Seberapa dalam dan seberapa jauh kamu bisa mengingat masa kecilmu? Saat kamu umur lima tahun? Empat, tiga, dua.. atau bahkan satu tahun? Ingatan terdalam dan terjauh ku mungkin saat aku berumur kurang dari dua tahun!
Ada tiga kenangan masa kecilku yang terjauh yang bisa kuingat hingga aku berusia di atas 40 tahun saat ini, dan semua kenangan masa kecil itu seperti film lama yang monokrom.
- Biru, semuanya biru.. kabut biru.. entah pagi, entah sore.. Papa, mama dan aku yang masih kecil ada di atas buritan sebuah kapal di tengah laut. Kemungkinan kapal itu bernama KM. Rambutan yang terkenal waktu itu yang melayani trayek Samarinda – Surabaya p.p. Aku kecil yang sudah bisa berdiri senang banget naik kapal yang digoyang ombak itu, dan bilang ke papa dan mama kalau aku ingin naik kapal itu lagi. Mungkin ini adalah ingatan terjauh dibandingkan dua ingatan lainnya. Aku anak sulung dan selisih usiaku dan adikku, Albert, adalah dua tahun. Aku tidak ingat kalau saat itu aku sudah punya adik. Jadi pastilah aku berusia kurang dari dua tahun!
- Aku dan mama sedang makan di sebuah rumah makan (di Surabaya).. dan waktu itu aku sudah bisa duduk di kursi sendiri dan mama duduk di sisi meja di kananku.. Tiba-tiba aku berteriak: “Mama, ada kereta api!” sambil menoleh dan memandang kereta api yang lewat di luar rumah makan. Aku ingat kala itu hanya ada aku dan mama, aku belum punya adik.
- Malam.. gelap.. Mama, Kuku (uak) dan aku, naik sebuah dokar.. sepertinya mama mau kontrol ke dokter kandungan. Dokar berhenti di depan praktek dokter.. dan aku ditanya mau ikut mama atau ikut Kuku yang akan terus naik dokar kembali ke penginapan. Sepertinya kejadian itu di Surabaya juga.. dan sepertinya aku sudah mau punya adik.
Ingatan-ingatan ini terus mengikuti aku sepanjang lebih dari 40 tahun dan tak pernah hilang. Ketika aku duduk di SD, kejadian-kejadian di atas sudah pernah aku tanyakan kepada mama, dan mama mengakui kebenarannya tapi detilnya sudah tidak terlalu ingat lagi. Contohnya tempat aku dan mama makan itu kemungkinan besar, menurut mama, di daerah Kembang Jepun, Surabaya, dekat dengan penginapan dan toko-toko tempat Papa kulakan kain. Waktu itu Papa punya usaha toko kain di Samarinda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar