Dengan bantuan Google Earth kemarin aku berhasil menemukan sebuah kota kecil di Spanyol yang bernama Aielo de Malferit di Propinsi Valencia. Kota kecil itu terletak di lembah Sierra Grossa, sebuah pegunungan yang mengelilinginya, seperti yang pernah digambarkan oleh sahabatku, Ester Gisbert, yang berasal dari Spanyol ketika datang ke Indonesia tahun 1997. Ester hanya memberi tahuku ancar-ancar letak kota asalnya itu di peta Spanyol, yang karena saking kecilnya kota itu tidak tercantum di peta yang kutunjukkan padanya; juga di peta-peta terbaru lainnya yang ada sekarang ini.
Google Earth memang menakjubkan. Walau aku hanya memakai yang gratisan, tetapi efek visual-nya sangatlah bagus dan memukau. Untuk yang gratisan ini kita hanya dibatasi oleh kapasitas penyimpanan data di disk (cache disk) sebesar 2000 MB, dan data diambil dari database yang telah dimiliki Google beberapa tahun sebelumnya, jadi tidak up-to-date. Untuk dapat mengakses data yang up-to-date kita harus bayar. Google menawarkan beberapa macam keanggotaan, untuk itu kunjungi http://earth.google.com. Dengan kapasitas yang hanya 2000 MB itu, maka semua data yang tersimpan di komputer kita hanyalah data terakhir, artinya apabila kita mengunjungi banyak kota atau obyek wisata di dunia, maka data lama akan selalu tertimpa dengan data yang baru.
Aku terus melakukan zoom in pada kota Aielo de Malferit (Spanyol, Ayelo de Malferit) hingga pada ketinggian mata 883 feet. Dengan ketinggian seperti itu atap-atap rumah dan jalan-jalan sudah terlihat sangat jelas. Bahkan dengan menghidupkan fasilitas layer jalan, label jalan muncul menandai nama-nama jalan di kota itu. Bahkan aku menemukan jalan dimana Ester beralamat, yaitu di Calle de Reverend Rafael Juan Vidal. Menakjubkan!
Dengan Google Earth aku juga sering terbang ke mana-mana, ke kota-kota dan obyek-obyek wisata yang ingin kulihat. Yang paling sering, aku terbang ke Samarinda tentu saja, menyelusuri liku-liku Sungai Mahakam hingga ke Tenggarong, melintasi Jembatan Mahakam dan Jembatan Kutai Kartanegara lalu Pulau Kumala. Aku juga sering terbang ke Murung Pudak, Bali dan Niagara Falls. Mengamati Patung Liberty dari ketinggian dan kapal-kapal yang kebetulan melintas di dekatnya. Pokoknya sangatlah menyenangkan dan mengasyikkan.
Efek visual saat berpindah dari satu obyek ke obyek lain sangatlah mengagumkan. Kita bagai benar-benar terbang ke angkasa dan kemudian meluncur turun mendekati obyek lain yang menjadi tujuan kita. Efek bola dunia yang berputar ketika membawa kita meluncur ke kota atau ke obyek lain yang letaknya di belahan bumi lain, benar-benar indah. Aku sangat menikmati semua ini. Berkat Google kita dapat menikmati sesuatu yang luar biasa seperti ini. Gratis lagi.
Thank you, Google.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar