14 November 2008

Marketing dan Buyer Asing


Apakah kamu termasuk salah seorang yang mencintai dunia marketing? Beberapa pekerjaanku terakhir selalu di bidang sales atau marketing. Menurutku pekerjaan inilah yang paling menarik, terutama ketika aku bekerja sebagai Sales/Marketing Executive di perusahaan produsen dan ekspotir mebel di Cirebon dan di Denpasar. Mengapa?

Aku senang berhubungan dengan orang-orang asing, itulah jawabanku. Aku berhubungan dengan mereka melalui faks, e-mail, atau bertemu langsung; baik di kantor, di hotel, di rumah klien atau di pameran. Menurutku hal itu sangat menyenangkan. Walaupun tentu saja ada juga orang asing yang menjengkelkan dan brengsek yang selalu tidak puas, sering mengubah-ubah desain dan order, atau menunggak sisa pembayaran. Tapi secara keseluruhan semua itu sangatlah menyenangkan.

Aku punya pengalaman unik ketika suatu kali aku harus menemui buyer dari Spanyol di Hotel Bentani, Cirebon. Aku sedikit tegang juga ketika mendapat berita dari resepsionis hotel via saudara iparku kalau orang bule itu tidak bisa bahasa Inggris, dan aku sendiri juga tidak bisa bahasa Spanyol! Walau sedikit tegang aku berangkat juga ke Hotel Bentani untuk menemuinya.

Buyer itu bernama Aurelio de La Torre, dia bersama seorang temannya yang asal Spanyol juga. Dari kartu namanya mereka punya kantor di Spanyol dan Kuba. Penguasaan bahasa Inggris keduanya sangat minim dan kacau. Kalau hanya mengucapkan: hello, good morning, yes, no, thank you aja sih oke - tidak masalah. Tapi kalau sudah masuk ke dalam percakapan yang agak panjang, ampun deh, Inggrisnya campur-aduk dengan Spanyol yang tidak kumengerti. Oleh karena dengan bahasa lisan dan bahasa Tarzan sudah buntu, kami beralih ke bahasa tulisan. Ternyata cara ini berhasil! Semua ini berkat kamus saku Oxford: English-Spanish-English yang dibawa si bule itu.

Aurellio menuliskan apa yang dia ingin tanyakan atau yang dia inginkan di selembar kertas. Tentu bahasa yang ditulisnya juga campur-aduk, Inggris dan Spanyol. Nah, untuk kata-kata Spanyol yang tidak kumengerti aku mencarinya di bagian kamus Spanyol ke Inggris. Sedangkan untuk kata-kata Inggris yang dia tidak mengerti dari tulisanku, dia mencarinya di bagian kamusnya Inggris ke Spanyol. Akhirnya pertemuan pagi itu berjalan dengan lancar.

Pengalamanku dengan klien di Hawaii juga unik, namanya Dick Neill. Selama beberapa bulan berhubungan lewat e-mail kami belum saling mengenal dengan baik. Membaca setiap e-mail dari Dick Neill yang penuh semangat aku pikir dia seorang anak muda, ternyata aku keliru. Dick Neill sudah berumur 68 tahun waktu itu dengan lima orang anak dan tujuh orang cucu. Sementara Dick Neill juga salah sangka, dikiranya aku orang Inggris.. he he.. Ketika tahu aku berasal dari East Borneo dia menyatakan ketakutannya, karena menurut yang dia dengar orang Borneo suka potong kepala orang! Ha ha.. Semua ini baru kami ketahui beberapa hari sebelum dia datang ke Denpasar dan kami bertemu untuk pertama kali di hari Sabtu, 29 April 2000.

Memperhatikan sikap dan karakter orang bule juga merupakan hal yang menyenangkan. Ada Ester dari Spanyol yang ramah dan sering mengumbar cipika-cipiki setiap kali datang dan pergi. Ada Patrik dari Irlandia Utara yang bahasa Inggrisnya rada unik, aku bilang dia mirip Vince Gill, penyanyi country yang kondang di Amerika. Ada Tina Nettlefold yang selalu tampil menawan bagai ratu, dan menyukai warna putih untuk pakaiannya. Tina asal Australia, cantik dan ramah, dan menjadi salah satu klienku yang paling menyenangkan.

Kebalikan dari itu semua, ya ada juga bule-bule yang seronok dan tampil seksi, terutama di Bali. Mereka mampir ke kantor bisa saja dengan hanya berpakaian minim, bra dan rok mini atau dengan bikini yang ditutup sarung pantai. Hingga duduk pun sering kelihatan celana dalamnya. So what? Ya, begitulah di Bali. Jadi tidak heran bila masyarakat Bali protes keras dengan lahirnya UU Pornografi. Karena bagi mereka hal itu sudah lumrah. Lahirnya UU Pornografi ditakutkan malah akan memukul industri pariwisata mereka. Bagi yang pernah sekian tahun tinggal di Bali pun, hal-hal seperti itu tidak mungkinlah bikin "ngeres", apalagi sampai kemudian melakukan tindak kejahatan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

How To Make money with affiliate programs Today. Affiliate marketing is the easier and probably the most effective method to make money from the internet. It is basically, a kind of selling technique where potential buyers from your website are directed to the websites of sellers. For every click, the website owner gets a small commission.
www.onlineuniversalwork.com

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.