05 Desember 2008

Handil II


Aku ingat sewaktu kecil dulu kalau kita hendak ke Balikpapan kita harus bangun pagi-pagi, kemudian kita pergi ke terminal speedboat di depan kantor Gubernuran atau di Pasar Pagi, dan naik ke speedboat yang menuju ke Handil II. Waktu itu jalan utama Samarinda - Balikpapan, seperti yang ada sekarang ini, belumlah ada. Bagiku yang masih kecil saat itu, perjalanan dengan speedboat bukanlah hal yang menyenangkan.

Perjalanan dengan speedboat selalu membuatku takut dan tegang, apalagi saat speedboat masih tertambat, speedboat mudah oleng karena hantaman ombak Sungai Mahakam. Aku takut speedboat oleng dan terbalik. Saat itu aku masih belum bisa renang. Bila speedboat sudah mulai jalan dan melaju di atas air, aku sedikit lebih tenang karena speedboat terasa lebih stabil. Perjalanan di pagi hari menyusuri Sungai Mahakam yang indah memang membuat kesan yang mendalam di hatiku, walau selalu dibayangi rasa was-was.

Setiba di Handil II kita akan menaiki mobil Jeep yang menuju ke Balikpapan. Mobil Jeep ini lebih dikenal dengan sebutan "Oto Jamban". Lucu dan jorok ya sebutannya, ha ha ha... Perjalanan dengan Jeep ini bagiku sangat menyenangkan, terlebih-lebih ketika melewati pompa-pompa minyak yang terdapat di beberapa tempat di sepanjang jalan itu. Aku terkesan melihat pompa-pompa yang bekerja dengan mengangguk-angguk itu. Kadang terlihat banyak sekali pompa minyak di satu area, mereka bekerja beramai-ramai, saling mengangguk-angguk, ini seperti menimbulkan gairah dan semangat. Tetapi, kadang terlihat di satu area hanya ada satu pompa minyak yang bekerja sendirian dan terasing, ini menimbulkan rasa sedih dan kasihan. Bagiku pompa-pompa itu seakan mirip dengan kita manusia, memiliki jiwa. Aneh ya?

Perjalanan Handil II - Balikpapan sekitar dua jam. Seingatku kalau kita hendak kembali ke Samarinda kita juga harus bangun pagi-pagi sekali, sekitar jam empat. Aku tidak mengerti, apakah waktu itu setelah siang tidak ada lagi speedboat yang berangkat dari Handil II menuju ke Samarinda?

Bila suatu hari aku pulang ke Samarinda, aku ingin mengulangi pengalaman ini. Aku ingin pulang ke Samarinda melewati Handil II, atau sebaliknya dari Samarinda ke Balikpapan melewati Handil II. Semoga Tuhan meluruskan rencanaku.

2 komentar:

Vajar Galuh S mengatakan...

satu yang saya rasakan di hati waktu membaca tulisan ini, kangen, kangeeeeeeeeeeeen banget....orang tua dan ke2 adik saya saat ini tinggal di Handil 2, saya sendiri di Surabaya sama suami, jadi kalau dengar kabar atau apapun tentang Handil 2, bawaannya jadi kangen, dan ujung2nya nelpon Mama sambil nangis, saking kangennya...
Sekarang, kalau mau ke Samarinda, bisa langsung lewat jalan darat, pak, kondisinya juga cukup bagus, kalau lewat sungai, bisanya pakai speedboat cuma pagi, dan setahu saya jadwalnya sekarang cuma sekali sehari (kayak minum vitamin, ya?)
Really love to read this, pak, really love it...thank you...

Samarinda Online mengatakan...

Salam kenal, Dik Galuh. Terima kasih sudah mampir di blog saya ini. Saya senang bila cerita ini dapat menggugah perasaan kangen Dik Galuh pada keluarga di Handil II. Oh ya, saya baru add Dik Galuh di FB, tolong di-approve ya. Many thanks.

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.