16 Januari 2009

Osama Gertak Obama


Itu judul artikel di surat kabar Nonstop yang terbit hari ini, Jumat, 16 Januari 2009. Artikel itu tepat di bawah berita headline mengenai Dewi Persik yang berjudul Ranjang Dewi Digoyang Aldi, yang dicetak besar selebar halaman surat kabar itu. Jadi kesannya berita Osama dan Obama kalah penting dan kalah seru dibandingkan berita mengenai Dewi Persik dan Aldiansyah Taher.

Sejak awal aku memang berusaha menghindari penulisan mengenai hal-hal yang berbau politik, kriminal dan gosip. Bagiku lebih enak bercerita mengenai dunia yang indah, pengalaman masa lalu, persahabatan, wisata dan kuliner, semacam itulah. Tapi, entah kalau suatu hari aku sudah terjun ke dunia politik. Ha ha ha...

Aku tetap tidak tertarik membahas permasalahan politik di blogku ini. Aku hanya ingin membahas nama Obama dan Osama. Mengapa nama mereka bergitu mirip? Jumlah huruf dan lafalnya juga sama, hanya beda di huruf kedua. Dan mereka hidup di masa yang sama, walau beda generasi. Aku yakin ada rencana besar Tuhan di balik itu. Dari namanya saja seperti sudah tersirat sebuah kemenangan buat Obama (dalam pemilihan presiden Amerika Serikat November lalu). Apalagi kita tahu bahwa perjalanan karir Obama yang begitu mulus, hampir tanpa hambatan, bahkan terkesan fantastis, seakan "mengejar waktu" untuk berhadapan dengan Osama.

Bila kamu sudah membaca buku When GOD Winks karangan SQuire Rushnell, di awal bab dua Rushnell menulis: "Hidup Anda bukanlah suatu kumpulan dari pengalaman acak yang membawa Anda bagaikan setangkai ranting yang hanyut di aliran sungai ke tujuan yang tidak diketahui. Anda adalah bagian dari sebuah rencana yang jauh lebih besar." Jadi aku percaya kemenangan Obama, yang namanya mirip dengan Osama, bukanlah sebuah kebetulan; tapi sebuah petunjuk, dari sebuah rencana besar Tuhan.

Entah Amerika Serikat sedang kualat atau mendapat berkah, presiden mereka sekarang, Barack Hussein Obama, seakan menyandang dua nama yang paling mereka benci selama ini, yakni: Osama bin Laden dan Saddam Hussein. Kebetulan saja? Menurut Rushnell tidak ada yang namanya "kebetulan saja", melainkan "kebetulan yang disengaja" oleh Tuhan sebagai isyarat untuk kita. Untuk membuka pemahaman kita Rushnell memberi ilustrasi sebagai berikut.

"Coba saja pikirkan. Jika Anda adalah Tuhan dan ingin berkomunikasi dengan manusia tanpa menggunakan suara manusia, bagaimana Anda melakukannya? Anda akan melakukan keajaiban-keajaiban kecil, bukan? Anda akan menciptakan keajaiban-keajaiban kecil, seperti kebetulan-kebetulan, yang membuat orang bertanya-tanya: 'Apa arti dari semua kejadian ini?' Itulah isyarat Tuhan."


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Bagus bangets...blognya, lihat blogku juga lhoo

salam kenal....

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.