Dulu... namanya Loa Bakung, Loa Buah, Sungai Kunjang, Temindung, Lempake, Air Putih, rasanya merupakan tempat-tempat yang letaknya sangat jauh, terutama bagi kami yang tinggal di daerah kota lama Samarinda seperti Pelabuhan dan Karang Mumus. Kalau ke sana pun hanya dalam rangka jalan-jalan atau wisata. Sekarang daerah-daerah itu sudah merupakan bagian dari Kota Samarinda yang ramai dan padat, bukan pinggiran dan luar kota Samarinda lagi.
Membayangkan kedamaian dan keasrian Samarinda tempo dulu membuat aku jadi kangen. Masa-masa itu antara tahun 1968 - 1982 bagiku merupakan gambaran Samarinda yang sempurna. Waktu itu Samarinda juga sempat punya kebun binatang, walau kecil, yang letaknya di dekat Temindung. Kalau tidak salah, di jalan antara Lapangan Terbang Temindung ke Mal Lembuswana sekarang. Hanya bertahan beberapa tahun, akhirnya ditutup dan hilang tanpa bekas.
Semasa di SMP, aku dan teman-teman beberapa kali ke Lempake beramai-ramai naik motor mencari durian. Sebenarnya kata 'mencari' tidak tepat, karena salah seorang teman kami orang tuanya mempunyai lahan luas yang ditanami pohon durian. Jadi kami ke sana tinggal tunjuk, petik dan makan. Enak, enak, enak...
Semasa di SMA, aku dan beberapa teman sering nongkrong di pelataran parkir Lamin Indah, dimana ada sebuah pohon besar yang rindang di dekatnya. Lamin Indah terletak di atas bukit, sebenarnya merupakan sebuah tempat hiburan malam, dan bila siang tempat itu sepi. Dari Lamin Indah kami dapat menikmati pemandangan ke arah Kota Samarinda, biasanya sambil kami rujakan atau membawa makanan ke sana, serta mengerjakan PR sekolah. Kami sering ke sana sepulang sekolah, biasanya bila kami pulang lebih awal, karena waktu itu musimnya guru-guru ikut penataran jadi banyak jam pelajaran kosong.
Jalan-jalan di Samarinda ketika itu tidak terlihat padat seperti sekarang, dan terkesan lebar serta bersih. Bila di blog-blog banyak yang mengatakan bahwa Samarinda itu kota yang kotor, kita patut menerimanya dengan besar hati dan menjadikannya sebagai kritik yang membangun. Sebagai contoh: Jalan Mulawarman dulunya merupakan jalan yang cukup lebar, rapi dan bersih; coba tengok sekarang sepertinya jalan itu menyempit, semrawut dan kotor; terutama daerah sekitar mal.
Kini Samarinda terus mekar seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan yang terus berjalan. Dulu... Samarinda benar-benar merupakan sebuah kota yang sempurna. Aah, aku kangen...

2 komentar:
duh .. yg lagi kangen sama samarinda
btw sekarang kalau menururtku sih makin maju bos, makin lama tinggal di samarinda makin mencintai kota ini.
padahal masa tugasku dah mau selesai ...
hiks..hiks..hiks..
@Stainly:
Memang kamu asal dari mana? Kukira asal Bontang.. Iya, aku lagi kangen nih...pingin cepat bisa pulang ke Samarinda... :)
Posting Komentar