17 Oktober 2008

Mimpi Dua Presiden


Apa arti sebuah mimpi? Apalagi yang dimimpikan itu seorang Presiden. Yang pasti aku tidak tahu, karena aku bukan seorang yang diberi kelebihan atau talenta untuk dapat menafsirkan mimpi. Banyak teman-temanku mengartikannya bahwa aku akan sukses, naik jabatan, akan jadi orang terkenal, mendapat rejeki yang luar biasa, dan sebagainya. Tapi coba dengar ceritaku di bawah ini. Silakan kamu ambil kesimpulan sendiri.

Saat itu aku tinggal dan bekerja di Cirebon. Akhir April 1998, aku mimpi bertemu Presiden Soeharto. Presiden begitu ramah, dengan senyumannya yang khas beliau mempersilakan aku duduk di kursi di sebelah kanannya. Antara kursiku dan kursi Pak Harto dipisahkan oleh sebuah meja kecil. Kesanku beliau begitu hangat dan bersahabat.

Kemudian, saat aku dan keluarga tinggal di Denpasar, di tahun 2002 aku bermimpi bersama Presiden Soekarno. Aku berdiri di sebelah kiri Pak Karno yang sedang berpidato. Aku memegang mic yang dipakai beliau, tapi kemudian aku disibukkan dengan kabel mic yang kusut dan aku coba menguraikannya.

Semua mimpi di atas adalah mimpi yang singkat, bermaknakah? Seperti yang kukatakan di awal tulisan ini, teman-teman yang kuceritakan perihal mimpi ini semuanya mengatakan hal-hal yang luar biasa dan bagus untukku. Tapi ingatkah kamu arti kedua tahun itu, yaitu 1998 dan 2002? Ya? Tidak?

12 Mei 1998, terjadi tragedi Trisakti dan menyusul kerusuhan besar di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia (13-15 Mei 1998), kemudian berlanjut dengan lengsernya Pak Harto sebagai Presiden RI (21 Mei 1998). Semua peristiwa di atas berlangsung kurang dari sebulan setelah mimpiku bertemu dengan Pak Harto tersebut. Kemudian juga prahara datang menimpa rumah tanggaku!

12 Oktober 2002, bom pertama mengguncang Bali. Tempat tinggalku yang berjarak kira-kira 15 Km dari pusat ledakan bergetar hebat seluruh pintu dan jendelanya. Bali seketika dibuat banjir oleh air mata, banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Seorang teman kehilangan iparnya (istri adiknya) yang merupakan korban terakhir yang baru dapat diidentifikasikan lewat test DNA dari empat serpihan daging hangus kecil yang tersisa! Bahkan sepeda motor yang dikendarainya pun hancur-lebur dan menguap tanpa bekas!

Ketika mendapat mimpi yang kedua, yaitu mimpi bersama Presiden Soekarno, aku sudah menyampaikan kegusaranku kepada teman-temanku, mengingat aku sudah pernah mendapat pengalaman dari mimpi pertamaku dengan Presiden Soeharto. Salah satunya kepada sahabatku John Mahardjono, seorang dosen di Akademi Pariwisata (Akpar) Bali. Apakah mimpi itu sesungguhnya juga memberi petunjuk bahwa bisnis yang kami bangun bersama waktu itu akan runtuh? Kenyataannya bisnis bersama itu gagal di tahun yang sama. Bukan sebaliknya seperti yang kami sangka.

Jadi, apa arti sebuah mimpi? Apakah mimpi tentang orang-orang besar pertanda akan datangnya bencana? Apakah kebetulan sekali kalau kedua peristiwa di atas terjadi tanggal 12? Mungkin hanya kamu yang tahu jawabnya.

(Peringatan enam tahun peristiwa Bom Bali, 2002-2008)

Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.