Ada yang tahu apa itu perama atau ferama? Mungkin juga prama atau frama. Aku sudah coba bertanya pada Om Google, tapi tidak mendapat jawaban seperti arti yang dimaksud. Juga tidak ada dalam Kamu Bahasa Banjar yang pernah aku unduh dari internet beberapa tahun lalu. Mungkin saja kata ini hanya ciptaan yang sifatnya lokal, dan dipakai di Samarinda saja "jaman itu", karena aku yakin kata ini sudah tidak pernah terdengar lagi diucapkan oleh orang-orang Samarinda dua atau tiga dasawarsa belakangan ini.
Entah mana kata yang benar, tapi perama yang dimaksud adalah selebaran atau flyer atau poster. Khususnya, selebaran atau poster film bioskop. Bentuknya bisa selebaran satu warna dari hasil sablonan atau benar-benar poster warna yang terbuat dari bahan dan cetakan yang sangat bagus. Nah, perama yang bagus, yang full colour ini kemudian menjadi barang koleksi!
Jaman itu, untuk mengiklankan film yang sedang main di bioskop, pengusaha bioskop menggunakan gambar besar yang diarak dengan menggunakan mobil yang dilengkapi dengan speaker besar. Duduk disamping sopir ada seseorang yang tugasnya cuap-cuap di mikrofon, dan seorang lagi yang duduk dekat jendela yang tugasnya melempar-lemparkan (menghamburkan, menyebarkan) perama. Tentu saja ini menjadi rebutan kami yang saat itu masih anak-anak. Jadi waktu kami kecil dulu, yang dikejar-kejar bukan hanya layangan putus, tapi juga perama!
Aku sendiri bukan seorang anak yang punya kemampuan hebat untuk mengejar layangan putus, tapi untuk mendapatkan perama bukan hal yang sulit. Memang untuk perama-perama yang bagus, penyebarannya tidak sebanyak perama sablonan. Jadi ini yang membuatnya jadi ekslusif. Sedikit bangga juga kalau punya perama yang bagus yang tidak dimiliki teman-teman lain. Dalam hal ini, ada satu temanku dulu (tetangga) adalah jagonya mengejar perama, hingga dia punya koleksi perama-perama yang langka dari film-film yang pernah main di bioskop.
Perama-perama yang bagus biasanya dari film-film silat dan Kung Fu Hongkong yang laris manis pada masa itu, dengan pemain-pemain legendaris seperti: David Chiang Da-wei, Ti Lung, Lo Lieh, Chen Kuan Tai, Wang Yu, Fu Sheng, Bruce Lee, Chen Pei Pei, Li Ching, dan lain-lain.
Sekarang tidak ada lagi yang namanya perama. Cara beriklan sudah berubah total. Sekarang ini, untuk mengetahui film-film bioskop yang sedang main kita cukup buka koran atau lihat di internet. Tidak ada kejar-kejaran lagi seperti dulu. Jaman sudah berubah. Duh, puluhan tahun telah berlalu bagai sekejap... :(

Tidak ada komentar:
Posting Komentar