Seandainya kamu boleh meminta satu hal dalam hidupmu, apa yang akan kamu minta? Kekayaan, ketenaran, kebahagiaan, kesehatan, umur yang panjang, kesempatan berkeliling dunia, atau lainnya? Sebaiknya kamu mulai memikirkannya sekarang. Siapa tahu tiba-tiba Tuhan memberi kamu kesempatan untuk memintanya. Hanya satu permintaan. Mungkin cerita di bawah ini dapat memberikan gambaran kepadamu apa yang sebaiknya kamu minta.
Suatu hari salah satu dewa langit turun ke bumi dan menemui Oneng yang sedang bekerja di dapur. Tentu saja Oneng kaget setengah mati, tetapi dengan cepat dewa menenangkan hati Oneng dan berkata, "Aku sudah melihat seluruh kehidupanmu, kesabaran dan ketaatanmu, dan itu menyenangkan hatiku. Oleh karena itu aku berniat menghadiahi kamu dengan tiga permintaan," kemudian dewa melanjutkan, "setiap aku datang kamu boleh mengajukan satu permintaan. Sekarang ajukan permintaanmu yang pertama."
Beberapa saat Oneng terdiam, karena masih bingung dengan hadiah dari dewa tersebut. Tetapi setelah berpikir sejenak, Oneng pun berkata kepada dewa, "Baiklah, dewa. Karena ini engkau yang menawarkannya padaku, maka untuk permintaan pertama aku mau engkau mencabut nyawa suamiku."
Dewa kaget dengan permintaan Oneng tersebut, "Kamu kok menghendaki suamimu meninggal? Kenapa?"
"Dia jahat padaku, dewa. Sejak dia di-PHK keuangan keluarga kami morat-marit. Bertahun-tahun dia juga nganggur dan sampai sekarang belum mendapat pekerjaan. Sudah begitu dia tetap minta dilayani."
"Baiklah, karena itu sudah menjadi permintaanmu, maka itu terjadi."
Tak lama kemudian Oon, suami Oneng, pun meninggal. Banyak keluarga, tetangga dan sahabat-sahabat mereka yang datang melayat. Semua yang hadir melayat menangis dan bersedih, karena hampir semua mempunyai kenangan yang berkesan dengan Oon. Banyak yang mengungkapkan kebaikan-kebaikan dan perhatian-perhatian Oon semasa hidupnya. Oneng sama sekali tidak menyangka kalau kesan orang-orang begitu mendalam terhadap suaminya. Ternyata di dalam keterpurukan, suaminya masih sempat-sempatnya menolong dan memberi perhatian kepada orang lain. Di depan mata tetangga dan sahabat-sahabatnya ternyata Oon seorang yang sangat baik. Oneng jadi menyesal dengan permintaannya tersebut dan berniat menghadap dewa untuk mengembalikan suaminya.
"O, jadi kamu ingin aku menghidupkan kembali suamimu?" tanya dewa sambil melanjutkan, "Sungguh kamu tidak menyesal dengan permintaanmu yang kedua ini?" Oneng pun mengangguk pasti. Hatinya sudah mantap bahwa dia akan mencintai Oon sampai akhir hidupnya.
"Baiklah, jika itu yang kamu kehendaki. Terjadilah!" ucap dewa sambil berlalu.
Betapa bahagianya hati Oneng mendapati suaminya, Oon, hidup kembali. Peristiwa itu tentu saja membuat gempar seluruh kota; keluarga, tetangga dan sahabat-sahabat mereka begitu bergembira dan bersuka-cita. Peristiwa itu juga membawa hikmah, karena Oon kemudian mendapat tawaran usaha dari salah satu kerabatnya. Kehidupan ekonomi keluarga mereka pun kembali pulih dan maju. Oneng semakin mencintai Oon, demikian sebaliknya.
Bertahun-tahun telah lewat, hidup bahagia bersama Oon telah membuat Oneng lupa kalau dia masih mempunyai satu permintaan kepada dewa. Dewa pun berniat untuk mengingatkan Oneng, maka ia pun turun ke bumi menemui Oneng.
"Oneng, kamu masih mempunyai satu permintaan kepadaku. Mintalah itu sekarang."
Oneng kaget, tetapi ia tahu kali ini dia harus berhati-hati, dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah dilakukannya dengan permintaan pertama dulu. Kali ini kalau dia salah meminta, maka tidak ada kesempatan lagi bagi dia untuk memperbaikinya, karena permintaannya hanya tinggal satu.
"Dewa, kali ini aku akan memikirkannya dulu dengan hati-hati. Aku tidak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu," demikian yang dikatakan Oneng pada dewa. Dewa pun pergi meninggalkan Oneng.
Oneng pun terus memikirkan apa yang harus dimintanya kepada dewa.
- Kekayaan? Mereka sudah cukup kaya. Apa gunanya kekayaan lagi kalau besok mati?
- Umur panjang? Apa gunanya umur panjang kalau sakit-sakitan dan miskin?
- Kesehatan? Apa gunanya selalu sehat tapi tidak bahagia?
- Kebahagiaan? Apa bisa bahagia kalau tidak punya uang, menderita karena sakit dan mati?
Ketika merasa bahwa umurnya mungkin tidak lama lagi, Oneng pun memanggil dewa. Ketika dewa hadir di hadapannya, Oneng pun segera berkata kepada dewa, "Aku menyerah, dewa. Aku tidak tahu apa yang harus kuminta hingga tidak menimbulkan penyesalan lagi dalam hidupku. Sekarang katakan padaku apa yang harus kuminta."
Dewa menaruh belas kasihan kepada Oneng, dan dengan lembut dewa berkata kepada Oneng, "Mintalah 'HATI YANG DAMAI' walau apa pun yang terjadi."
Nah, jikalau kamu hanya boleh mengajukan satu permintaan saja, apa yang kamu minta?

2 komentar:
Hati yang damai dan Persahabatan, itu saja yang saya minta. Sebuah persahabatan lebih berharga dari pada kakayaan yang berlimpah. Dan tentunya persahabatan akan membawa perasaan yang damai di hati.
Postingnya keren dan themenya bagus sekali ini pak Anton.
Den, itu dua permintaan.. Hehehe... Bujur ujar ikam kalu persahabatan itu labih beharga daripada kekayaan..
ANTON
Posting Komentar