16 November 2008

Air Terjun di Lempake


Ada berapa air terjun di Samarinda ya? Melihat foto-foto air terjun Tanah Merah yang ada di internet maupun yang ada di peta yang kumiliki, air terjun itu bukan seperti air terjun yang pernah aku datangi bersama tanteku, Indriati, dan teman-teman gerejanya di tahun 1975/1976. Air terjun yang pernah kusaksikan itu jatuhnya tegak lurus dari atas ke bawah, tidak bertingkat-tingkat dan tidak bebatuan di sekitarnya. Air terjun itu tingginya belasan meter, dan kami dapat mendaki dari sisi bukit di dekatnya untuk sampai ke puncak air terjun dan melihat mata airnya di sana. Kesanku saat itu di sekitar air terjun itu gersang, tidak hijau seperti tampak dalam foto-foto air terjun Tanah Merah yang kulihat.

Yang membuatku sangat terkesan waktu itu bukanlah air terjunnya, tetapi cara kami sampai di sana. Kami tidak lewat darat dengan naik mobil, melainkan lewat sungai dengan naik ketinting. Waktu itu ada sekitar enam-tujuh orang dewasa dan ukuran ketintingnya cukup besar. Kami naik dari Karang Mumus dan terus ke arah utara mengikuti alur Sungai Karang Mumus. Aku begitu menikmati pemandangan di sepanjang sungai yang kami lalui, terlebih-lebih ketika ketinting melewati bawah jembatan. Asyooooii sekali! (kata "asyoi" lagi nge-trend saat itu, he he..)

Jembatan pertama yang kami lewati adalah Jembatan II (Sungai Dama). Setelah beberapa jembatan lain, kami pun melewati Pasar Segiri, dan kemudian melewati beberapa jembatan lagi. Lama perjalanan kami kira-kira satu jam sejak start dari Karang Mumus, dan sampailah kami di sebuah desa (aku lupa namanya, kayaknya tanteku juga lupa). Setelah urusan para orang tua selesai, kami diajak kenalan di sana untuk melihat air terjun yang letaknya beberapa ratus meter dari desa. Perjalanan menuju ke air terjun kami tempuh dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit. Setelah makan siang, sekitar jam 14.00 WITA, kami pun pulang.

Menurut peta yang kuperoleh di tahun 1998 (tahun terbitnya tidak tercantum) yang dikeluarkan oleh Kantor Pariwisata Kotamadya Samarinda sepertinya ada satu lagi air terjun yang letaknya di daerah Lempake, yang dalam peta disebut Waterfall Camping Ground.
Apa benar air terjun yang kusaksikan itu ada di lokasi yang disebut Waterfall Camping Ground? Apa air terjun tersebut masih ada sampai kini? Peta-peta Samarinda terbitan terakhir tidak menandai atau menyebutkan tempat itu lagi. Suatu hari aku akan mencari tahu bila aku kembali ke Samarinda.

Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.