Siang ini depot kami ramai dengan pengunjung. Teristimewa karena kedatangan Pak Rusli Pardin dan teman-temannya, total ada enam orang. Bapak-bapak ini sangat istimewa karena mereka semua adalah orang-orang asli Samarinda yang boleh dikata sudah berusia lanjut (di atas 60 tahun) tetapi fisik dan semangat mereka luar biasa. Sebagian dari mereka sudah menetap di Jakarta puluhan tahun. Pak Rusli Pardin yang berusia 70 tahun lebih bahkan sudah menetap di Jakarta sejak 1958 - sebelum aku lahir! Tetapi beliau tanpa ragu selalu menyebut diri orang Samarinda!
Pak Rusli ini yang dulu mengundang kami ke acara reuni warga Samarinda yang tinggal di perantauan Juni 2008 lalu, dan ini ketiga kalinya beliau mampir ke depot kami, selama enam bulan terakhir. Sedangkan Pak Maslan, salah seorang teman Pak Rusli, baru pertama kali ini mampir ke depot kami, itu pun karena diajak Pak Rusli. Pak Maslan resminya masih tinggal di Samarinda dengan profesi sebagai seorang Advokat/Pengacara dan seabrek jabatan dalam berbagai organisasi di Samarinda, seperti: Ketua Umum Yayasan Dharma Bhakti Samarinda, Ketua I Perhimpunan Persahabatan Indonesia - China (PPICH) Propinsi Kalimantan Timur, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha (Walubi) Tingkat I Kalimantan Timur, dan lain-lain.
Para bapak kemudian menyantap hidangan Soto Banjar kami dengan lahap, bahkan empat dari mereka minta tambah lagi. Tentu aku dan istriku senang kalau orang-orang menyukai hidangan yang kami sajikan. Selesai makan, kami masih terus ngobrol mengenai berbagai hal, terutama mengenai keluarga di Samarinda. Usia aku dan istri yang terpaut jauh dengan mereka tidak menjadi halangan untuk kami berkomunikasi, justru ini menjadi topik yang menarik, karena ada keinginan untuk saling mengenal latar belakang kami masing-masing.
Ketika kami masih ngobrol masuk sepasang suami istri yang memesan Soto Banjar, dan tak lama kemudian rombongan Pak Rusli pun pamit. Ketika mereka akan keluar, bapak dan istrinya yang baru memesan soto tadi, menyapa rombongan Pak Rusli. Kemudian terjadi perkenalan diantara mereka. Bapak itu, yang kemudian kami ketahui bernama Masripani, SH, ternyata pernah tugas di Samarinda sebagai Kepala BTN, ketika BTN pertama kali mendirikan kantornya di Samarinda.
Pak Masripani sekarang bekerja sendiri di kantor hukumnya yang bernama Masripani & Rekan di jalan Karang Raya No. 17, Tangerang. Beliau seorang Advokat juga. Maka terjadilah hal yang lucu, pertemuan advokat dan advokat, yakni antara Pak Masripani dan Pak Maslan Tanzi, yang kebetulan sekali nama keduanya dimulai dengan kata "Mas". Akhirnya moment yang menyenangkan ini aku abadikan dalam foto bersama seperti yang ada di bawah ini. Terima kasih atas kedatangannya.
Pak Masripani dan istri (depan, ke-2 dan 3 dari kiri)
Pak Maslan Tanzi (depan, paling kiri)
Pak Rusli Pardin (belakang, paling kiri)
Pak Maslan Tanzi (depan, paling kiri)
Pak Rusli Pardin (belakang, paling kiri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar