21 Desember 2008

Misteri Mekarnya Bunga Sakura


Aku menyukai rumah kontrakan kami di jalan Banda, Samarinda, yang kami tempati tahun 1974-1978. Sebuah rumah kayu yang besar, sejuk dan padang karena memiliki banyak jendela kaca. Halamannya luas dengan pagar ulin setinggi satu meter yang mengelilingi depan rumah. Di sepanjang sisi dalam pagar itu terdapat berbagai macam tanaman seperti tebu ungu, belimbing wuluh, jambu merah, jahe, dan pohon Sakura yang ketika berbunga sangat indah sekali. Pemilik rumah, Pak Mastur, yang seorang anggota DPRD waktu itu, mengatakan keheranannya karena sebelumnya pohon Sakura tersebut tidak pernah berbunga!

Seperti cerita terdahulu mengenai Gunung Seteleng, depan rumah ini menghadap ke Timur di mana Gunung Seteleng berdiri. Dari depan rumah kami dapat melihat pemandangan ke arah puncak Gunung Seteleng dengan jelas. Sedangkan di belakang rumah ada sebatang pohon Jambu Klutuk (Jambu Biji). Aku dan Albert sering naik ke pohon itu hingga naik ke atap rumah. Duduk-duduk di atap rumah menjadi suatu pengalaman yang asyik waktu itu, kadang-kadang kami bermain layangan di sana.

Rumah itu hanya mempunyai dua kamar tidur, namun ukuran kamarnya besar. Demikian juga ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, dapur dan tempat jemuran ukurannya besar pula. Dan sebuah garasi mobil, yang tidak pernah kami pakai karena kami tidak punya mobil. Akhirnya garasi tersebut disewa oleh temannya papa untuk menyimpan mobilnya, karena rumahnya yang di tepi Sungai Karang Mumus tidak punya garasi mobil.

Tak lama setelah kami tinggal di rumah itu, seorang tetangga seberang rumah (di jalan Samosir) bertanya padaku apakah kami senang tinggal di rumah itu. Tentu saja aku jawab bahwa kami senang banget tinggal di rumah itu. Kemudian dia ragu-ragu bertanya lagi, "Apa kalian tidak mendapat gangguan selama tinggal di rumah itu?"

"Tidak ada. Memangnya siapa yang mau ganggu kami?" aku balik tanya. Kelihatannya dia tidak ingin mengatakannya. Setelah aku desak akhirnya dengan ragu dia mengatakan, "Menurut kami dan orang-orang yang tinggal di sekitar sini rumah yang kalian tempati itu berhantu."

"Kami sekeluarga tidak ada yang pernah melihat hantu. Hantunya kayak apa?" aku jadi penasaran.

"Kami di sini sering melihat hantu api terbang mengelilingi rumah itu. Hantu apinya kecil-kecil ada tiga: hantu api warna merah, kuning dan hijau."

Ternyata mamaku juga mendengar hal yang sama dari tetangga lain. Tetapi kami sekeluarga merasa nyaman-nyaman saja tinggal di rumah itu. Justru di rumah itu kesehatanku makin baik, asmaku jarang kambuh.

Mungkin hantunya kabur dengan masuknya keluarga kami ke rumah itu. Ini bukan pernyataan yang sombong, karena kemudian tetangga kami bilang bahwa sejak kami tinggal di rumah itu, hantu api itu tidak pernah terlihat lagi. Mungkinkah mekarnya bunga Sakura, yang tidak pernah mekar sebelumnya, sebagai pertanda perginya para hantu api tersebut? No one knows!


4 komentar:

deden mengatakan...

waduh untungnya selama menghuni rumah itu gak pernah diganggu ya pak. Di jalan banda? Masih ada gak rumah yang itu ya?

ANTON C. ARSEN mengatakan...

@deden:

Rumah itu sudah gak ada mas Deden, sudah dirombak total gak kaya rumah dulu lagi. Kalau ke Samarinda aku pasti sempatkan lewat situ, dan sekalian ke SCP.. :-)

Oom Adiz mengatakan...

All About Samarinda
Pengalaman menarik yaa...sayang...perasaan aku belom pernah lho melihat tanaman bunga sakura....cuma bisa membayangkan saja...bunga yg kyk di Jepang itu khan, pak Anton...?

ANTON C. ARSEN mengatakan...

@manggis

Benar, bunga Sakura asalnya dari Jepang. Googling aja pasti dapat banyak foto bunga Sakura yang indah. Ada beberapa aku download untuk dijadikan wallpaper. Bagus banget!

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.