29 November 2008

Pulau Kumala


Ketika April 2008 lalu aku pulang ke Samarinda, aku berkesempatan untuk pergi ke Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hampir 30 tahun aku tidak pernah lagi ke Tenggarong. Banyak yang sudah berubah selama itu. Salah satunya adalah sebuah pulau seluas 76 hektar yang ada di tengah Sungai Mahakam, yang dulu hanya merupakan lahan tidur dan semak belukar, kini sudah dibangun dan menjadi salah satu obyek wisata utama Kota Tenggarong, disamping Museum Mulawarman (bekas Keraton Kutai Kartanegara) yang sudah terkenal itu. Pulau itu adalah Pulau Kumala.

Minggu pagi itu, 20 April 2008, aku dijemput adik iparku, Anwar, bersama adikku, Ana, dan anak-anak mereka untuk berkeliling Kota Samarinda. Tiba-tiba Anwar menawarkan untuk pergi ke Tenggarong dan aku langsung menyetujuinya. Perjalanan ke Tenggarong sekarang sangatlah nyaman dan tidak sejauh dulu lagi, dengan melalui jalan baru, Samarinda - Tenggarong kini hanya berjarak 27 Km dan dapat dicapai hanya dalam tempo setengah jam saja.

Perjalanan kita telah sampai ketika kita melewati Jembatan Kutai Kartanegara. Pemandangan di sekitar jembatan ini sangat indah. Dari jembatan ini juga kita dapat memandang jauh ke obyek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam. Pulau Kumala dapat dicapai dengan perahu penyeberangan, maupun dengan kereta gantung. Pulau Kumala dibangun mulai tahun 2000 dan merupakan Taman Rekreasi yang memadukan teknologi modern dan budaya tradisional. Saat ini Pulau Kumala sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti Sky Tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan kota dan landscape daerah sekitarnya dari udara; dan kereta api mini yang mengelilingi pulau, serta berbagai permainan anak.

Semoga Pulau Kumala terus dibangun dan dikembangkan, walau tidak sehebat Taman Impian Jaya Ancol, mudah-mudahan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Kemudian kami makan siang di sebuah warung yang ada di tepi Sungai Mahakam yang menjual ikan bakar. Aduh, mak, nyaman banar...

3 komentar:

Anonim mengatakan...

I'm looking forward to the next update.

Anonim mengatakan...

Pak Anton,

Pulau Kumala yang 'pernah' menjadi harapan masyarakat Kaltim untuk menjadi tujuan wisata sayangnya akhir - akhir ini kurang perawatan.

Rumput meninggi di mana-mana, fasilitas bermainnya tak terawat baik ... mudah - mudahan selanjutnya bisa semakin bagus dirawat dan bisa menjadi tujuan wisata keluarga.

ANTON C. ARSEN mengatakan...

Trims atas kunjungan dan komentarnya, mas Deden.

Itu yang sering menjadi masalah di negeri kita. Membangun lebih mudah daripada merawat yang sudah dibangun. Apalagi untuk meningkatnya. Jadi duit investasi di negeri ini banyak yang terbuang percuma pada akhirnya.

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.