31 Desember 2009

Gitu Aja Kok Repot - Mengenang Kelucuan Gus Dur


Akhir tahun 2009 ditutup dengan berita duka wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa dengan Gus Dur. Bangsa dan negara ini kehilangan seorang tokoh besar, seorang Putera Terbaik, Bapak dan Guru Bangsa, serta Presiden Republik Indonesia ke-4. Semoga amal ibadah serta baktinya pada nusa dan bangsa diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa. Amin.

Gus Dur dan humor tak bisa dipisahkan. Bisa jadi, dia adalah satu-satunya presiden di dunia yang sangat humoris. Di tahun 1999 sampai 2001, saat Gus Dur duduk di kursi RI-1, banyak sekali kisah lucu yang dituturkan orang dekatnya. Istilah "Gitu Aja Kok Repot" sangat terkenal saat itu. Inilah rekamannya yang disampaikan sejumlah orang, dan dikutip dari berbagai sumber.

  1. SINDIR POLISI
    Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. "Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (bekas Kapolri)." Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum.

  2. MUSNAHKAN PORNOAKSI
    Gus Dur kurang sependapat dengan tuntutan "Musnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena tidak sesuai dengan syariat Islam." Saat menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kita Raudlatul Mu'aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian porno.

    "Anda tahu, kitab Raudlatul Mu'aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, hahaha... Nah, kalau gitu, kitab itu cabul dong?"

  3. GUYONAN CHE GUEVARA
    Saat berkunjung ke Kuba, Gus Dur bertemu dengan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Castro yang mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar tidak terlalu membosankan, Gus Dur mengeluarkan jurus guyonan.

    Katanya, ada tiga orang tahanan dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberi tahu bagaimana mereka bisa sampai ada di situ. Tahanan pertama, "Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara." Che Guevara adalah pemimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

    Tahanan kedua geram, "Oh, kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!" Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tetapi, mereka segera teringat tahanan ketiga belum ditanya. "Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?" Tahanan ketiga menjawab dengan berat hati, "Karena saya Che Guevara..."

    Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyoan Gus Dur tersebut.

  4. PRESIDEN DAN PENYAKIT GILA
    Yang ini, masih humor Gus Dur di depan Fidel Castro. Gus Dur bilang semua presiden Indonesia punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno, gila wanita. Presiden kedua, Soeharto gila harta dan presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu. Sedangkan Gus Dur sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Castro pun meledak ketawanya.

    Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur bertanya, "Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?" Castro menjawab sambil tetap tertawa, "Saya termasuk yang ketiga dan keempat."

    Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tidak enak untuk menyebut Habibie dengan kata-kata gila, Gus Dur memodifikasi ceritanya. Kepada Habibie, Gus Dur mengatakan telah bercerita dengan Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.

    Itulah merupakan pernyataan Gus Dur yang bersahabat termasuk mengkritik dirinya sendiri sebagai presiden yang banyak bepergian ke luar negeri seperti berwisata.

  5. MADURA BANYAK AKAL
    Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.

    Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang dipergoki polisi melanggar rambu "Becak Dilarang Masuk". Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam, yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.

    "Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini," bentak pak polisi.

    "Oh, saya melihat, Pak. Tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Tidak kosong, berarti boleh masuk," jawab si tukang becak.

    "Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk," bentak pak polisi lagi.

    "Tidak, Pak. Saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa membaca, maka saya akan jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini," jawab si tukang becak sambil cengengesan.

  6. RADIO ISLAMI
    Ceritanya, ada orang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah. "Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?" tanya kawannya penasaran.

    "Pembohong! Gombal!" ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan. "Radio ini di Mekkah ngaji Al-Qur'an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio gini kok dibilang radio Islami."

    "Sampeyan tahu ini radio Islami dari mana?"

    "Lha... Itu bacaannya Al-transistor, pakai "Al".

  7. NEGARA FEDERAL
    Tahun 1999 terjadi kontroversi mengenai wacana negara kesatuan dan negara federal. Ketika itu Amien Rais berwacana memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. Ajakan itu mendapat tanggapan panas. Amien diserang habis lawan politik karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara.

    Ketika ditanyai kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa.

    "Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu aja kok repot," kata Gus Dur dalam wawancara eksklusif dengan sebuah stasiun televisi.

  8. TAK PUNYA LATAR BELAKANG PRESIDEN
    Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam interview salah satu televisi swasta mengatakan, "Waktu itu saya hampir menolak penunjukan diri saya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau Pertahanan," ujar Mahfud.

    Tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tak kalah cerdiknya. "Pak Mahfud, harus bisa. Saya saja menjadi presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok," ujar Gus Dur santai. Karuan saja Mahfud MD pun tidak berkutik. "Gus Dur memang aneh. Kalau ngga aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan," kelakar Mahfud.

  9. AIRPORT ABDURRAHMAN
    Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser NU. Ketika rombongan sudah berangkat ke Selorejo, sekitar 60 kilometer dari bandara, petugas Banser melapor pada poskonya melalui handy talky. "Halo, halo, rojer," kata Mas Banser. "Lapor: Abdurrahman Saleh sudah mendarat di airport Abdurrahman Wahid!"

    "Yah, kebalik," kata Gus Dur terkekeh-kekeh.

(Sumber: Rakyat Merdeka, Kamis, 31 Desember 2009)



"SELAMAT JALAN, GUS DUR....
TERIMA KASIH...."

Lihat Selengkapnya...

28 Desember 2009

Aku, Asma dan Bekatul


Awalnya aku ditawari seorang teman untuk mencoba bekatul dr. Liem yang dijualnya, dan iseng-iseng aku membeli 10 bungkus yang katanya bagus untuk mengobati beberapa penyakit seperti kencing manis (diabetes mellitus), sakit jantung, hipertensi, hiperkolesterol, gondok, kegemukan, sembelit dan ASMA!

Menurut mama asma yang aku derita dimulai sejak aku berumur 10-11 tahun, yaitu setelah kebakaran besar di Samarinda tahun 1973, yang meludeskan rumah dan toko kami di Jalan Pelabuhan. Kami menyelamatkan diri dari kebakaran tanpa sempat membawa barang apapun, selain pakaian tidur yang melekat di badan.

Kehilangan harta benda dan tempat tinggal membuat kami benar-benar jatuh miskin. Beruntung seorang kenalan papa yang murah hati memberi kami tumpangan gratis berupa sebuah rumah kayu kecil yang berkamar dua di Jalan Dermaga Gang Beringin. Persoalan lain mulai muncul, semenjak tinggal di rumah itu aku sering sakit-sakitan. Sakit Asma. Padahal, menurut mama, sebelumnya aku tidak pernah asma. Aku ingat betul selama satu tahun sekolah, aku ijin sakit sampai ada enam bulan. Tetapi aku selalu dapat mengejar ketertinggalanku dalam pelajaran, dan naik kelas.

Menurut orang pintar, seorang teman papa yang sering berkunjung ke rumah kami, rumah yang kami tempati itu katanya berenergi "buruk" karena ada "sesuatu" tersembunyi di atap rumah itu, dan beliau menasihati kami untuk segera pindah dari rumah tersebut. Tapi menurut aku sih mungkin karena rumah itu dibangun di atas tanah rawa sehingga memberi pengaruh buruk bagi kesehatan penghuninya. Karena, selain aku, adikku pun sering sakit walau tidak separah aku.

Entah sudah berapa banyak dokter yang merawat aku sedari kecil, dokter umum sampai dokter spesialis paru; dan entah berapa banyak pengobatan alternatif yang sudah pernah aku coba, tradisional sampai akupuntur; dan entah sudah berapa ratus jenis obat asma yang pernah aku konsumsi, obat resep dokter, ramuan, suntikan dan inhaler. Opname di rumah sakit pun sudah pernah aku alami. Intinya kata dokter asma tidak dapat sembuh total! Jadi sampai tua pun aku tetap harus mengonsumsi obat-obatan dan inhaler.

Hal ini membuat aku takut dan berpikir, mengonsumsi obat-obatan terus sampai tua sepertinya bukan sebuah solusi yang baik. Sementara tubuh makin lemah dan renta, tubuh terus dipaksa untuk "mencerna" obat-obatan yang keras yang notabene-nya terbuat dari bahan-bahan kimiawi. Belum lagi faktor biaya pengobatan yang makin hari makin mahal.

Sejak lima bulan lalu ketika pertama kali aku mengonsumsi bekatul dr. Liem, aku merasakan ada suatu perubahan dalam tubuhku. Tubuh terasa lebih fit. Dan... asmaku hampir tidak pernah kambuh! Dua-tiga kali memang mau kambuh, tetapi serangannya sangat ringan dan tak lama kemudian menghilang sendiri, atau menghilang tak lama setelah aku meminum bekatul. Sekarang aku tidak lagi mengonsumsi obat asma apapun atau memakai inhaler! Bagiku ini benar-benar sebuah anugerah.

Sekarang bukan hanya terus mengonsumsi bekatul, aku coba mengenalkan bekatul kepada teman-teman, keluarga dan banyak orang. Bekatul benar-benar merupakan anugerah Tuhan yang seharusnya melekat bersama nasi yang kita makan setiap hari. Tetapi kita condong memilih beras yang putih, bersih dan nampaknya enak untuk dimakan, dan kemudian dicuci bersih-bersih ketika hendak dimasak. Tetapi, tanpa kita sadari kita telah kehilangan sesuatu yang sangat beharga, yaitu BEKATUL yang sesungguhnya mempunyai nilai gizi dan kandungan vitamin, mineral dan serat yang sangat tinggi.

Semoga sharing ini bermanfaat. Salam sehat selalu.

Lihat Selengkapnya...

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.