31 Desember 2009

Gitu Aja Kok Repot - Mengenang Kelucuan Gus Dur


Akhir tahun 2009 ditutup dengan berita duka wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa dengan Gus Dur. Bangsa dan negara ini kehilangan seorang tokoh besar, seorang Putera Terbaik, Bapak dan Guru Bangsa, serta Presiden Republik Indonesia ke-4. Semoga amal ibadah serta baktinya pada nusa dan bangsa diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa. Amin.

Gus Dur dan humor tak bisa dipisahkan. Bisa jadi, dia adalah satu-satunya presiden di dunia yang sangat humoris. Di tahun 1999 sampai 2001, saat Gus Dur duduk di kursi RI-1, banyak sekali kisah lucu yang dituturkan orang dekatnya. Istilah "Gitu Aja Kok Repot" sangat terkenal saat itu. Inilah rekamannya yang disampaikan sejumlah orang, dan dikutip dari berbagai sumber.

  1. SINDIR POLISI
    Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. "Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (bekas Kapolri)." Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum.

  2. MUSNAHKAN PORNOAKSI
    Gus Dur kurang sependapat dengan tuntutan "Musnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena tidak sesuai dengan syariat Islam." Saat menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kita Raudlatul Mu'aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian porno.

    "Anda tahu, kitab Raudlatul Mu'aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, hahaha... Nah, kalau gitu, kitab itu cabul dong?"

  3. GUYONAN CHE GUEVARA
    Saat berkunjung ke Kuba, Gus Dur bertemu dengan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Castro yang mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar tidak terlalu membosankan, Gus Dur mengeluarkan jurus guyonan.

    Katanya, ada tiga orang tahanan dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberi tahu bagaimana mereka bisa sampai ada di situ. Tahanan pertama, "Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara." Che Guevara adalah pemimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

    Tahanan kedua geram, "Oh, kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!" Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tetapi, mereka segera teringat tahanan ketiga belum ditanya. "Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?" Tahanan ketiga menjawab dengan berat hati, "Karena saya Che Guevara..."

    Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyoan Gus Dur tersebut.

  4. PRESIDEN DAN PENYAKIT GILA
    Yang ini, masih humor Gus Dur di depan Fidel Castro. Gus Dur bilang semua presiden Indonesia punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno, gila wanita. Presiden kedua, Soeharto gila harta dan presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu. Sedangkan Gus Dur sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Castro pun meledak ketawanya.

    Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur bertanya, "Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?" Castro menjawab sambil tetap tertawa, "Saya termasuk yang ketiga dan keempat."

    Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tidak enak untuk menyebut Habibie dengan kata-kata gila, Gus Dur memodifikasi ceritanya. Kepada Habibie, Gus Dur mengatakan telah bercerita dengan Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.

    Itulah merupakan pernyataan Gus Dur yang bersahabat termasuk mengkritik dirinya sendiri sebagai presiden yang banyak bepergian ke luar negeri seperti berwisata.

  5. MADURA BANYAK AKAL
    Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.

    Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang dipergoki polisi melanggar rambu "Becak Dilarang Masuk". Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam, yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.

    "Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini," bentak pak polisi.

    "Oh, saya melihat, Pak. Tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Tidak kosong, berarti boleh masuk," jawab si tukang becak.

    "Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk," bentak pak polisi lagi.

    "Tidak, Pak. Saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa membaca, maka saya akan jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini," jawab si tukang becak sambil cengengesan.

  6. RADIO ISLAMI
    Ceritanya, ada orang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah. "Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?" tanya kawannya penasaran.

    "Pembohong! Gombal!" ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan. "Radio ini di Mekkah ngaji Al-Qur'an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio gini kok dibilang radio Islami."

    "Sampeyan tahu ini radio Islami dari mana?"

    "Lha... Itu bacaannya Al-transistor, pakai "Al".

  7. NEGARA FEDERAL
    Tahun 1999 terjadi kontroversi mengenai wacana negara kesatuan dan negara federal. Ketika itu Amien Rais berwacana memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. Ajakan itu mendapat tanggapan panas. Amien diserang habis lawan politik karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara.

    Ketika ditanyai kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa.

    "Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu aja kok repot," kata Gus Dur dalam wawancara eksklusif dengan sebuah stasiun televisi.

  8. TAK PUNYA LATAR BELAKANG PRESIDEN
    Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam interview salah satu televisi swasta mengatakan, "Waktu itu saya hampir menolak penunjukan diri saya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau Pertahanan," ujar Mahfud.

    Tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tak kalah cerdiknya. "Pak Mahfud, harus bisa. Saya saja menjadi presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok," ujar Gus Dur santai. Karuan saja Mahfud MD pun tidak berkutik. "Gus Dur memang aneh. Kalau ngga aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan," kelakar Mahfud.

  9. AIRPORT ABDURRAHMAN
    Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser NU. Ketika rombongan sudah berangkat ke Selorejo, sekitar 60 kilometer dari bandara, petugas Banser melapor pada poskonya melalui handy talky. "Halo, halo, rojer," kata Mas Banser. "Lapor: Abdurrahman Saleh sudah mendarat di airport Abdurrahman Wahid!"

    "Yah, kebalik," kata Gus Dur terkekeh-kekeh.

(Sumber: Rakyat Merdeka, Kamis, 31 Desember 2009)



"SELAMAT JALAN, GUS DUR....
TERIMA KASIH...."

Lihat Selengkapnya...

28 Desember 2009

Aku, Asma dan Bekatul


Awalnya aku ditawari seorang teman untuk mencoba bekatul dr. Liem yang dijualnya, dan iseng-iseng aku membeli 10 bungkus yang katanya bagus untuk mengobati beberapa penyakit seperti kencing manis (diabetes mellitus), sakit jantung, hipertensi, hiperkolesterol, gondok, kegemukan, sembelit dan ASMA!

Menurut mama asma yang aku derita dimulai sejak aku berumur 10-11 tahun, yaitu setelah kebakaran besar di Samarinda tahun 1973, yang meludeskan rumah dan toko kami di Jalan Pelabuhan. Kami menyelamatkan diri dari kebakaran tanpa sempat membawa barang apapun, selain pakaian tidur yang melekat di badan.

Kehilangan harta benda dan tempat tinggal membuat kami benar-benar jatuh miskin. Beruntung seorang kenalan papa yang murah hati memberi kami tumpangan gratis berupa sebuah rumah kayu kecil yang berkamar dua di Jalan Dermaga Gang Beringin. Persoalan lain mulai muncul, semenjak tinggal di rumah itu aku sering sakit-sakitan. Sakit Asma. Padahal, menurut mama, sebelumnya aku tidak pernah asma. Aku ingat betul selama satu tahun sekolah, aku ijin sakit sampai ada enam bulan. Tetapi aku selalu dapat mengejar ketertinggalanku dalam pelajaran, dan naik kelas.

Menurut orang pintar, seorang teman papa yang sering berkunjung ke rumah kami, rumah yang kami tempati itu katanya berenergi "buruk" karena ada "sesuatu" tersembunyi di atap rumah itu, dan beliau menasihati kami untuk segera pindah dari rumah tersebut. Tapi menurut aku sih mungkin karena rumah itu dibangun di atas tanah rawa sehingga memberi pengaruh buruk bagi kesehatan penghuninya. Karena, selain aku, adikku pun sering sakit walau tidak separah aku.

Entah sudah berapa banyak dokter yang merawat aku sedari kecil, dokter umum sampai dokter spesialis paru; dan entah berapa banyak pengobatan alternatif yang sudah pernah aku coba, tradisional sampai akupuntur; dan entah sudah berapa ratus jenis obat asma yang pernah aku konsumsi, obat resep dokter, ramuan, suntikan dan inhaler. Opname di rumah sakit pun sudah pernah aku alami. Intinya kata dokter asma tidak dapat sembuh total! Jadi sampai tua pun aku tetap harus mengonsumsi obat-obatan dan inhaler.

Hal ini membuat aku takut dan berpikir, mengonsumsi obat-obatan terus sampai tua sepertinya bukan sebuah solusi yang baik. Sementara tubuh makin lemah dan renta, tubuh terus dipaksa untuk "mencerna" obat-obatan yang keras yang notabene-nya terbuat dari bahan-bahan kimiawi. Belum lagi faktor biaya pengobatan yang makin hari makin mahal.

Sejak lima bulan lalu ketika pertama kali aku mengonsumsi bekatul dr. Liem, aku merasakan ada suatu perubahan dalam tubuhku. Tubuh terasa lebih fit. Dan... asmaku hampir tidak pernah kambuh! Dua-tiga kali memang mau kambuh, tetapi serangannya sangat ringan dan tak lama kemudian menghilang sendiri, atau menghilang tak lama setelah aku meminum bekatul. Sekarang aku tidak lagi mengonsumsi obat asma apapun atau memakai inhaler! Bagiku ini benar-benar sebuah anugerah.

Sekarang bukan hanya terus mengonsumsi bekatul, aku coba mengenalkan bekatul kepada teman-teman, keluarga dan banyak orang. Bekatul benar-benar merupakan anugerah Tuhan yang seharusnya melekat bersama nasi yang kita makan setiap hari. Tetapi kita condong memilih beras yang putih, bersih dan nampaknya enak untuk dimakan, dan kemudian dicuci bersih-bersih ketika hendak dimasak. Tetapi, tanpa kita sadari kita telah kehilangan sesuatu yang sangat beharga, yaitu BEKATUL yang sesungguhnya mempunyai nilai gizi dan kandungan vitamin, mineral dan serat yang sangat tinggi.

Semoga sharing ini bermanfaat. Salam sehat selalu.

Lihat Selengkapnya...

28 September 2009

Jaman Wis Kewolak-kewalik?


Pak Yan FT Xelo adalah seorang penulis aktif dan kreatif di milis BSD Society, sekaligus seorang yang sangat misterius. Tulisannya banyak digemari anggota milis, termasuk aku, tetapi jangan harap Pak Yan FT Xelo mau "menampakkan" diri. Sekarang beliau lebih senang menggunakan nama pena Yan Jastis.

Tulisan di bawah ini adalah salah satu tulisan beliau yang menanggapi artikel tentang bekatul yang aku kirim ke forum BSD Society. Mau dibuang sayang. Mau disimpan terus mubazir. Sudah minta ijin ke beliau untuk dimuat di blog ini tapi tidak dibalas.... Tetapi mudah-mudahan Pak Yan tidak keberatan, karena aku benar-benar sangat menghargai tulisan dan wawasan beliau. Selanjutnya, silakan simak sendiri tulisan Pak Yan di bawah ini, seperti apa adanya, tanpa ditambah atau dikurangi. Salam pembuka dan penutupnya sudah merupakan ciri khas atau trademark dari Pak Yan FT Xelo.

Hai, apakabar? Sudah makan?

Bener. Bekatul memang bernasib sangat malang dan inferior, cuma layak jadi pakan ternak. Tidak hanya ayam dan bebek, tapi juga ternak sedang dan besar. Tidak hanya bekatulnya saja, tapi juga dedek-nya sekalian.

Makanya, jaman dulu ayam kampung yang dikasih makan bekatul itu lebih sehat-sehat walafiat. Ndak gampang kena flu. Beda ama sekarang, dikasih makannya pelet seragam untuk masyarakat ayam secara masal pula. Sekali kena kontaminasi virus, langsung kena sakit semua: kompak-kampik seluruh masyarakat awam, eh, ayam di peternakan. Lha, pelet itu katanya sih pan untuk supaya si ayam lebih cepat gemuk, supaya cepet laik jual dengan cepat dan menghasilkan.... cwan, jeh!

Asosiasi orang, bekatul is identical to chicken feed. Ini sudah berlaku turun-temurun bergenerasi. Jadi memang sulit dirubah. Padahal itu pakan is good for human, too. Orang makin kaya, katanya makin pengen makan nasi yang putih, kinclong, mulus. Jadi beras dipoles habis lapisan kulit ari-nya. Bekatulnya dibuang percuma, sekarang dikomersilkan sebagai 'obat' sehat, bisa berharga mahal karena mata rantai perdagangannya terpaksa jadi manjang.

Kebalikannya, dulu limbah pemrosesan singkong yang biasa disebut onggok, cuma laik sebagai pakan ternak, sekarang naik ke meja makan dan masuk ke dalam mangkuk bakso: saus tomat dan sambal memakai subalan onggok karena teksturnya yang mirip-mirip bahan aslinya.

Begitu juga dengan pakan sapi dan bahan spiritus: tetes tebu. Karena sifatnya yang sama dengan gula merah, maka sekarang kecap juga dibuat dari tetes tebu. Waste dari proses pembuatan gula dari tebu.

Thanks to para pakar teknologi pangan: menemukan teknologi yang melulu menekankan sisi ekonomis dan praktisnya semata. Dampak kesehatan bagi tubuh manusia dalam jangka panjang, kadang terpaksa dikalahkan dulu. Sebaik-baiknya waste, tentu saja lebih baik bahan baku sebenarnya.

Jaman memang sudah terbalik-balik tak puguh (menentu), yang baik bagi manusia, justru diberikan kepada ternak. Yang mestinya buat ternak, sekarang dijadikan pakan orang. Orang bersaing dengan ternak, tentu saja ternak yang kalah. Tidak diselidiki dulu, mengapa ternak bisa hidup dengan waste, mungkin saja sistem pencernaan mereka beda toh?

Yang senang tentu saja ternak di Amrik sono.

Kabarnya, sekitar 60-70% produk kedele di sana, dijadikan pakan ternak: sapi dan domba. Lha, mereka memang semulajadi menanam kedele untuk pakan ternak sih. Manusia cuma kebagian 30-40% dan dari sisa itu, hampir semuanya dibeli oleh orang Asia, termasuk Indonesia untuk dijadikan bubur - tahu, dan dibusukkan (fermentasi) - tempe.

Kabarnya sekarang masyarakat Amrik mulai menggemari pakan yang dibuat dari kedele, selain soy bean cake aka tofu dan tempeh (pakai H, entah mengapa mereka mesti spell begitu) juga soy bean milk (susu sari dele). Itu pun, katanya konsumen-nya banyakan orang Asia yang mukim di sono. Penduduk asli sih sama sikapnya: ogah makan pakan ternak, jeh!

Tapi, ndak apa sih sebenernya.

Ayam dan sapi yang dikasih pakan orang itu, jadi sehat. Lantas mereka pada gilirannya pan ya jadi pakan orang. Ihwal bekatul yang secara alami ada menempel di beras, mungkin ada baiknya anda biasakan makan beras yang 'soklat' - brown rice. Harganya, mestinya lebih murah dari yang dipoles kinclong. Walau mungkin penampakan jadi agak inferior.

Brown rice adalah beras yang tidak atau sedikit dipoles saja. Itu kandungan bekatulnya masih banyak. Hanya saja, katanya sih beras dengan banyak lapisan bekatul tidak tahan lama. Begitu juga dengan bekatulnya. Kalau sampai ada campur tangan teknologi tangan orang untuk bikin bekatul lebih tahan lama, lalu bagaimana khasiatnya ya?

Wis ah, ngomongin makanan terus, jadi kempong maning (laper lagi), jeh!

Salam makan enak dan sehat,
Yan

Lihat Selengkapnya...

08 Agustus 2009

Bekatul: Makanan yang Menyehatkan


Salah satu bahan yang melimpah di negeri kita tetapi jarang ada yang tahu manfaatnya yang begitu besar untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit berbahaya yang banyak ditemui di negeri kita. Berikut ini ringkasan hasil penelitian dan tulisan dari Letkol TNI (Purn) dr. Yusuf Nursalim (dr. Liem) dalam buku berjudul: BEKATUL Makanan yang Menyehatkan.

Salah satu kandungan tinggi pada bekatul adalah vitamin B15. Vitamin ini sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. Gangguan jantung, kelenjar gondok, darah tinggi, dan sejumlah penyakit lain pun bisa diatasi.

Vitamin B15 memang belum dikenal masyarakat. Padahal, senyawa yang juga disebut pangamic acid ini memiliki banyak khasiat. Struktur kimia vitamin B15 adalah Glucono-dimethy-lamino-acetic-acid, ditemukan oleh Dr. Ernest T. Krebs, ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1952.

Meski awalnya temuan tersebut ditentang Food & Drug Administration (FDA) AS, Krebs dan teman-teman berhasil mengembangkannya secara diam-diam di Uni Soviet, selama lebih dari 10 tahun. Di Uni Soviet, saat itu vitamin B15 dikonsumsi secara luas dan untuk mengobati penyakit yang belum diketahui penyebabnya.

Penyakit yang diobati dengan vitamin B15, diantaranya diabetes melitus (DM), hipertensi, kolesterol tinggi, serta arteriosklerosis (perkapuran pembuluh darah). Vitamin B15 juga dimanfaatkan untuk mengatasi serangan jantung karena sumbatan pembuluh darah jantung, gangguan aliran pembuluh darah jantung, asma (bengek) dan penyakit hati (sirosis).


Penyakit Kota

Tertarik oleh data pharmaco physiologic effect vitamin B15, saya mencoba bekatul sebagai makanan tambahan dalam mengobati penyakit tertentu. Pertimbangan utamanya, vitamin B15 terdapat dalam jumlah melimpah di Indonesia dan murah harganya.

Bekatul sejak dulu telah dikenal luas, terutama oleh masyarakat di pedesaan yang terbiasa mengonsumsi beras tumbuk, yang masih mengandung 50 persen bekatul. Bahkan, bekatul sering dikonsumsi sebagai makanan tambahan yang sehat karena mengandung banyak vitamin.

Dulu, masyarakat di pedesaan yang telah berumur 60-70 tahun pun masih kuat mencangkul. Jarang ada penyakit DM, kolesterol, darah tinggi, atau jantung, yang biasa disebut penyakit orang kota. Sekarang?

Penyakit tersebut telah merambah hingga ke desa-desa. Menurut keyakinan saya, penyebab utamanya modernisasi telah masuk ke pelosok desa, sehingga penggilingan padi mini tersebar di mana-mana.

Tentang penyebaran penggilingan padi mini ini, saya pernah melontarkan kritik kepada pemerintah dalam tulisan di sebuah harian di Bandung pada tahun 1977. Apakah modernisasi tidak akan membawa akibat buruk kepada rakyat desa di kemudian hari? Saya yakin hal itu telah terjadi.


Mencoba Sendiri

Semula saya mencoba bekatul sebagai makanan tambahan selama satu bulan dengan dosis 30 gram atau 2 sendok makan penuh, setiap hari. Manfaat yang saya rasakan, buang air besar (BAB) lancar, badan lebih fit, dan tidak lekas lelah saat berolahraga.

Di tahun 1976 itu saya masih aktif sebagai dokter militer di Sekolah Calon Perwira (Secapa). Dengan seizin komandan Secapa, saya diperbolehkan memberikan makanan tambahan itu kepada para siswa. Hasilnya, mereka lebih sehat saat proses seleksi.

Jumlah siswa Secapa waktu itu kurang lebih 200 orang. Namun, saya hanya memberi makanan tambahan, dengan dosis 30 gram, kepada 1 pleton siswa (30 orang) untuk uji coba. Kesehatan ke-30 siswa itu diawasi oleh dr. Kuswaji dibantu oleh stafnya, dr. Alfred Tan dan dr. Darsono, dari bagian biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

Sebelum diberi makanan tambahan, tekanan darah sistolis mereka antara 100-170 mmHg, dengan angka rata-rata 100-130 (sistolis). Setelah tiga bulan, lebih dari 50 persen siswa menunjukkan penurunan sampai 20 (sistolis dan diastolis) angka.

Lebih dari 25 persen di antaranya turun sampai 90/60, tetapi tidak ada yang mengeluh pusing, malahan mereka merasa lebih fit. Melihat hasil tersebut, pemberian makanan tambahan dilanjutkan sampai 8 bulan. Hasilnya, tekanan darah sistolis tertinggi adalah 125.

Dr. Muchsin Doewes dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, pada 1979, meminta bekatul dari saya untuk diujicobakan pada tikus. Judul percobannya The Preventive Action of Rice Bran in Experimental Fatty Infiltration of the Liver, dengan hasil yang sangat mendukung konsumsi bekatul untuk kesehatan hati.

Dr. Muchsin menyatakan bahwa bekatul lebih baik dari vitamin B15 sintetis. Hal ini mungkin disebabkan masih ada zat-zat lain dalam bekatul yang menghasilkan efek lebih baik dalam percobaannya.

Bekatul mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15) dan dietary fiber (serat pencernaan). Konsentrasi vitamin B15 per 100 gram bahan: rice bran (beras) 200 mg, jagung 150 mg, havermut 100 mg, wheat bran (dedak gandum) 30 mg.

Dari berbagai penjelasan ilmiah tentang vitamin B15, yang paling penting cara bekerjanya, yaitu menyempurnakan metabolisme di dalam tubuh. DM, Basedov (gondok), kolesterol tinggi, merupakan penyakit akibat terganggunya proses metabolisme tubuh.

Pada DM yang tergantung insulin, pemberian bekatul tidak berpengaruh. Namun, ada 2 kasus dengan reaksi positif, yaitu insulin yang dipakai tiap hari berkurang, dari 40 jadi hanya 20 unit. Saya yakin, bekatul dapat merangsang sel-sel Langerhans di dalam panrkeas untuk membentuk insulin.

Di mana kita bisa mendapatkan vitamin B15? Dr. Krebs, telah mengisolasinya dalam rice bran (The Merck Index Seventh Edition hal 1099). Di Rusia, Jerman, Perancis, Jepang, Spanyol, dan Yugoslavia, ekstrak vitamin B15 itu telah beredar. Umumnya dalam bentuk garam sebagai kalsium (obat paten produksi pabrik farmasi) dengan harga mahal.

Vitamin B15 itu memang tidak beredar di Indonesia, tetapi mudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia dalam jumlah berlimpah, yaitu dalam rice bran atau dedak halus alias bekatul.


Cara Pemakaian

Berikut ini cara pemakaian bekatul berdasar pengalaman penulis selama lebih dari 25 tahun mengonsumsinya:

  1. Untuk menjaga kesehatan atau stamina: 30 gram sehari (15 gram di pagi dan sore hari) atau sekaligus 30 gram pagi. Campur dengan 1 gelas air panas atau air termos. Agar lebih enak, tambahkan gula merah, gula putih, gula obat (bagi penderita DM), susu, cokelat, sup, bubur kacang hijau, havermut, mi instan, santan kelapa, dan lain-lain.
  2. Untuk mengobati penyakit, dosis yang dianjurkan 2x1 sdm tiap pagi dan sore. Bila perlu dosis dapat ditambah 3x1 sdm tiap pagi, siang dan sore atau 2x2 sdm tiap pagi dan sore, atau 3x2 sdm tiap pagi, siang dan sore. Saya mengonsumsi 2x 2 sdm untuk kesehatan.

    Ingat, obat-obatan dari dokter harap terus diasup, Setelah 1-2 minggu, konsultasikan dengan dokter.
  3. Vitamin B15 yang diproduksi oleh pabrik farmasi, 50 mg per tablet. Dosis vitamin B15 untuk pengobatan berkisar 100-300 mg per hari.

Pengalaman Mengobati
  1. Penyakit Asma (Bengek)
    Dalam menangani penyakit asma, saya meresepkan obat-obatan yang umum diresepkan oleh rekan sejawat sambil menambahkan bekatul. Hasilnya sangat memuaskan. Mereka yang mengonsumsi bekatul secara teratur, penyakit asmanya tidak pernah kambuh atau bila kambuh hanya ringan saja.
  2. Penyakit Basedov/Hipertiroid (Gondok)
    Seorangibu datang berobat lima tahun lalu karena penyakit gondok (basedov) yang dideritanya. Kelenjar tiroidnya sangat besar. saya konsultasikan dengan internis, yang memberikan pengobatan propil thio uracil (PTU) dan neomercasol. Nyatanya, sudah 2 bulan pengobatan, tumornya tetap saja besar.

    Meski disarankan untuk operasi, pasien menolak karena takut. Untunglah ia mau mengasup bekatul selama beberapa bulan. Ternyata tumornya hilang total. Internis tersebut terperanjat saat melihat tumor si pasien hilang total.

    Setelah kejadian yang membuat saya terheran-heran itu, saya mengobati 2-3 pasien penyakit basedov (T3-T4 tinggi) dengan bekatul dan PTU (obat murah), lambat laun tumor mereka makin kecil dan hilang.
  3. Diabetes Melitus
    Seorang pasien pria datang dengan berat badan turun drastis dan kadar gula darah swaktu 400 mg%. Dia sudah impoten dan hanya punya satu anak. Saya meresepkan Glibenclamid 1 tablet sehari ditambah bekatul 3x1 sdm, disertai diet. Syukurlah kadar gulanya berangsur-angsur turun dan impotensinya sembuh, bahkan memperoleh satu anak lagi.
  4. Obesitas (Kegemukan)
    Bekatul berkalori rendah dan berserat tinggi, Untuk mengurangi obesitas, ikuti petunjuk berikut ini. Makan bekatul 3x1 sdm penuh per hari,. Setelah Anda bisa menyesuaikan diri, dosis boleh ditingkatkan. Pagi 3 sdm penuh, Anda sudah akan merasa kenyang. Siang makan nasi sedikit saja, kalau masih lapar, konsumsi buah-buahan dan sayur-mayur, boleh juga ditambahkan 2 sdm bekatul. Malam hari jangan makan nasi, makan saja buah-buahan atau ditambahkan 2 sdm bekatul.
  5. Kista Ovarium
    Sambil menunggu operasi dan mendapat obat dari dokter kandungan, boleh mencoba bekatul 3x1 sdm. Ada beberapa penderita kista (masih kecil, sebesar bola pingpong), setelah makan bekatul hilang total dalam beberapa minggu, termasuk anak saya yang kemudian bisa hamil.
Efek Samping
  1. Kadang-kadang terjadi diare pada permulaan konsumsi bekatul, tetapi selanjutnya akan biasa lagi. Kalau masih diare, kurangi dosisnya, misalnya setengah sdm tiap sore untuk penyesuaian.
  2. Kadang-kadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi), disarankan makan pepaya atau campur bekatul dengan agar-agar.
  3. Kadang-kadang muncul rasa mual pada penderita maag. Kepada mereka disarankan mengasup bekatul yang lebih encer dan jangan sekaligus, misalnya 1 sdm dicampur dengan 1 gelas air minum atau agar-agar. Dengan cara ini sakit maag akan berkurang, bahkan berangsur-angsur sembuh.
Sumber: BEKATUL Makanan yang Menyehatkan, Letkol TNI (Purn) dr. Yusuf Nursalim (dr. Liem) & dra. Zalni Yetti Razali, MPd. Penerbit: AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Pemesanan, info, reseller BEKATUL dr. Liem, hubungi: ANTON 081284898669 (Tel/WA/SMS). 
Lihat Selengkapnya...

17 Juli 2009

Other Jokes From USA


1. Oh, woman...

A middle-aged woman had a heart attack and was taken to the hospital. While on the operating table, she had a near death experience. Seeing God, she asked, "Is my time up?"

God said, "No, you have another 43 years, two months and eight days to live."

Upon recovery, the woman decided to stay in the hospital and have a face-lift, liposuction and tummy tuck. Since she had so much more time to live, she figured she might as well look even nicer. After her last operation, she was released from the hospital. While crossing the street on her way home, an ambulance killed her.

Arriving in front of God, she demanded, "I thought you said I had another 40 years? Why didn't you pull me out of the path of that ambulance?"

God replied, "Girl, I didn't recognize you...”


2. Mama's Bible

Four brothers left home for college, and they became successful doctors and lawyers, and prospered.

Some years later, they chatted after having dinner together. They discussed the gifts they were able to give their elderly mother who >lived far away in another city.

The first said, "I had a big house built for Mama."

The second said, " I had a hundred thousand dollar theater built in the house."

The third said, "I had my Mercedes dealer deliver an SL600 to her."

The fourth said, "You know how Mamma loved reading the Bible and you know she can't read anymore because she can't see very well. I met this preacher who told me about a parrot that can recite the entire Bible. It took twenty preachers 12 years to teach him. I had to pledge to contribute $100,000 a year for twenty years to the church, but it was worth it. Mamma just has to name the chapter and verse and the parrot will recite it." The other brothers were impressed.

After the holidays Mom sent out her Thank You notes.

She wrote: "Milton, the house you built is so huge I live in only one room, but I have to clean the whole house. Thanks anyway."

"Marvin, I am too old to travel. I stay home, I have my groceries delivered, so I never use the Mercedes. The thought was good. Thanks."

"Michael, you gave me an expensive theater with Dolby sound, it could hold 50 people, but all of my friends are dead, I've lost my hearing and I'm nearly blind. I'll never use it. Thank you for the gesture just the same."

"Dearest Melvin, you were the only son to have the good sense to give a little thought to your gift. The chicken was delicious. Thank you."

Luv Ya, Mama

(Kiriman Ruddy Soehartono, USA)

Lihat Selengkapnya...

21 Juni 2009

On The Plane


1. Air Force One

Bill, Hillary and Vice President Gore were on their way back to Washington on Air Force One, when Bill said, "I'd like to drop a $100 bill out of the plane and make one person very happy".

Hillary thought for a moment then replied, "I’d rather drop ten, $10 bills out and make ten people very happy".

To which Vice President Gore said, "I would drop a hundred $1 bills out and make a hundred people very happy".

The pilot then spoke up and said, "Why don't all three of you jump out and make 250 million people very happy?"

2. Smartest Man in the World

A doctor, a lawyer, a little boy and a priest were out for a Sunday afternoon flight on a small private plane. Suddenly, the plane developed engine trouble. In spite of the best efforts of the pilot, the plane started to go down. Finally, the pilot grabbed a parachute, yelled to the passengers that they had better jump, and bailed out.

Unfortunately, there were only three parachutes remaining. The doctor grabbed one and said "I'm a doctor, I save lives, so I must live," and jumped out.

The lawyer then said, "I'm a lawyer and lawyers are the smartest people in the world. I deserve to live." He also grabbed a parachute and jumped.

The priest looked at the little boy and said, "My son, I've lived a long and full life. You are young and have your whole life ahead of you. Take the last parachute and live in peace."

The little boy handed the parachute back to the priest and said, "Not to worry, Father. The 'smartest man in the world' just took off with my backpack."

(Kiriman Ruddy Soehartono, USA)

Lihat Selengkapnya...

05 Juni 2009

Semangkuk Bakmi Goreng


Pada malam itu Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"

"Ya, tetapi, aku tidak membawa uang," jawab Ana dengan malu-malu.

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu," jawab si pemilik kedai, "silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu."

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

"Ada apa, nona?" tanya si pemilik kedai.

"Tidak apa-apa. Aku hanya terharu,” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. "Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi! Tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri," katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."

Ana terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.”

Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah: "Ana, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang."

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.

(kiriman Ruddy Soehartono, USA)

Lihat Selengkapnya...

24 Mei 2009

Autograph Collector


Autograph Collector apa itu? Jujur saja aku baru mengenal istilah ini beberapa bulan lalu dari seorang teman yang baru kukenal di Facebook, namanya Debby Lukito Goeyardi. Dari alamat website yang ada di profilnya aku mengetahui bahwa Debby telah menulis sebuah buku yang sangat menarik berjudul Autograph Collector. Setelah mencari tahu dari sana-sini akhirnya aku tahu kalau Autograph Collector itu adalah kolektor foto dengan tanda tangan atau tulisan dari orang-orang terkenal. Sebuah hobi yang langka!

Aku teringat kembali ke masa lalu sewaktu duduk di bangku SMP ketika suatu hari aku menerima sebuah foto berbentuk kartu pos dari seorang artis penyanyi remaja yang sangat terkenal waktu itu, Dina Mariana. Di belakang foto Dina menuliskan beberapa kalimat perkenalan dan tentu disertai dengan tanda tangannya. Wah, ternyata dulu aku sudah menjadi seorang autograph collector juga ya? Ha ha ha! Kira-kira sebulan sebelumnya aku dan beberapa teman sekelas menulis surat ke Dina Mariana untuk meminta fotonya, alamat Dina kami peroleh dari sebuah majalah remaja, dan waktu itu kami semua memperoleh autograph dari Dina Mariana.

Tetapi apa yang dilakukan Debby ini sangat unik. Dia tidak mengoleksi autograph dari para artis penyanyi, bintang film atau selebriti lain di dunia hiburan, tetapi justru sasarannya adalah para negarawan dan petinggi negara di seluruh dunia, antara lain: Soeharto, Gloria Macapagal-Arroyo, Tony Blair, Paus Yohanes Paulus II, Dalai Lama, Bill Clinton, Hillary Clinton, Angela Merkel, Jacques Chirac, Ratu Elizabeth II, Chen Shui-bian, dan lain-lain. Total ada 150 lebih autograph tokoh dunia dan pejabat penting yang menjadi koleksi Debby hingga saat ini. Mengagumkan!

Tentu menarik untuk mengetahui bagaimana Debby kecil yang waktu itu berusia sembilan tahun dan masih duduk di bangku SD sampai bisa menekuni hobi mengumpulkan autograph seperti ini. Berawal ketika ayahnya yang seorang akuntan menunjukkan sebuah berita di koran lokal di Solo mengenai dua orang anak yang mendapatkan sepeda mini dari Presiden Soeharto setelah mereka menulis surat kepada Beliau. Apakah Debby juga mendapatkan sepeda seperti kedua anak tersebut? Sikap dan semangat yang pantang menyerah adalah nilai positif yang patut kita dan anak-anak kita pelajari dari seorang Debby.

Dalam buku ini Debby juga mengungkapkan banyak hal, seperti: trip dan trik kapan waktu yang tepat mengirim surat dan bagaimana menulis surat yang baik, menarik dan sopan; cara merawat koleksi autograph; pengalaman pribadi Debby terutama menghadapi penolakan-penolakan; dan yang paling penting adalah koleksi alamat-alamat para negarawan dunia
, tanggal lahir, dan tanggal mulai menjabat. Juga tak kalah penting, sambil menekuni hobi ini kita juga belajar berkorespondensi dalam bahasa Inggris yang baik dan benar.

Aku memiliki lima buah buku Autograph Collector, yang sudah ditandatangani Debby, yang ingin aku share dengan teman-teman yang berminat. Sudah pasti buku ini akan menjadi koleksi yang berharga, karena menjadi buku referensi pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini. Harga Rp 30.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Tentu saja, siapa cepat dia dapat.

Lihat Selengkapnya...

07 Mei 2009

Pindah Rumah Lagi


Walau ini bukan pengalamanan yang baru lagi, tetapi pindah rumah merupakan pekerjaan yang menguras pikiran dan tenaga. Memikirkannya saja dapat mengundang stres. Untung kali ini ada dua orang pembantu yang membantu kami untuk mengepak barang-barang rumah tangga. Pindah rumah yang kami alami di waktu lalu hampir seluruhnya kami kerjakan sendiri, kecuali saat diangkut ke rumah baru. Tiba-tiba muncul dalam pikiranku, "Berapa kali sudah aku mengalami pindah rumah sejak aku anak-anak hingga sekarang?"

Hitung-hitung ternyata aku sudah mengalami pindah rumah sebanyak 14 kali di lima kota yang berbeda! Rekorku dalam hal pindah rumah tidaklah menakjubkan dibandingkan dengan rekor mantan Presiden Amerika Serikat George Bush senior yang telah mengalami pindah rumah sebanyak 80 kali lebih, di lebih dari 33 kota yang berbeda, sepanjang hidupnya! Pastilah rekor ini sangat menakjubkan. Ha ha ha!

Minggu ini kami harus pindah. Kami akan pindah ke ruko di blok sebelah, masih dalam kompleks ruko yang sama. Karena ruko tempat kami tinggal dan usaha sekarang ini akan dikontrak oleh Bank BNI. Istilah kerennya terjadi tukar guling. Tengat waktu satu bulan yang diberikan Bank BNI sudah habis, dan kami sudah minta tambahan waktu seminggu lagi, karena pekerjaan renovasi di ruko 'baru' yang akan kami tempati belum selesai.

Sejak kecil hingga aku keluar dari Samarinda di tahun 1985 aku sudah mengalami pindah rumah sebanyak lima kali. Beberapa kali menjadi korban kebakaran besar di Samarinda benar-benar meludeskan harta milik kami dan membuat keluarga kami homeless, kami berubah menjadi kontraktor abadi (kontrak sana-kontrak sini). Di Surabaya, setelah aku sendiri berkeluarga, kami dua kali pindah rumah. Di Cirebon, tiga kali. Di Denpasar, dua kali. Dan di BSD City, hingga yang sekarang, dua kali. Jadi total 14 kali pindah rumah!

Ada beberapa hal yang selalu membangkitkan semangat kami dan membuat kami dapat mengalahkan perasaan berat dan stres kami sewaktu pindah rumah adalah pengalaman baru, lingkungan baru, suasana baru dan teman-teman baru yang akan kami dapat dan kami alami.

SEMANGAT!

Lihat Selengkapnya...

30 April 2009

Humor Para Dokter


MoU Dukun Ponari dan Dokter Agus

Ada kabar dari beberapa orang yang pernah berobat ke Ponari bahwa di depan rumah tempat Ponari melakukan praktik penyembuhan di Jombang, terdapat sebilah papan bertuliskan: BILA SAKIT BERLANJUT SEGERA HUBUNGI DOKTER AGUS.

Sementara itu, di tempat praktik dokter Agus di Tangerang ada tulisan yang serupa berbunyi: BILA SAKIT BERLANJUT SEGERA HUBUNGI PONARI.


Ingatan Dokter Kandungan

Seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan sedang berjalan-jalan di sebuah mal, ketika seorang wanita muda menyapanya. Dengan wajah heran sang dokter ahli kandungan mengangguk dan nyonya muda itu memperkenalkan diri, "Saya Ny. Anu, pasien dokter."

Suatu hari Ny. Anu datang untuk memeriksakan diri kepada dokter ahli tadi. Ny. Anu kemudian disuruh berbaring di tempat tidur dan membuka semua pakaiannya. Ketika dokter ahli tadi melihat bagian yang menjadi keahliannya, langsung saja ia bilang, "Ny. Anu ya?"

Wah, wah, wah, rupanya dokter kandungan tidak bisa mengenali pasien dari wajah-wajah pasiennya, tetapi....


Gara-Gara Viagra

Seorang wanita setengah baya mengunjungi seorang dokter. "Dok," katanya, "anunya suami saya payah, tidak bisa 'ereksi' sama sekali." Dokter balik bertanya, "Sudahkah suami anda mencoba Viagra?

"Oh.. belum, pasalnya suami saya selalu menolak dan bilang dia tidak perlu minum apapun, dia masih mampu. Tapi, Dok, saya rasa dia benar-benar membutuhkan obat itu," kata wanita itu.

"Baiklah, kalau begitu saya berikan anda sebotol pil ini. Agar suami anda tidak tahu, masukkan saja satu pil ini ke dalam kopi atau minumannya, dan tunggu saja apa yang akan terjadi," kata dokter itu.

Beberapa hari berselang, wanita itu datang lagi dan berteriak. "Dok, saya kembalikan barang berbahaya ini," katanya sambil melemparkan botol Viagra tersebut.

"Lho, kenapa? Saya pikir ini yang anda butuhkan," kata sang dokter.

"Ya, tentu saja saya membutuhkan hubungan intim, dan pil ini sudah saya masukkan ke dalam kopinya, setelah diminum kira-kira 15 menit kemudian dia langsung menelentangkan saya di meja makan, lalu melepaskan pakaian saya dan memcumbui saya."

"Nah, kalau begitu kan bagus," timpal dokter. "Apa yang salah?"

"Masalahnya piring-piring, gelas-gelas dan semua makanan yang ada di atas meja makan beterbangan hingga pecah, petugas restoran kemudian menahan kami, dan menyerah kami kepada yang berwajib!"

Lihat Selengkapnya...

26 April 2009

Mencari Sahabat Lama


Pagi di hari ketiga aku di Samarinda, tepatnya tanggal 25 Maret 2009 yang lalu, aku berjalan kaki menuju ke Pasar Segiri. Dari tempat tinggalku di Jalan Tantina Pasar Segiri sangatlah dekat. Tujuan utamaku satu, yakni mencari info tentang sahabat lamaku Muhammad Helpani. Muhammad atau Amad adalah temanku sekelas sewaktu di SMAK WR Soepratman, Samarinda, dulu (1979-1982).

Aku berjalan memasuki Jalan Perniagaan mendekati jembatan kayu dimana dulu rumah Muhammad Helpani berada tak jauh darinya. Aku coba memasuki sebuah toko yang menjual bahan bangunan dan bertanya mengenai keberadaan sahabatku itu. Namun, dengan ketus si ibu penjaga toko mengatakan tidak kenal. Aku kaget dengan jawaban yang tidak ramah itu. Namun aku tetap dengan sopan pamit dan mengucapkan terima kasih.

Tepat di depan dimana rumah Amad dulu berada, dengan kondisi sekarang yang sama sekali berbeda, aku mendekati dua orang ibu yang sedang berdiri mengobrol. Awalnya kedua ibu seperti tidak serius menanggapi pertanyaanku, mereka hanya menjawab pendek-pendek saja seperti, "Tidak tahu" atau "Tidak kenal". Seorang dari ibu itu kemudian pergi meninggalkan kami, tinggallah ibu satunya yang hampir meninggalkanku juga. Namun tiba-tiba aku seperti tersadar dari kesalahanku, segera aku melemparkan pertanyaan lain tetapi dengan cara yang berbeda, "Tapi sudah lawas kah pian tinggal di sini, bu?" Serta-merta si ibu itu berbalik ke arahku.

Ternyata jurusku berhasil dengan baik, ibu itu sampai ngomong panjang lebar denganku hampir selama 20 menit. Sampai-sampai dia beri tahuku umurnya sudah berapa, 42 tahun! Dari ceritanya akhirnya aku mengerti bahwa daerah sekitar itu pernah mengalami kebakaran hebat pada tahun 1990, hingga beberapa warga yang tadinya tinggal di sana sudah pindah kemana tidak ada yang tahu. Ibu ini tadinya tinggal di ujung barat dekat sungai, tetapi setelah kebakaran dia pindah ke rumah di dekat kami berdiri ngobrol, yakni di sebelah rumah Amad dulu berada.

Aku kemudian melanjutkan perjalananku ke Pasar Segiri, sambil mengingat-ingat kembali kesalahanku. Bukan satu, tapi dua. Di dalam hati aku berkata pada diriku sendiri, "Di sini berlaku hukum bahasa Banjar, wal ai... Ikam sekarang di Samarinda, lain di Jawa." Dan seperti yang pernah kupelajari di dunia marketing, memang benar orang senang bila kita ingin tahu (tentu yang baik) tentang diri mereka.
Aku tersenyum sambil terus melanjutkan langkahku ke Pasar Segiri.

Lihat Selengkapnya...

20 April 2009

Samarinda Banjir Besar Lagi 2


Hari ini adikku, Frans, berulang tahun. Tidak seperti ulang tahun yang lalu-lalu, kali ini hadiahnya sangat istimewa, yakni.... BANJIR BESAR. Frans dan keluarga kembali harus mengungsi dan menginap di kantor sejak 17 April malam, karena banjir kembali merendam rumahnya yang ada di Perum Rapak Benuang. Banjir memang sudah menjadi sesuatu yang rutin dan bukan hal yang aneh lagi bagi masyarakat Samarinda. Hujan kecil saja sudah membuat beberapa ruas jalan di Samarinda tergenang air, seperti yang kusaksikan tiga minggu lalu ketika aku berada di Samarinda selama dua minggu.

Selama di Samarinda aku tiap hari membaca koran, namun tidak melihat berita-berita mengenai apa yang sedang dan telah dilakukan Pemda atau Pemkot untuk mengatasi banjir. Kolom di koran tiap hari dipenuhi dengan berita-berita dan iklan-iklan tentang Pemilu, caleg, dan seputar masalah itu. Apa ini menandakan Pemkot tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk mengatasi masalah banjir ini dan berharap musim hujan segera berlalu, hingga kritik-kritik dan jeritan masyarakat juga berlalu dengan sendirinya?

Suatu pemandangan yang mengherankan terjadi di Jalan Mayjend Sutoyo dan beberapa tempat di daerah Pemuda dan Sempaja, jalan-jalan atau daerah-daerah sekitar itu selalu tergenang air walau tidak ada hujan, dan anehnya sementara itu ketinggian air di Sungai Karang Mumus turun (surut). Apa masalahnya? Tentu masalahnya air yang menggenang tidak menemukan jalan keluar ke sungai! Mungkin, memang berat bagi Pemerintah Daerah atau Kota bekerja sendiri, maka dari itu Pemda dan Pemkot harus bekerja sama dengan masyarakat, dengan bekerja bakti masal memperbaiki saluran air dan membersihkan sampah-sampah yang memenuhi sungai, kali dan got, seperti yang banyak terlihat. Banjir tidak akan menunggu proyek-proyek besar untuk penanganan banjir yang membutuhkan waktu yang lama. Sementara ada yang bisa segera dilakukan untuk mengurangi besarnya bencana banjir ini.

Beberapa foto di bawah ini kuambil dengan kamera handphone pada tanggal 28 dan 29 Maret lalu ketika aku berada di Samarinda, menunjukkan sampah-sampah yang menumpuk di kali dan jalanan yang tergenang air walau hujan turun hanya sebentar. Semoga segera ada penanganan, jangan berharap musim hujan akan segera berlalu. Lakukan sesuatu.

Seorang teman di Samarinda baru saja mengirim pesan SMS kepadaku, mengatakan bahwa banjir kali lebih besar dari banjir tahun 1998. Seandainya itu betul, maka akan ada banjir yang lebih besar lagi dari tahun ini... andai tidak ditangani dengan serius.


Sampah menumpuk di kali & Jl. Mayjend Sutoyo yang selalu tergenang


Jalan Jendral Ahmad Yani

Lihat Selengkapnya...

19 April 2009

Perjalanan Balikpapan - Samarinda


Seperti yang sudah direncanakan, kepulanganku ke Samarinda 23 Maret kemarin tidak melewati jalan raya Balikpapan - Samarinda, atau umumnya disebut Jalan Kilo. Albert menjemputku di Bandara Sepinggan dan kami langsung menuju ke arah Pantai Manggar dan terus ke arah utara menuju ke Samarinda melalui Samboja, Senipah, Muarajawa, Sanga Sanga, Palaran, dan Samarinda Seberang. Aku ingin mengalami kembali sensasi masa lalu ketika jalan raya Samarinda - Balikpapan belum ada.

Kami mampir di Pantai manggar. Pantai Manggar kini telah dibangun dan ditata dengan rapi. Bentuk aslinya telah hilang. Tentu saja kini lebih bagus dan bersih. Karena kami tiba hari Senin yang merupakan hari kerja, maka pantai tampak sepi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke arah Senipah. Desa-desa yang kami lalui begitu damai dan asri. Ingin rasanya aku tinggal di sana. Jauh dari deru dan debu layaknya di kota-kota besar. Kami terus ke utara lagi menuju ke Muarajawa. Kami berhenti sebentar di jembatan besar yang melintasi sungai yang cukup lebar ini. Panjang jembatan ini melebihi panjang Jembatan Mahakam yang ada di Samarinda. Aku mengambil beberapa foto sekitar sungai dan jembatan ini.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Sanga-sanga. Sebuah kota yang kecil tempat eksplorasi minyak Pertamina. Kami masuk ke kota Sanga Sanga dengan tujuan ingin mencari Gereja Katolik yang dulu pernah aku datangi bersama Tante Indriati di tahun 1975. Adikku, Albert, juga pernah misa di gereja itu pada tahun 1990. Aku dan Albert ingat gereja tersebut berdekatan dengan kilang minyak satu-satunya yang ada di tengah kota Sanga Sanga. Tidak sulit mencari kilang tersebut, namun setelah kami mengelilingi kilang itu kami tidak menemukan gereja tersebut. Satu-satunya gereja katolik yang ada di Sanga Sanga adalah Gereja Katolik Santo Paulus, yang dibangun tahun 1999. Menurut keterangan orang yang kebetulan kami ketemui, gereja ini merupakan pengganti gereja katolik yang dulu ada di dekat kilang minyak tersebut. Kemudian kami makan siang ayam penyet di sebuah warung yang kami temui di Sanga Sanga.

Setelah Palaran kami memasuki Samarinda Seberang. Kami sengaja melewati Masjid Shiratal Mustaqiem yang merupakan masjid tertua di Samarinda dan telah menjadi salah satu benda cagar budaya nasional. Masjid ini berdiri sejak 1901, terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kecamatan Samarinda Seberang. Daerah sekitar Mesjid tersebut merupakan sentra industri kain sarung Samarinda yang sangat terkenal itu. Setelah melewati Jembatan Mahakam sampailah aku ke tempat tujuanku... KOTA SAMARINDA.

Menurutku, perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda melalui jalan sepanjang pesisir pantai ini sangatlah menarik dan menyenangkan. Jalannya lebih mendatar ketimbang jalan raya Balikpapan - Samarinda yang bergunung-gunung. Memang di beberapa tempat terdapat jalan yang rusak dan berlubang, terutama di ruas Muarajawa dan Sanga Sanga. Bila diperbaiki, maka jalan ini akan menjadi jalan alternatif yang paling menyenangkan untuk ditempuh. Walau sensasi masa lalu sudah tidak tercium lagi, tapi aku puas karena masih punya kesempatan melewati jalan ini lagi.

Lihat Selengkapnya...

13 April 2009

Perjalanan 23 Mar - 08 Apr 2009


Pantai Manggar 01
Pantai Manggar 02


Muarajawa 01
Muarajawa 02


Jembatan Muarajawa
Jembatan Mahakam




Islamic Center 01
Islamic Center 02





Sungai Kunjang
Dermaga Kontener


Sungai Karang Mumus 01
Sungai Karang Mumus 02


Sungai Karang Mumus 03
Sungai Karang Mumus 04


Muara Karang Mumus 01
Muara Karang Mumus 02




Pasar Pagi 01
Pasar Pagi 02





Pasar Segiri 01
Pasar Segiri 02


Katedral St. Maria
Gereja St. Lukas


Mesjid Shiratal Mustaqiem
Mesjid Al Ma'ruf


Kelenteng Thian Gie Kiong
Pandawa Lima




Mal Lembuswana
Samarinda Central Plaza





Perempatan Lembuswana
Mal Mesra indah





Kantor Gubernur
Rumah Bahari





Villa Tamara
Bandara Temindung


Lihat Selengkapnya...

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.