13 Maret 2009

Vokal Grup Full of Joy


Beberapa hari yang lalu Aku dan Michael, anakku yang bungsu, ke Gramedia yang ada di WTC Serpong. Aku dan anak-anakku memang punya kegemaran yang sama dalam hal membaca. Anak-anak sampai punya koleksi lengkap beragam komik dari Doraemon, Naruto, Bookworm, Animorph, Card Raptor Sakura, Goosebump, Rave, Onepiece, dan lain-lain. Sedangkan aku sendiri senang membaca buku-buku komputer dan marketing. Aku nge-fan banget dengan Donald J. Trump. Tak kurang dari enam buku yang ditulis Donald J. Trump yang kupunya.

Suatu saat mataku tertuju pada sebuah buku kumpulan lagu-lagu daerah yang bersampul menarik. Aku kemudian membuka isinya, halaman demi halaman, membuat pikiranku melayang jauh ke tahun sekitar 1980, ketika itu aku bergabung dengan sebuah vokal grup dari muda-mudi Katolik di Gereja Katolik Prapatan, Balikpapan, atas ajakan kakak sepupuku Maria Goretti Tatyani.

Kelompok vokal itu bernama Full of Joy. Beberapa anggotanya masih kuingat seperti: Bosse, Rachel, Taty, Erni, Mimi, Afa, Melda, Handoko, Yanti, dan selebihnya aku telah lupa. Selain lagu-lagu gereja, kami juga sering menyanyikan lagu-lagu daerah seperti Apuse, Ampar-ampar Pisang, Rasa Sayange, Waktu Hujan Sore-sore, dan sebagainya. Saat itu semua dari kami masih single, tidak punya beban, selalu gembira. What a beautiful life!

Kemudian suatu saat bersama kelompok Mudika (Muda-mudi Katolik) Gereja Prapatan kami berkunjung ke sebuah Gereja Katolik di Loa Duri, dekat Tenggarong, dengan mengunakan sebuah bus. Malam hari kami menyuguhkan hiburan buat muda-mudi dan umat di sana dengan nyanyian dan tarian. Awalnya kami mengalami kesulitan mengajak muda-mudi dan umat di sana untuk berpartisipasi, padahal tujuan kami ke sana untuk membangun keakraban dengan mengajak mereka bergembira bersama.

Tiba-tiba seseorang dari kami punya ide bagaimana kalau kami coba menyuguhkan lagu dangdut. Ternyata... sungguh luar biasa! Muda-mudi di sana tidak malu-malu naik ke panggung untuk berjoget bersama. Padahal tidak ada lagu dangdut dalam agenda kami saat itu, yang ada hanya lagu gereja, lagu daerah dan lagu pop. Malam itu kami senang sekali karena berhasil mengajak mereka ikut bergembira. Kami menginap di sana semalam, tidur di lantai ruang gereja.

Pagi harinya kami semua beramai-ramai pergi ke batang untuk mandi. Batang adalah tempat MCK (mandi, cuci dan kakus) penduduk di pinggir sungai yang terbuat dari gelondongan kayu besar yang dirakit bersama. Membayangkan kegembiraan kami waktu itu saat mandi bersama di batang membuat aku selalu tersenyum-senyum sendiri. Tentu ini menjadi sebuah kenangan terindah yang tidak pernah bisa kulupakan yang terjadi dalam hidupku.

Entah bagaimana cerita hidup teman-temanku yang dulu ada di Full of Joy itu dan dimana mereka sekarang, aku tidak tahu pasti. Hanya sekilas berita saja bahwa si A, B, C masih di Balikpapan, si D dan E di Surabaya. Sudah lama kami tidak berhubungan dan bertemu lagi. Hanya satu di antara mereka yang masih sering kutemui karena tinggalnya yang tak jauh dari rumahku sekarang di BSD City, dialah Tatyani, kakak sepupuku sendiri yang dulu mengajakku bergabung di vokal grup Full of Joy tersebut dan pernah mandi bareng di batang bersamaku.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya memberikan komen pertama...
tapi apakah saya harus menulis: "pertamaxxx" ???

saya rasa itu hal yang konyol 0_0

tidak, lebih baik saya menulis: "kesatuxxx" ^^!

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.