15 November 2008

Gunung Seteleng


Hari ini aku coba search kata kunci "Gunung Seteleng Samarinda" di Google, Yahoo, dan MSN; dan hasil yang kudapat kebanyakan adalah nama Gunung Seteleng di Kecamatan Penajam dan Gunung Seteleng di Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan. Nama-nama itu adalah nama jalan atau nama kampung di situ. Hanya ada satu blog saja yang merujuk pada pencarianku yang sesungguhnya, yaitu Gunung Seteleng di Samarinda. Blog itu milik saudara Aulia Muttaqin, yang menceritakan masa kanak-kanak dan masa remajanya, tapi mengenai Gunung Seteleng hanya disebut satu kali saja, tidak ada pembahasan yang lebih detil.

Aku mempunyai koleksi tujuh peta Kota Samarinda dari enam penerbit yang berbeda, tapi herannya tidak satu pun dari peta itu yang menandai lokasi Gunung Seteleng beserta ketinggiannya dari permukaan laut. Memang Gunung Seteleng itu bukan gunung sesungguhnya, hanya sebuah bukit yang tingginya lebih-kurang 300 meter. Tapi menurutku Gunung Seteleng merupakan suatu landscape yang sangat menonjol yang dapat dijadikan sebagai suatu ciri khas dari Kota Samarinda.

Semasa kami tinggal di jalan Banda, depan rumah kami tepat menghadap ke Timur dimana Gunung Seteleng berada. Kebetulan sekali rumah yang kami kontrak itu ada di pojok jalan Banda yang berpotongan dengan jalan Samosir, hingga dari depan rumah kami dapat memandang puncak Gunung Seteleng dengan sangat jelas. Aku dan keluargaku sering duduk-duduk di tangga depan rumah di waktu pagi atau sore, dan kami sering melihat dan mengamati orang-orang yang berjalan dan bermain di situ. Pada malam hari kami sering melihat kobaran api kecil dan kadang cukup besar di sekitar puncak gunung.

Sewaktu di SD kelas enam dan di SMP, aku dan teman-teman sekelas pernah tiga kali ke puncak Gunung Seteleng, dan kami pernah main kasti di sana. Lucunya, pernah satu kali tidak seorang pun dari kami yang membawa air minum. Air mineral dalam botol belum ada waktu itu. Karena rencana kami bermain di sana sampai sore, berarti harus ada yang pulang untuk mengambil air minum. Akhirnya ada dua orang yang pulang ke rumah teman kami yang paling dekat di Jalan Yos Sudarso untuk mengambil air minum, yaitu aku dan temanku, Cin Sin atau yang lebih terkenal dengan sebutan Kikik, karena tawanya yang cekikikan!

Menurutku puncak Gunung Seteleng dapat dijadikan obyek wisata yang sangat bagus, dengan pemandangan Kota Samarinda sebagai daya tarik utamanya, juga sebagai tempat untuk melihat matahari terbit di balik Gunung Seteleng tersebut. Di puncak Gunung Seteleng itu sebaiknya dibangun juga sebuah patung atau tugu yang menandai salah satu ciri baru Kota Samarinda, dan dilengkapi dengan webcam hingga pemandangan Kota Samarinda dapat diakses melalui internet secara live. Tempat itu juga dilengkapi dengan teropong-teropong untuk mengamati kota dan aktifitas di Sungai Mahakam, dan ada tempat untuk melepaskan dahaga dan lapar.

Ide ini sudah lama ada di dalam benakku. Bagaimana Pemkot Samarinda? Atau, apa ada warga Samarinda yang berminat untuk jadi investor?





Fajar di atas Gunung Seteleng


5 komentar:

Anonim mengatakan...

I'm looking foward to the next update.

ANTON C. ARSEN mengatakan...

Hi, Kiko!

Thanks for visiting my blog again. I am trying to update "the story of my life" everyday. Hoping you enjoy it.

Ali Taufik mengatakan...

Gunung Seteleng [ steeling] di Samarinda dulunya jaman perang PD II.adalah tempat pertahanan meriam penangkis udara ,,Jepang dan juga di pakai Belanda ,,lidah orang Banjar menyebutnya ''Seteleng'' dari bahasa Inggris/Dutch Steeling [ kuda kuda ]....

Anonim mengatakan...

Cara naik ke atasnya itu lewat mana ya kang

Samarinda Online mengatakan...

@Ali Taufik: Terima kasih atas masukannya. :)

@Anonim: Perumahan di kaki Gunung Seteleng sudah sangat padat, dan aku tidak pernah mendaki lagi sudah puluhan tahun lamanya. Tentunya jalan setapak dulu juga sudah berubah. :)

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.