22 November 2008

Tante Indriati


Satu sosok yang sangat mempengaruhi hidupku adalah tanteku, Indriati. Tante adalah adik mama yang tinggal di Sumberayu, Banyuwangi; dan menamatkan sekolahnya di Malang. Tahun 1974 tante ke Samarinda dan tinggal bersama kami hingga tahun 1976. Waktu itu tante belum menikah dan sempat kerja di Samarinda. Kami anak-anak memanggilnya ik Mein.

Tante mengajari aku banyak hal, termasuk pelajaran sekolah. Banyak pula kesenangan atau hobi tante yang kemudian melekat padaku. Aku pertama kali mengenal namanya majalah juga karena tante. Majalah Bobo adalah majalah anak-anak pertama yang kukenal, yang dibelikan tante untukku. Majalah kesukaan tante sendiri adalah Intisari dan Sport Otak. Kemudian tante juga membelikan aku majalah Sport Otak Anak-anak. Aku ingat bagaimana suatu kali aku bingung menjawab TTS bergambar di majalah itu, ada gambar kerang yang ingin kuisi dengan kata "tudai" tapi kotaknya lebih satu. Tante bingung, "apa itu tudai?" Hari itu tante baru tahu arti kata "tudai" dan aku baru tahu arti kata "kerang". Ha ha..

Dari tante aku juga mengenal musik dan penyanyi barat. Waktu itu siapa sih yang seusiaku (belum 14 tahun) sudah mengenal lagu Killing Me Softly With His Song dan Never Never Never-nya Sherley Bassey? Dan lagu-lagunya Lobo: A Cowboy Afraid of Horses, Woud I Still Have You dan Don't Tell Me Goodnight? Setelah tante pulang ke Banyuwangi tahun 1976, tante meninggalkan beberapa kaset lagu barat di rumahku. Kaset-kaset itu masih ada sampai sekarang karena aku menyimpannya dengan baik.

Kegilaanku dengan film seri Star Trek dan Hawaii Five-O di TV, dan film-film James Bond di bioskop juga gara-gara tanteku. Apakah ada banyak anak seusiaku waktu itu yang sudah nonton Sean Connery beraksi di layar bioskop dalam film-film James Bond? Tante membuatku lebih maju ketimbang kebanyakan teman-temanku. Tapi ironisnya perkembangan fisikku tidak sejalan dengan perkembangan otakku dan pengalamanku. Waktu itu aku sering sakit-sakitan, asmaku sering kambuh, badanku kecil dan kerempeng. Sewaktu di kelas lima SD, total ada setengah tahun aku tidak masuk sekolah karena sakit. Tapi aku selalu dapat mengejar pelajaranku dan naik kelas. Aku sampai dapat pujian dari guru kelas limaku, Bapak Yohanes Alfon.

Tapi yang terpenting dari semua itu adalah tante mengenalkan aku pada keyakinan yang kuanut sampai sekarang ini, yaitu agama Katolik. Walau aku belajar di sekolah Katolik, itu tidak serta-merta "membuka mataku" untuk memeluk suatu agama lain yang bernama Katolik. Sampai suatu malam ketika aku diajak tante untuk menghadiri Misa di sebuah kapel kecil di jalan Samosir, aku "tersandung" pada liturgi yang sakral dan khusyuk yang dimilikinya; dan membuatku jatuh cinta.

Tahun 1977 tante menikah dan dikaruniai tiga orang anak yang kini sudah besar-besar. Pada 15 Agustus 2008 lalu suami tante meninggal karena sakit. Tulisan ini dipersembahkan untuk seorang tante yang baik, yang banyak mempengaruhi hidupku, dan menularkan ilmu serta hobinya padaku. Tanpa ik Mein cerita ini pasti akan lain. Semoga Tuhan YME senantiasa menyertai dan memberkati ik dan anak-anak. Amin.


Killing Me Softly With His Song
sung by Sherley Bassey

I heard he sang a good song
I heard he had a style
And so I came to see him
To listen for a while
And there he was a young boy
A stranger to my eyes

Strumming my pain with his fingers
Singing my life with his words
Killing me softly with his song
Killing me softly with his song
Telling my whole life with his words
Killing me softly with his song

I felt all flushed with fever
Embarassed by the crowd
I felt he found my letters
And read each one out loud
I prayed that he would finish
But he just kept right on

Strumming my pain with his fingers
Singing my life with his words
Killing me softly with his song
Killing me softly with his song
Telling my whole life with his words
Killing me softly with his song

He sang as if he knew me
In all my dark despair
And then he looked right through me
As if I wasnt there
But he just kept on singging
Singing clear and strong

Strumming my pain with his fingers
Singing my life with his words
Killing me softly with his song
Killing me softly with his song
Telling my whole life with his words
Killing me softly with his song

Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.