13 Desember 2008

Pulau Dewata


Aku dan keluarga tinggal di Bali lebih dari delapan setengah tahun, oleh karenanya banyak teman-teman bertanya padaku mengenai tempat-tempat wisata yang bagus dan menarik dikunjungi di Pulau Bali. Kebanyakan teman-teman, terutama teman-teman di Samarinda, mengatakan kebosanannya berwisata ke Bali, karena hanya tempat-tempat itu saja yang dilihat, seperti Kuta, Sanur, Tanah Lot, Bedugul, Kintamani, Ubud, Sukawati, Lovina, GWK dan Uluwatu. Tapi pernahkah kamu mengunjungi Gunung Kawi di Bali, Dreamland, Kebun Raya Bedugul, Toya Bungkah (daerah di sekitar Gunung Batur dan permandian air panas di tepi Danau Batur), Nusa Penida dan Nusa Lembongan?

Tahun pertama dan kedua kami di Bali kami sering bepergian mengunjungi obyek-obyek wisata di Bali, hampir tiap minggu. Setelah tahun ketiga kami menjadi bosan juga. Tetapi ada dua obyek wisata yang tetap menjadi favorit kami bertahun-tahun kemudian, yaitu Kebun Raya Bedugul dan Tanah Lot. Adikku Priska dan anak-anaknya sering datang, dan pasti mintanya ke Kebun Raya Bedugul.

Kebun Raya Bedugul cocok untuk kumpul-kumpul keluarga, dan kami selalu menyiapkan dan membawa makan siang dari rumah untuk disantap di sana. Udaranya sejuk, pemandangan alamnya yang indah dan hutannya yang asri. Kami membawa tikar dan menggelarnya di atas rerumputan hijau yang ada di sana; untuk duduk, makan siang dan berbaring di alam terbuka sambil menatap jauh ke langit luas. Anak-anak senang main bola, berkejar-kejaran, dan berguling-guling dari atas bukit. Dengan mobil kita dapat menjelajahi hutan-hutan yang ada di Kebun Raya tersebut. Sedangkan Tanah Lot, kami sering mengunjunginya karena letaknya yang hanya berjarak 15 Km dari rumah kami, dan juga karena Tanah Lot menampilkan ciri dan suasana yang khas, pemandangannya sangat indah.

Aku beruntung karena pernah berkunjung ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan dengan menaiki dua kapal pesiar, yaitu Quicksilver dan Bounty Cruise. Kepergianku yang pertama bersama adik sepupuku, Veronica dan suaminya, Robert, beserta anak-anak mereka: Regina, Reyna dan Reyner. Kami pergi ke Nusa Penida dengan Quicksilver. Kami mandi dan berenang di laut, naik banana boat, main prosotan, snorkeling, dan naik kapal selam mini untuk melihat pemandangan bawah laut yang indah dengan beraneka macam ikan dan karang-karang laut; dan makan siang sepuasnya di tengah laut, dengan menu utama seafood.

Kali kedua aku pergi bersama kepala cabang, seluruh staff dan karyawan tempatku berkerja, untuk merayakan ulang tahun kedua cabang perusahaan kami di Bali. Kami berwisata dengan Bounty Cruise ke Nusa Lembongan. Di Nusa Lembongan kami melihat pembudidayaan rumput laut dan bangunan kuno di bawah tanah. Permainan lautnya sama saja dengan Quicksilver. Makan siang juga sepuasnya, tetapi menu seafood-nya tidak sehebat Quicksilver. Bagi kamu yang doyan seafood sebaiknya kamu naik Quicksilver.

Saran terbaik yang dapat kuberikan adalah pergi ke Bali sendirian atau bersama keluarga, sesampai di Bali beli peta Bali yang bagus, pelajari obyek-obyek wisatanya, sewa mobil dan menyetir sendiri. Pasti ini sangat menyenangkan. Bekal lainnya bukan kompas, tetapi hilangkan rasa malu, ingat pepatah yang mengatakan "malu bertanya sesat di jalan". Bali adalah sebuah pulau kecil, bila kamu tersesat, paling-paling juga kamu masih tetap di pulau yang bernama Bali, tidak mungkin nyasar ke California atau Kalimantan. He he he... Mau ajak aku sebagai sopir atau guide? Boleh saja, kenapa tidak?




Bersama rekan sekantor di pantai Nusa Lembongan, 8-9 April 2006
Latar belakang: Bounty Cruise berlabuh di laut


Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.