Suatu siang di Surabaya antara tahun 1988-1990, aku mengendarai sepeda motor melewati jalan Basuki Rachmat dengan tujuan hendak kembali ke kantor di jalan Krembangan Timur. Ketika baru memasuki jalan Embong Malang, aku tiba-tiba mengalami kebingungan, karena aku tiba-tiba saja tidak tahu dimana aku dan hendak pergi kemana saat itu! Aku sempat panik. Waktu itu aku tidak sempat memikirkan siapa aku, seperti yang biasa ditanyakan orang-orang yang mengalami amnesia. Bukan who am I? Seperti Jacky Chen saja. Tetapi, where am I?
Aku tidak mengenal gedung-gedung yang kulewati, jalan Embong Malang itu terasa asing bagiku. Padahal jalan tersebut merupakan jalan yang paling sering ku lewati saat aku tinggal dan bekerja di Surabaya, karena Embong Malang merupakan jalan utama di pusat kota Surabaya. Bagi mereka yang bepergian melewati pusat kota, dari arah Selatan ke Utara atau dari Timur ke Barat, hampir pasti melewati jalan ini.
Ketika hampir mencapai ujung jalan Embong Malang, aku coba berhenti di pinggir jalan, untuk mengingat-ingat kembali aku dari mana, dimana aku saat itu, dan mau kemana. Aku coba menenangkan diriku yang makin cemas. Aku menutup mata dan menghela nafas dalam-dalam beberapa kali untuk mendapat suplai oksigen lebih banyak ke otak; tapi waktu itu aku tidak memikirkan hal itu, aku hanya ingin menenangkan diri.
Setelah beberapa saat, dan aku sudah agak tenang, aku coba melihat-lihat kembali sekelilingku: bangunan-bangunan dan lalu lintas di jalan itu. Tak jauh dari tempatku berdiri ada perempatan. Kemudian mataku tertuju pada sebuah papan nama toko yang bagian bawahnya bertuliskan: Jalan Embong Malang No. XX, Surabaya. Seketika itu ingatanku kembali normal! Aduh, bahagianya aku waktu itu. Hampir saja aku jadi orang gila yang hilang ingatan di jalan dan tidak bisa pulang ke rumah.
Tetapi beberapa minggu kemudian aku mengalaminya lagi. Kali kedua itu terjadi saat aku dalam perjalanan pulang menuju rumah di Jalan Tembok Sayuran Barat. Ketika di pertengahan jalan Tidar, tiba-tiba aku "hilang ingatan" lagi mengenai dimana aku dan mau kemana. Walau sempat panik, tetapi untung kejadiannya tidak berlangsung lama, mungkin sekitar dua menit, ketika mataku tiba-tiba menangkap tulisan di sebuah papan nama toko: Jalan Tidar No. XX, Surabaya. Tentu aku senang bukan kepalang, karena untuk yang kedua kali aku tertolong oleh papan nama toko. Setelah itu aku tidak pernah "hilang ingatan" lagi. Tapi yang aneh, jalan Embong Malang dan jalan Tidar itu adalah jalan yang lurus - segaris, tempat aku terkena amnesia. Hanya kebetulan?
Menurut Wikipedia aku terkena Transient Global Amnesia. Itu adalah jenis amnesia yang terjadi secara spontan, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam. Jadi boleh dibilang Transient Global Amnesia adalah jenis amnesia yang ringan, berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Jenis ini umumnya terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria. Jadi bagi kamu yang kebetulan berjenis kelamin pria, waspadalah! Waspadalah!
Menurut faktor penyebabnya, amnesia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amnesia organik dan amnesia fungsional. Penyebab amnesia organik adalah faktor fisik seperti kerusakan pada otak akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan. Sedangkan penyebab amnesia fungsional adalah faktor psikologis. Menurut beberapa ahli amnesia lebih merupakan sebuah gejala atau symptom ketimbang penyakit.
Jadi amnesia-ku itu gara-gara apa ya? Bingung deh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar