Peny sudah beberapa kali makan di depot kami Soto Banjar Samarinda di BSD City. Dia juga berasal dari Samarinda seperti halnya aku dan istriku, dan ini yang membuat kami cepat akrab. Sore itu, 26 Mei 2008, Peny datang lagi ke depot kami, tetapi kali ini dia datang bersama ibunya. Ibunya baru datang dari Samarinda, dan baru pertama kali makan di tempat kami.
Seusai makan ibunya Peny bertanya apakah kami orang Samarinda. Kami jawab: ya, kami orang Samarinda. Kemudian aku bertanya nama beliau, namun beliau tidak langsung memberitahukan namanya, tetapi profesinya sebagai seorang bidan semasa mudanya. Seketika itu muncul nama Sri Banoen dalam benakku, tapi untuk mengatakannya aku takut salah. Sampai akhirnya beliau mengenalkan diri bahwa beliau adalah Sri Banoen. Bagiku dan istriku ini benar-benar sebuah kejutan.
Ibu Sri Banoen (lahir di Yogyakarta, 6 September 1935) setelah lulus dari Akademi Perawat di Yogyakarta hijrah ke Samarinda bersama suami yang asal Tenggarong dan bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Samarinda (RSUD, sekarang bernama Rumah Sakit Islam). Merasa sebagai perawat muda kurang dihargai di lingkungan kerjanya waktu itu, Ibu Sri Banoen mencoba nyambi sebagai bidan keliling yang membantu persalinan ibu-ibu hamil dari rumah ke rumah. Dan ternyata profesi ini yang membuat namanya semakin terkenal. Banyak ibu di Samarinda yang melahirkan lewat tangan lembut Ibu Sri Banoen.
Sebagai anak-anak kami sangat akrab dengan nama Suster Sri Banoen, walau kami tidak bisa mengingat lagi rupanya. Ada juga yang memanggilnya Suster Sari Banoen. Hitung-hitung mungkin aku sudah tidak melihat beliau lebih dari 38 tahun, yaitu setelah Prisca, adikku yang keempat, lahir. Empat adikku yang lahir dibantu oleh Suster Sri Banoen adalah: Albert, Veronica, Fransiskus dan Prisca. Sedangkan aku dan dua adikku yang paling kecil, yaitu Anastasya dan Theresia lahir di rumah sakit.
Di usia yang ke-73, Ibu Sri Banoen masih tetap segar dan sehat. Semoga akan tetap begitu. Mungkinkah kamu salah satu yang lahir lewat tangan penuh kasih Suster Sri Banoen?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar