26 Januari 2009

Perbedaan Tahun Baru Imlek


Dua hari lalu, 24 Januari 2009, aku membalas e-card yang dikirim Ruddy kepadaku di 123Greetings.com. Ruddy mengirim e-card ucapan selamat tahun baru Imlek. Ketika memilih e-card yang akan kukirim ke Ruddy, aku bingung dengan beberapa kartu elektronik yang menunjukkan tahun 4707 untuk tahun baru Imlek di tahun 2009 ini. Padahal menurut kalender Imlek yang beredar luas di Indonesia, tahun baru Imlek kali ini adalah tahun baru Imlek 2560. Mengapa bisa begitu? Apakah tahun Imlek itu sudah mengalami koreksi, tapi banyak yang tidak tahu?

Setelah melalukan searching beberapa waktu dengan Google, yang kini umum disebut Googling, akhirnya aku menemukan jawabannya. Ternyata di seluruh dunia ada tiga penahunan untuk Imlek, dua diantaranya menunjukkan tahun 2560 dan 4707 untuk tahun baru di tahun ini yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009.

Tahun 4707 itu sering dipakai oleh kaum Taoist, dan disebut DaoLi atau kalender Tao, dihitung dari masa naiknya HuangDi sebagai raja, tepatnya dihitung dari tahun ke 60 HuangDi memerintah (2698-2598 SM). Jadi penanggalan yang merujuk pada tahun dimana HuangDi memerintah adalah penanggalan yang digunakan oleh kaum Taoist.

Sementara untuk tahun 2560 ditetapkan berdasarkan keputusan Kaisar Han Bu Tee (140-86 SM) dari Dinasti Han (206 SM-220) yang menetapkan ajaran Confusius (Kong Hu Chu) sebagai agama resmi, dan penanggalan yang dianjurkan oleh Kong Hu Chu inilah yang akhirnya resmi untuk dipakai oleh semua orang di Tiongkok. Dalam anjuran Kong Hu Cu tersebut saat musim semi ditetapkan menjadi awal tahun baru. Orang menyebut penanggalan tersebut sebagai Yin Li, Xia Li atau Nong Li.

Walau penetapan tahun-tahun itu ada hitung-hitungannya, tapi aku tidak ingin mendalaminya lebih jauh. Mengetahui terjadinya perbedaan itu saja sudah cukup bagiku. Perlu diketahui bahwa sejak tahun 1912 di Tiongkok sendiri penanggalan Gregorian
secara resmi sudah digunakan, dan mereka menyebut penanggalan ini sebagai Xi Li atau penanggalan Barat.


GONG XI FA CAI



(Dari berbagai sumber di Internet)


Tidak ada komentar:

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.