07 Desember 2008

KM Gandasuli


Sewaktu di SMP dulu aku dan beberapa teman pernah berlibur ke Surabaya dengan naik kapal barang KM Gandasuli. Perjalanan dari Samarinda ke Surabaya memakan waktu dua hari tiga malam. Waktu itu kami bertujuh, termasuk adikku, Albert. Penumpang yang naik di kapal itu bukan hanya kami, tetapi masih ada puluhan orang lainnya. Ternyata perjalanan dengan naik kapal barang bukanlah hal yang sangat menyenangkan!

Selama dalam perjalanan hampir tidak ada dari kami yang mandi dan buang air besar karena kondisi kamar mandi yang sangat jorok dan bau, kecuali dua orang temanku yang sudah tidak tahan lagi. Kami tidur di atas muatan kapal yang beratapkan tenda. Kami dapat nasi putih dan lauk seadanya dari awak kapal, dan kami memakannya bersama bekal yang kami bawa sendiri.

Tapi ada yang patut disyukuri karena kami mendapat cuaca yang cerah dan laut yang tenang selama perjalanan. Pagi dan sore kami sering duduk-duduk di atas, di dekat crane kapal, memandang matahari terbit dan tenggelam, serta menikmati laut yang luas dan tenang. Di waktu malam kami dapat memandang bintang-bintang di langit yang maha luas.

Kami tiba di Surabaya malam hari, dan kapal tidak dapat langsung sandar di dermaga. Kapal lego jangkar di laut yang masih dalam area pelabuhan Tanjung Perak. Karena sudah dua hari tiga malam tidak mandi, aku dan dua orang teman kemudian terjun ke laut, dan untuk pertama kali kami merasakan berenang di laut malam hari! Sampai akhirnya kami disuruh naik oleh awak kapal dengan menakut-nakuti kami bahwa ada ikan Hiu di area itu. Keesokan harinya kapal yang kami tumpangi itu baru bisa sandar di dermaga Mirah, Tanjung Perak.

Sewaktu di SMA aku kembali berlibur dengan naik kapal barang lagi ke Surabaya. Kali ini aku pergi dengan dua orang teman sekelasku, yakni Hoesing Prayogo dan Tan Tjie Sun. Tapi entah kenapa, secara kebetulan sekali kapal yang kami tumpangi itu adalah KM Gandasuli yang pernah kunaiki bersama teman-teman sekelasku sewaktu di SMP dulu! Bagiku ini aneh saja, karena dari puluhan kapal barang dengan trayek Samarinda-Surabaya p.p. aku kok naiknya kapal ini lagi.

Tapi kali kedua ini aku lebih beruntung, aku tidak lagi tidur di atas muatan kapal dan memakai kakus penumpang yang jorok dan bau. Ini semua berkat Pak Tjondro (alm), papanya Hoesing, yang kebetulan merupakan seorang staff dari Perusahaan Pelayaran Dwijaya, pemilik kapal ini. Kami tidur di kamar seorang ABK, dan mendapat makanan yang lebih baik, serta kamar mandi yang bersih.

Perjalanan kali kedua ku ini juga dengan cuaca yang cerah dan laut yang tenang. Kami tiba di Surabaya juga malam hari, tapi kali ini kapal dapat langsung sandar di dermaga Mirah dan kami sudah ditunggu oleh Pak Tjondro, yang langsung membawa kami pulang ke rumah mereka.

Awal Januari 1986 di Surabaya, secara kebetulan aku diterima bekerja di sebuah perusahaan EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), yang ternyata para pimpinan dan staff-nya adalah orang-orang yang keluar dari Perusahaan Pelayaran Dwijaya! Mereka itu antara lain: Pak Wijono, Pak Soenoko Harijanto dan Pak Buwono; yang mana dulu merupakan rekan sekantor Pak Tjondro, papanya Hoesing. Beberapa tahun kemudian perusahaan EMKL itu berkibar dengan bendera baru sebagai Perusahaan Pelayaran PT Rusianto Bersaudara (1989).

Hidup ini memang aneh. Aku merasa seperti dibimbing dan diarahkan ke jalan yang harus kulalui...

Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.