23 November 2008

Kelahiran Anak Pertama


Ketika istriku mengandung anak kami yang pertama, aku dan istriku pernah mengalami suatu kecelakaan saat kami sedang menuju ke tempat praktek dokter kandungan di jalan Diponegoro, Surabaya. Kepergian kami ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin kandungan istriku yang sudah hamil tua. Kami naik becak ke tempat praktek dokter. Kami senang naik becak sore-sore, karena bisa melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri (seperti dalam lagu anak-anak yang berjudul "Naik Becak").

Di tengah jalan hujan turun, tukang becak berhenti untuk menutup becak dengan plastik agar kami tidak basah terkena hujan. Becak pun melaju kembali. Kami terpaksa tidak dapat melihat dengan asyik lagi ke kanan dan kiri. Dan tiba-tiba saja... Duukk! Becak seperti menabrak lubang di jalan, dan becak oleng kemudian terbalik. Posisi kami juga terbalik dengan kaki di atas dan kepala di bawah. Aku panik mengingat istriku sedang hamil. Istriku cuma mengaduh sambil memegang perutnya. Tukang becak berusaha membuat becaknya berdiri, tapi lama tidak berhasil. Aku juga tidak dapat berdiri dengan posisi terbalik seperti itu dengan ruang gerak di dalam becak yang sempit. Entah dibantu orang atau dengan usaha sendiri akhirnya si tukang becak berhasil mendirikan becaknya lagi.

Aku mengomel kepada tukang becak itu karena ketidakhati-hatiannya. Namun si tukang becak juga punya dalih kalau dia tidak melihat ada lubang besar di jalan karena tertutup air. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan sampai ke tempat praktek dokter dan aku meminta dokter Listya untuk memeriksa kandungan istriku lebih intensif lagi karena habis kecelakaan tadi. Karena tidak terjadi pendarahan dokter bilang kandungannya baik-baik saja. Fuh..! Syukurlah.

Aku bahagia ketika sampai waktunya anak pertamaku lahir dengan selamat, seorang bayi laki-laki yang sehat. Walau tidak seperti harapanku untuk mendapatkan seorang bayi perempuan, aku tetap bergembira dan bahagia karena sudah menjadi seorang ayah. Hari itu tanggal 5 Mei 1987.

Aku hanya bingung ketika aku harus mencarikan nama untuk anak laki-lakiku itu, karena beberapa nama yang telah kupersiapkan semuanya nama cewek! ;)
Waktu itu belum umum orang menggunakan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Akhirnya ide untuk nama anakku itu muncul setelah aku melihat tulisan besar di depan rumah sakit tempat anakku dilahirkan itu: Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ). Ya, itu dia. Nama anakku: VINCENT!


NAIK BECAK
oleh Ibu Sud

saya mau tamasya berkeliling-keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya

saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari bagaikan tak berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.