28 November 2008

Reuni Keluarga 2008


Senin, 14 April 2008, aku mendapat telepon dari adikku, Frans, yang tinggal di Samarinda. Frans mengusulkan untuk mengadakan reuni keluarga di Surabaya, sekaligus untuk membahas niatnya membawa papa dan mama kembali pulang ke Samarinda. Papa dan mama sudah beberapa tahun tinggal di Surabaya, di rumah adikku, Vera. Aku kebagian tugas untuk menghubungi adikku Vera yang di Surabaya dan Tere yang di Sidoarjo, untuk menyampaikan rencana ini dengan pesan papa dan mama jangan diberi tahu agar menjadi kejutan buat mereka.

Malam harinya Frans menelepon lagi untuk mematangkan rencana kami. Saat itu Frans dan adik-adikku sedang berkumpul dan membicarakan masalah ini di Samarinda. Akhirnya kami sepakat untuk berangkat ke Surabaya hari Rabu, 16 April 2008. Esoknya Selasa, 15 April, kami sibuk mencari tiket ke Surabaya, dan syukurlah semua tiket itu ada untuk pemberangkatan 16 April 2008. Adik-adikku akan berangkat dari Balikpapan ke Surabaya, sedangkan aku akan berangkat dari Jakarta ke Surabaya.

Jam tiba kami di Surabaya hanya selisih satu jam, aku yang tiba duluan memutuskan untuk menunggu kedatangan adik-adikku di Bandara Juanda, kemudian kami nanti berangkat bersama-sama ke tempat tinggal orang tua kami di daerah Lidah Kulon, Surabaya. Namun rencana itu batal ketika aku mengetahui pesawat mereka delay sampai lebih dari dua jam. Akhirnya kami sepakat kalau aku berangkat duluan untuk menemui orang tua kami.

Tentu saja papa dan mama kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba itu. Lebih kaget lagi ketika beberapa jam kemudian adik-adikku yang lain juga muncul. Akhirnya malam itu kami berangkat beramai-ramai ke restoran milik Vera dan suaminya di jalan Perak Timur, dan di sana kami mengadakan reuni keluarga kami. Setelah 23 tahun lebih kami tidak pernah kumpul dengan lengkap seperti itu, yaitu papa dan mama, berserta kami anak-anaknya sebanyak tujuh orang. Lebih lengkap lagi karena ada Bude Pran yang datang dari Malang hari itu juga. Malam itu kami semua merasa sangat berbahagia.

Adik-adikku, Frans, Prisca dan Anastasya, kembali ke Samarinda hari Jumat pagi. Kemudian esok harinya Sabtu, 19 April 2008, aku bersama adikku, Albert, dan keponakanku, Edwin, membawa papa dan mama kembali ke Samarinda. Semoga kami dapat mengulang semua ini di masa yang akan datang dengan lebih meriah, dan semoga Tuhan memberkati kami semua dengan umur yang panjang, kesehatan yang baik, serta rejeki yang melimpah. Amin.




Papa dan Mama beserta kami anak-anaknya
Ki-ka: Tere, Ana, Prisca, Frans, Vera, Albert dan Aku
(dari yang paling kecil sampai yang paling besar)


Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.