Hari ini adikku, Frans, berulang tahun. Tidak seperti ulang tahun yang lalu-lalu, kali ini hadiahnya sangat istimewa, yakni.... BANJIR BESAR. Frans dan keluarga kembali harus mengungsi dan menginap di kantor sejak 17 April malam, karena banjir kembali merendam rumahnya yang ada di Perum Rapak Benuang. Banjir memang sudah menjadi sesuatu yang rutin dan bukan hal yang aneh lagi bagi masyarakat Samarinda. Hujan kecil saja sudah membuat beberapa ruas jalan di Samarinda tergenang air, seperti yang kusaksikan tiga minggu lalu ketika aku berada di Samarinda selama dua minggu.
Selama di Samarinda aku tiap hari membaca koran, namun tidak melihat berita-berita mengenai apa yang sedang dan telah dilakukan Pemda atau Pemkot untuk mengatasi banjir. Kolom di koran tiap hari dipenuhi dengan berita-berita dan iklan-iklan tentang Pemilu, caleg, dan seputar masalah itu. Apa ini menandakan Pemkot tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk mengatasi masalah banjir ini dan berharap musim hujan segera berlalu, hingga kritik-kritik dan jeritan masyarakat juga berlalu dengan sendirinya?
Suatu pemandangan yang mengherankan terjadi di Jalan Mayjend Sutoyo dan beberapa tempat di daerah Pemuda dan Sempaja, jalan-jalan atau daerah-daerah sekitar itu selalu tergenang air walau tidak ada hujan, dan anehnya sementara itu ketinggian air di Sungai Karang Mumus turun (surut). Apa masalahnya? Tentu masalahnya air yang menggenang tidak menemukan jalan keluar ke sungai! Mungkin, memang berat bagi Pemerintah Daerah atau Kota bekerja sendiri, maka dari itu Pemda dan Pemkot harus bekerja sama dengan masyarakat, dengan bekerja bakti masal memperbaiki saluran air dan membersihkan sampah-sampah yang memenuhi sungai, kali dan got, seperti yang banyak terlihat. Banjir tidak akan menunggu proyek-proyek besar untuk penanganan banjir yang membutuhkan waktu yang lama. Sementara ada yang bisa segera dilakukan untuk mengurangi besarnya bencana banjir ini.
Beberapa foto di bawah ini kuambil dengan kamera handphone pada tanggal 28 dan 29 Maret lalu ketika aku berada di Samarinda, menunjukkan sampah-sampah yang menumpuk di kali dan jalanan yang tergenang air walau hujan turun hanya sebentar. Semoga segera ada penanganan, jangan berharap musim hujan akan segera berlalu. Lakukan sesuatu.
Seorang teman di Samarinda baru saja mengirim pesan SMS kepadaku, mengatakan bahwa banjir kali lebih besar dari banjir tahun 1998. Seandainya itu betul, maka akan ada banjir yang lebih besar lagi dari tahun ini... andai tidak ditangani dengan serius.





4 komentar:
Ulang tahun yach adiknya ? waaa... makan2 mas... hehehe
@Paluhlimbuy: Makasih atas komen-nya, wal... Masih banjir kah Samarinda?
aku mau pulang...kok banjir yaaa???
@T27A:
Kabar terakhir sih sudah surut.. Foto2 banjir ada di FB.
Posting Komentar