

    Sebenarnya bos juga bisa menggosipi bawahannya, kalau mau. Dia hanya malu dicap tukang gosip.

  10. Bisa berharap suatu hari naik pangkat menjadi atasan. Namun bagi atasan, mimpi pun tidak berani untuk menjadi bawahan.

    He he he... Itu mah mimpi buruk!

  11. Nasib bawahan selalu menjadi perhatian pemerintah. Kalau bos belum pernah kan disinggung-singgung mengenai UMR-nya?

    Mestinya gaji para bos juga diatur dalam UMR, yaitu Upah Maksimum Regional! Jadi bos tidak seenaknya menentukan gajinya sendiri.

  12. Biasanya tahu skandal bosnya, tapi ngga berani ngomong. Sementara sang bos jarang yang tahu kisah asmara bawahannya.

    Berani ngomong, You're fired!

  13. Pokoknya, selama tidak ngomongin mobil mewah, rumah mewah, kolusi, surat sakti, dan penggelapan pajak, jadi bawahan ada enaknya.

    Ngga ikutan, ah! Takut diciduk KPK.

Wakkakakaaaak...


Lihat Selengkapnya...

02 Januari 2009

Terjebak di Dalam Lift


Ketika membezuk mama mertuaku yang diopname di rumah sakit Siloam, Lippo Karawaci, Senin sore lalu, 29 Desember 2008, aku mendengar cerita Elly - keponakanku - bahwa ia baru saja terjebak di dalam lift rumah sakit yang mendadak macet, tetapi tidak lama. Cerita Elly membuatku teringat dengan kejadian yang sama yang pernah kualami kira-kira dua puluh tahun yang lalu, ketika aku dan keluarga masih tinggal di Surabaya. Aku terjebak di dalam lift sebuah bank bersama beberapa orang sekitar 15 menit. Lima belas menit memang bukan waktu yang lama. Tetapi 15 menit di dalam sebuah ruangan tertutup yang sempit bersama beberapa orang, serasa bagai siksaan yang berlangsung berjam-jam!

Pagi itu aku pergi ke sebuah bank pemerintah di jalan Rajawali, Surabaya. Setelah memarkirkan kendaraan di basement bank tersebut, aku naik lift menuju ke lantai satu, bersamaku waktu itu ada empat orang. Tetapi baru saja lift bergerak, tiba-tiba lift berhenti dan lampu di dalam lift mati. Suasana dalam lift menjadi remang-remang karena hanya diterangi oleh sebuah lampu emergency kecil. Kami menunggu sampai listrik dari genset dinyalakan dan lift akan bergerak lagi.

Setelah satu menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda listrik akan menyala, aku coba menekan tombol emergency yang ada di dalam lift untuk memberitahukan petugas atau orang di luar bahwa kami terjebak di dalam lift. Lama kami tidak mendapat jawaban dari luar. Setelah mencoba sampai satu menit berikutnya baru kami mendapat respon. Dari suara yang keluar dari speaker yang ada di dalam lift kami diminta sabar, kami diberi tahu bahwa listrik mati dan masih ada masalah dengan genset.

Menunggu di menit-menit berikut membuat kami makin gelisah. Udara dalam ruangan mulai terasa panas, dan kami mulai berkeringat. Tentu persediaan oksigen dalam ruangan juga makin menipis karena dihirup beramai-ramai oleh lima orang. Sedangkan karbondioksida secara perlahan tapi pasti akan memenuhi ruangan dalam lift ini, dan membuat udara makin panas. Satu jam dalam ruangan ini pasti dapat membuat kami semua mati lemas.

Mendekati menit kesepuluh kami mulai merasa panik. Kami takut orang-orang di luar sudah melupakan kami yang terjebak di dalam lift, karena kami tidak mendengar ada tanda-tanda atau suara-suara dari luar kalau ada orang yang sedang menolong kami. Seorang bapak yang sudah tidak sabar dan kelihatan panik menekan tombol emergency lagi, dan kembali kami disuruh sabar menunggu. Ketika kami sampaikan kondisi kami di dalam lift, kami dijanjikan bahwa genset sebentar lagi akan selesai diperbaiki.

Menunggu lagi sampai tiga menit berikutnya saat pintu lift terbuka sangatlah menyiksa kami. Selain didera rasa ketidakpastian, kami makin lemas dan sesak napas. Napas kami makin cepat dan tak teratur, serta badan sudah basah oleh keringat. Ketika listrik dari genset menyala dan kami keluar dari lift, tidak ada seorang pun dari pihak bank yang menyambut kami, apalagi meminta maaf atas ketidaknyamanan yang kami alami tadi. Semua seperti biasa-biasa saja, semua seperti tidak tahu(-menahu) ...


Lihat Selengkapnya...

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.