Bell's Palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah (syaraf ketujuh), yang letaknya di belakang telinga sebelah bawah, sehingga menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah pada salah satu sisi. Kelumpuhan ini hanya terjadi pada wajah. Ini yang membedakannya dengan stroke (yang menyerang separuh tubuh, termasuk wajah). Ditandai dengan susahnya menggerakkan otot wajah pada bagian yang terserang, seperti mata tidak dapat menutup rapat, tidak bisa meniup, minum selalu tumpah, dan sebagainya.
Penyebab kelumpuhan ini masih menjadi perdebatan. Beberapa ahli menyatakan penyebabnya adalah karena terpapar angin dingin pada salah satu sisi wajah secara terus menerus, ada juga yang menyatakan hal itu disebabkan oleh viirus. Sebagian penderita bisa sembuh tanpa pengobatan, tetapi disarankan untuk menjalani pengobatan dan terapi agar bisa segera sembuh. Nama penyakit ini diambil dari nama seorang ahli anatomi Skotlandia, Charles Bell. (Sumber Wikipedia)
Kenapa aku membahas penyakit ini? Karena aku pernah terkena penyakit ini di tahun 2001. Suatu Sabtu pagi, setelah semalaman menempuh perjalanan dengan bus malam yang ber-AC sangat dingin dari Surabaya, aku tiba di Denpasar sekitar pukul 07.00 WITA. Saat menggosok gigi di rumah itulah pertama kali aku merasakan gejala penyakit ini (saat itu aku belum tahu kalau itu adalah gejala penyakit Bell's Palsy). Saat aku kumur air selalu tumpah dari sisi mulut sebelah kiri, demikian juga waktu minum saat sarapan pagi.
Dalam perjalanan menuju ke toko supplier mebel di daerah Seminyak, Kuta, aku beberapa kali melihat wajahku dari kaca spion dalam mobil, kelihatannya makin aneh. Wajahku tampak kaku sebelah. Kalau senyum atau ngomong mulutku kelihatan merot atau mencong. Tiba-tiba aku teringat dengan seorang pemuda dengan kondisi yang sama yang tinggal tak jauh dari rumahku di jalan Banda, Samarinda, waktu itu aku kelas enam SD. Apa sakitku sama dengan dia? Untuk kembali ke rumah sudah tanggung, aku terus menuju ke toko kenalanku itu. Walau urusanku cuma sebentar tapi ada perasaan malu juga menghinggapi hatiku saat itu. Aku banyak menutup mulutku dengan jari tangan waktu ngomong dan coba menghindari pandangan langsung.
Waktu itu aku pikir ini bukan penyakit. Mungkin semacam alergi atau apalah yang sifatnya sementara. Besoknya Minggu otomatis aku hanya mendekam di rumah saja sambil berharap "ada keajaiban" wajahku kembali normal. Oleh karena sampai Senin pagi wajahku belum juga kembali normal, aku memutuskan untuk ke rumah sakit. Ditemani istriku aku pergi berobat ke dokter syaraf di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD), Denpasar. Aku sembuh setelah minum obat dan menjalani fisio terapi selama lebih dari dua bulan.
Satu pelajaran penting yang kudapat dari sakit ini adalah BEROBATLAH SEGERA bila timbul gejala awal seperti di atas. Secara medis penyakit ini memang bisa sembuh sendiri, tetapi kecil kemungkinannya. Bila terlambat risikonya justru lebih besar. Kesembuhannya akan menjadi lebih lama, harus dengan minum obat dan fisio terapi pada wajah selama berbulan-bulan; atau bahkan tidak dapat disembuhkan karena syaraf wajah telah menjadi rusak permanen.
Sebaliknya, bila ditangani secara dini, penyakit ini bisa sembuh dengan cepat atau bahkan sembuh SEKETIKA dengan hanya minum obat dalam dosis tertentu. Keluargaku mengira aku terkena stroke atau diguna-gunai orang. Tapi percayalah, ini adalah sebuah penyakit yang dinamai... Bell's Palsy.

6 komentar:
Saya baru mengalaminya pada 9 September 2009, selain dengan mengkonsumsi obat, apa Anda melakukan terapi?
Saya belum kedokter, karena saya pikir ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun setelah baca beberapa blog, saya harus kedokter segera.
sampai hari ini sudah 4 hari. semoga sy tidak terlambat.
Salam
Danial
Salam kenal.
Ya, saya terpaksa melakukan terapi karena terlambat.. setelah hari ketiga baru saya berobat. Selain minum obat juga melakukan fisio terapi pada wajah sampai 2 bulan. Segeralah ke dokter, jangan tunda lagi.
Saya sekarang lagi mengalami penyakit ini sudah seminggu.Pertamakali saya merasakan hal aneh terjadi pada hari kamis pagi tanggal 24 juni 2010 waktu mau gosok gigi pas kumur-kumur airnya kok bertumpahan, dua hari sebelumnya lidah saya terasa aneh dan kepala bagian kanan bawah saya terasa sakit. Siangnya saya pas buang ludah agak susah kepala kanan bawah sakit saya langsung ke poliklinik terdekat dikasih obat,sore mata sebelah kiri kalau ngomong berkedip-kedip tanpa saya sadari dan belah kanan tidak berkedip dan susah menutup,malam mulut agak mencong klo bicara,obat yang dikasih gak ada perubahan, saya masih menganggap enteng penyakit ini lalu saya berobat juga malam itu kedokter umum terdekat dan divonis kena stroke dan dikasi obat, setelah minum obat juga tidak ada kemajuan, sore saya berobat kedokter syaraf dan divonislah saya kena peyakit bell's palsy ini dan saya dikamar baru sebulan membeli AC sebelum kena penyakit ini.dan lagi asik mencari info tentang penyakit ini ketemu dengan artikel ini,besok saya untuk pertamakali diterapi karena masih belum sembuh...terima kasih teman-teman
Terima kasih atas sharing-nya, teman. Semoga lekas sembuh.
saya jg sudah 1 mggu lebih kena bells palsy, hari pertama minum obat resep dr dokter saraf, hari ke dua nya br terapi dipanas2in gitu di rumah sakit, tp aku kurang yakin terapi di dokter qo cm dipanas2in gitu aja 20menit, trus di urut2 mukanya hanya sebentar, aku ngrasa klo terapi nya cm begitu doank dirumah pun aku bisa melakukan itu, tinggal di kompres pke air hangat atau pakai tradisional, pasir di panaskan lalu dibungkus kertas dan kain lalu ditempel deh di leher dan pipi, panas jg tuh rasanya. tapi tetep minum obat sih.
dan sekarang ini lagi coba alternatif tukang urut saraf wahhh baru sekali di urut hasilnya beda bgt rasanya leher dan pipi jadi enteng dan ga nyeri lagi. trs temen blg bengkaknya ilang. krn br skali jd belum sembuh sih cuma berbeda skali klo aku selesai terapi dr dokter kaya nya ga ada perubahan gitu. rasanya gitu2 aja, leher dan muka tetep brasa tebel dan nyeri.
makanya aku bingung nih,,, mo terapi alternatif ini atau dokter, walau byk jg sih aku baca yg dah pd berhasil lewat terapi dokter, cm ko aku nya lebih brasa efek sembuh nya lwt alternatif urut ya…
ada yg bs bantu ga, kasih pendapat aku hrs berobat terapi dokter atau tradisional urut saraf ? atau ada kah yg punya pengalaman berobat alternatif urut saraf yg berhasil??
Salam
Mia Safina
Halo, Mia. Salam kenal.
Menurut saya apa yang dilakukan dokter yang merawatmu terasa janggal. Apakah kamu berobat ke dokter spesialis syaraf?
Yang saya pernah jalankan adalah fisioterapi menggunakan peralatan listrik, itupun karena saya terlambat berobat. Menurut dokter syaraf yang merawat saya dulu, bila hari pertama kita berobat bisa langsung sembuh dengan hanya minum obat tanpa harus menjalankan fisioterapi.
Terima kasih, sudah sharing ceritamu di sini. Semoga pengalaman saya dan teman2 di sini bisa bermanfaat.
Anton
Posting Komentar