08 Januari 2009

Pantai Senggigi


Pantai Senggigi adalah pantai yang sangat terkenal di Lombok. Aku pertama kali mendengar keindahan pantai Senggigi ketika aku masih tinggal di Surabaya, yaitu sekitar tahun 1986-1990, dari seorang klien perusahaan tempatku bekerja. Katanya pantai Senggigi itu sangat indah, bersih dan masih perawan. Aku tak menyangka, kira-kira 15 tahun kemudian aku telah berada di pantai yang terkenal itu, pantai Senggigi. Tapi anehnya, aku tidak terkesan!

Apakah pantai Senggigi itu telah berubah dalam kurun waktu 15 tahun sejak aku mendengar namanya untuk pertama kali? Aku merasa pantai Kuta, pantai Nusa Dua, pantai Bualu dan Dreamland yang ada di Bali masih jauh lebih indah dari pantai Senggigi. Maaf, ini pendapatku pribadi lho. Kalau ada yang tidak sependapat, tidak menjadi masalah, kan? Tapi satu yang tidak dapat kusangkal, pantai Senggigi tampak sangat indah dan menawan bila dilihat dari kejauhan atau ketinggian; seperti yang kami lakukan dari Tanjung Krandangan (Karangdangan), kira-kira satu setengah kilometer barat laut pantai Senggigi. Di sini terdapat tempat beristirahat dan melepas dahaga.

Mungkin keperawanan pantai Senggigi sudah sirna. Sekarang banyak turis yang ke Lombok berbondong-bondong berlibur ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitar pulau Lombok, seperti: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Aku sedikit menyesal karena tidak sempat ke pulau-pulau kecil tersebut padahal kami sudah berada di tempat penyeberangannya di Bangsal, Pemenang, Lombok. Dari tempat penyeberang ini kami dapat melihat pulau-pulau kecil tersebut di kejauhan.

Waktu itu begitu banyak turis yang akan menyeberang ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, hingga membuat antrian yang sangat panjang, dengan kondisi perahu yang terbatas. Kebanyakan turis waktu itu berasal dari Jepang dan Taiwan. Hal itu membuat keluarga om-ku kuatir kalau-kalau kami nanti akan terlambat kembali ke hotel untuk checkout, karena memang kami berencana kembali ke Denpasar sore itu dengan ferry. Tentu hal ini membuat aku sedikit kecewa. Itu terakhir kalinya aku berkunjung ke Lombok bersama om, tante dan saudara sepupuku di tahun 2005.


3 komentar:

Anonim mengatakan...

wah saya blum pernah kesana..:)

Anonim mengatakan...

hub. aq nnt lo ke lombok yach.......
bintangselvi@yahoo.co.id

lm kenal

ANTON C. ARSEN mengatakan...

@erwinyustiawan & @jinjun:

Salam kenal juga. Thx sudah hampir di blogku.

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.