14 Januari 2009

Ruddy Soehartono 3


Akhirnya aku dan Ruddy bertemu malam ini di Lippo Karawaci, di rumah kakak perempuannya. Pesawat yang ditumpangi Ruddy dari Balikpapan mengalami keterlambatan sekitar setengah jam, hingga kami baru bertemu jam 8.10 malam. Ruddy masih belum berubah, tampak masih seperti dulu. Rambut masih kelihatan hitam, belum banyak beruban. Katanya sih dia dan istrinya rajin mencabuti uban. Beda dengan aku yang sudah banyak beruban, jadi tidak mungkin dicabuti lagi, terpaksa disemir untuk menjaga penampilan... Ha ha! Istriku sering menyelutuki aku genit, padahal aku hanya merasa diri kusam bila terlihat banyak uban di kepala.

Kemudian aku ditawari makan gado-gado yang dibeli kakaknya tadi di food court Plaza Indonesia. Wah, gado-gadonya sungguh enak! Sewaktu makan Ruddy mengatakan bahwa dia sudah menelepon Nursari Perhan, yang katanya mau datang dan sekarang ada di Lippo Karawaci juga. Nursari juga teman sekelas kami sewaktu di SMAK dulu, di Samarinda. Aku lantas menelepon Nursari dan mendesaknya bertemu, karena rumahnya tidak jauh dari rumah kakaknya Ruddy. Dan kira-kira setengah jam kemudian Nursari datang bersama kedua anak laki-lakinya, Andi dan Christian.

Situasi makin ramai. Nursari menceritakan beberapa kelucuan yang dibuat Ruddy sewaktu di SMAK dulu, yang justru aku sendiri sudah tidak begitu ingat lagi. Ruddy memang masih lucu dan konyol seperti dulu. Aku bilang ke Nursari kalau aku sering mimpi Ruddy, tapi anehnya setiap mimpi Ruddy pasti ada Nelly, dan kalau aku mimpi Nelly pasti ada Ruddy. Ha ha! Nah, benar kan, Nursari juga tidak menyangka kalau Ruddy akhirnya menikahi Liby, cewek yang sering digodanya dulu! Sambil ngobrol Ruddy menunjukkan foto-foto keluarganya ketika mereka berlibur ke China dan Air Terjun Niagara. Ruddy memiliki dua anak perempuan yang berusia 16 dan 13 tahun. Kami pun menyempatkan diri berfoto bersama.

Aku pamit karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Masih ada 20 km perjalananku kembali ke BSD City, dan aku harus mampir ke Taman Beverly Golf untuk menjemput istriku, di rumah kakaknya. Nursari juga pulang bersama kedua anaknya. Malam yang indah buat kami. Thank you, God.




Ruddy Soehartono (paling depan)


Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.