13 Maret 2011

Permainan Semasa Kecil


Aku coba mengingat-ingat permainan-permainan semasa aku kecil dulu yang sudah sangat jarang, atau hampir tidak pernah kutemui lagi dimainkan anak-anak jaman sekarang. Ada kerinduan untuk kembali mengenang ke masa-masa kecil dulu...

Jaman sekarang anak-anak lebih senang main video game, dimulai dari Nintendo, kemudian Sega, PlayStation, PSP, XBox, Wii, dan sebagainya. Mainan-mainan tradisional seperti jaman aku kecil dulu hampir tidak mereka kenal. Ada berapa anak-anak di kota sekarang yang masih mau main kelereng?

Di bawah ini ada beberapa permainan yang aku dan teman-temanku mainkan semasa kecil dulu.

Pedang-pedangan dari Kayu
Aku dan teman-teman membuat pedang-pedangan dari kayu. Kayu didapat dari tulang atau rangka bagian tengah gulungan atau bal kain. Kayu ini mudah kami dapat karena papa dulu pedagang kain. Permainan pedang-pedangan ini diinspirasi oleh film seri Ivanhoe yang ditayangkan TVRI, stasiun TV satu-satunya waktu ini dan belum berwarna!

Pistol atau Senapan dari Kayu
Pistol atau senapan kayu mungkin masih dimainkan anak-anak sekarang yang tinggal di desa atau pinggir kota. Tapi satu hal yang beda dan unik adalah pelurunya yang berasal dari suatu tanaman semak, yang aku  sendiri tidak tahu namanya. Bentuknya bulat lonjong berupa biji yang keras dengan tangkai (ekor) yang panjang. Sekarang tanaman itu hampir tidak pernah terlihat lagi. Adakah yang tahu?

Kelereng atau Gundu (Bhs. Jawa)
Kami di Samarinda menyebutnya keleker. Setiap pemain selalu punya keleker favorit atau keleker jimat untuk dimainkan. Setiap pemain berusaha mengenai keleker lawan dengan cara mengeker  (membidik) dan mengetek (menyentil dengan jari) keleker sendiri ke arah keleker lawan, bila kena maka lawan harus membayar kita dengan satu keleker. Aku ingat, suatu waktu aku dan adik-adikku sampai punya beberapa blek keleker!

Lompat Tali Karet
Lompat tali biasa dimainkan baik laki-laki maupun perempuan. Tali terbuat dari karet gelang yang dirangkai menjadi tali yang panjang. Para pemain harus bisa melompat melewati tali yang dipegang oleh dua orang yang gagal melompat sebelumnya; dimulai dari ketinggian selutut, kemudian sepaha, sepinggang, sedada, sekepala, sekilan di atas kepala dan lebih tinggi lagi. Intinya, permainan ini adalah untuk adu lompat ketinggian.

Wayang
Anak-anak di Jawa menyebutnya Gambar. Wayang adalah gambar-gambar yang berisi cerita. Biasanya satu lembar Wayang terdiri dari 50 wayang-wayang (gambar-gambar) kecil. Wayang dipotong kecil-kecil sesuai besar gambar, dan dimainkan dengan cara dilempar ke udara. Wayang yang terbuka ketika jatuh ke tanah, menang. Seperti keleker, para pemain wayang juga punya wayang jimat sebagai jagoannya.

Bungkus Rokok
Bungkus rokok dimainkan sebagai alat pembayaran atau uang dalam permainan kartu. Bungkus rokok yang laku adalah bungkus rokok kretek, yang berupa lembaran kertas, bukan kotak. Makin langka rokoknya makin mahal nilai bungkusnya. Kalau dipikir-pikir aku bingung juga bagaimana waktu itu kami menentukan nilai bungkus rokok sebagai alat pembayar dan kami semua bisa sepakat!

Kasti
Walau dimainkan dengan menggunakan bola tenis, tapi dalam kasti ia lebih dikenal sebagai bola kasti. Dimainkan secara grup, dua grup pastinya, yaitu grup jaga dan grup main. Permainan ini mirip dengan permainan baseball. Salah satu bedanya, di baseball bola cukup disentuhkan ke badan lawan; sedangkan di kasti dengan cara dilempar ke badan lawan secara pelan maupun keras, istilahnya "digebok". Aku ingat teman-teman sering main dengan bola buta! Bola buta adalah bola tanpa angin di dalam. Hmm.. kalau kena gebok, rasain nyawa! Aku pasti tidak ikut karena takut, sewaktu SD badanku kecil dan kerempeng. He he he...

Gasing atau Yoyo
Umumnya terbuat dari kayu. Ini adalah permainan ketangkasan. Sampai hari ini yoyo tetap ada, walau kebanyakan sudah terbuat dari bahan plastik keras dan diberi lampu kinetik warna-warni.

Halma dan Ular Tangga.
Sekarang, walau masih ada, tapi sudah jarang dimainkan oleh anak-anak masa kini. Mungkin kalah menarik dibanding dengan game-game RPG.

Kwartet
Kwartet adalah permainan kartu bergambar, dimainkan oleh dua sampai dengan empat orang. Pemain yang menang adalah pemain yang berhasil mengumpulkan satu seri kartu (empat kartu dengan judul yang sama) sebanyak mungkin. Kwartet favoritku adalah kwartet Godam-Gundala. Sayang sudah tidak ada lagi sekarang.

Layang-layang
Siapa yang tidak tahu permainan ini. Dulu, layang-layang erat dengan benang gelasan. Adu layang-layang adalah tujuan utama, istilah keren anak-anak Samarinda "betegangan". Membuat layang-layang sendiri juga sudah biasa, sampai mewarnai dan menghiasinya dengan (ke)sumba warna-warni. Lalu menggelas benang dengan bahan baku kaca bekas botol (pepaci), kancur, putih telur atau kanji. Benang yang bagus namanya benang godang, yang besar diameternya. Menyasah kelayangan limbung, hi-ih jua.

Lempar Koin
Lempar koin sebenarnya judi kecil-kecilan. Baru sadar sekarang. He he he... Pemain berusaha melempar koin sedekat mungkin dengan koin lawan, dan bila jaraknya masuk dalam sekilan (selebar bukanan jari tangan), maka koin lawan menjadi miliknya. Permainan ini dapat dimainkan berdua atau banyak orang.

Kapal-kapalan dari Kaleng
Kapal-kapalan dari kaleng ini sungguh-sungguh dapat berjalan di atas air dengan bantuan uap dan panas dari dian kecil yang dipasang di dalamnya. Sekali-sekali masih terlihat ada yang menjualnya, tapi anak-anakku sama sekali tidak tertarik. He he..

Atari
Atari mungkin merupakan cikal bakal video game masa kini. Beberapa game yang sangat menarik waktu itu adalah pingpong, tenis dan space invader. Semua tampil dengan grafik yang sangat sederhana dan hitam-putih, kemudian tampil dengan warna sederhana. Tidak ada Atari mungkin tidak ada Nintendo, dan kawan-kawan. Nintendo, menurutku, merupakan perintis game modern yang ada saat ini.

Karombol
Aku ingat sewaktu SMP sering main karombol di rumah teman, sepulang sekolah. Karombol mempunyai empat buah lubang di masing-masin sudutnya, dan biasanya dimainkan empat orang pemain. Pemain berusaha memasukkan banyak biji karombol dalam lubang dengan cara dijentik (diketek) langsung atau dipantulkan, tapi jangan sampai biji karombol warna merah (raja) keluar dari lingkaran tengah.

Renang di Sungai
Aku bisa berenang karena belajar renang di Sungai Karang Mumus, anak Sungai Mahakam. Kata orang kalau tidak bisa berenang, bukan orang Kalimantan. Renang di sungai menurutku paling asyik, karena banyak permainan yang bisa dimainkan, seperti: Sembunyi-sembunyian (petak umpet), jarum-jaruman (berebut potongan batang eceng gondok yang pelan-pelan timbul, yang sebelumnya ditenggelamkan di dasar sungai), terjun dari jembatan, belarut (mengikuti arus sungai), begayut di kapal/perahu yang sedang jalan; mancing, naik perahu, dan lain sebagainya.

Permainan Lain
Masih banyak permainan lain yang menarik semasa aku kecil, seperti: Asin naga, petak umpet, sepatu roda, ketekan karet, ketapel, sumpit, karet gelang yang dibikin menjadi pola-pola tertentu di jari tangan, dua bola dari plastik keras yang diantukkan ke atas dan ke bawah, dan masih banyak lagi.

(Terima kasih atas masukan dari teman-teman masa kecilku, Ruddy Soehartono dan Ryanto Salim).

2 komentar:

agen bola mengatakan...

iya sob permainan jaman dulu lebih mengarah ke sosialisa di banding permain modern..

thanks sob. have a nice day.

Ali Taufik mengatakan...

Saya merambah ke blog ini tanpa sengaja,,cuma ada kesamaan sy juga mau mencari sumber yg lebih luas ttg gn Seteleng.Yg menurut orang tua saya adalah bekas pertahanan Jepang utk menaruh meriam penangkis Udara....td ada nama buah yg lupa untuk peluru tembakan bambu,,kalau gk salah namanya sesahangan [ sahang/lada] ,, salam kenal sy juga orang Samarinda dan masih sampai sekarang

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.