Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, langsung mandi, dan tanpa sarapan di hotel aku langsung ke halte Trans Jogja yang tidak jauh dari hotel tempatku menginap. Dengan adanya Trans Jogja, wisatawan dapat mencapai Candi Prambanan dengan sangat mudah dan murah, cukup dengan Rp 3.000 sekali jalan! Untuk ke Candi Prambanan kita dapat naik Trans Jogja jalur 1A, yakni Terminal Prambanan - Stasiun Tugu - Malioboro - Kantor Pos Besar - Gembira Loka - Janti - Bandara Adi Sucipto - Terminal Prambanan. Untuk jalur-jalur lain kita bisa mencarinya dengan menggunakan aplikasi Android gratis Trans Jogja yang tersedia di Play Store.Hari ini, 10 Oktober 2013, aku ke Candi Prambanan untuk kedua kali. Yang pertama pada tahun 1998. Jujur, aku lebih menyukai dan mengagumi Candi Prambanan daripada Candi Borobudur. Situs Candi Prambanan hadir bagai sebuah kota. Ketika kita berjalan di area Candi Prambanan, kita seperti berjalan diantara gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Luar biasa!
Kali ini aku dapat melihat hebatnya kerusakan Candi Prambanan akibat gempa bumi tujuh tahun lalu, yakni pada Sabtu, 27 Mei 2006 pukul 05.55 pagi dengan kekuatan 5.9 skala richter. Tak dapat kubayangan butuh berapa puluh tahun untuk membenahi kerusakan di situs ini. Dan, sebagai peringatan akan dahsyatnya gempa di Jogja yang meluluhlantakkan candi-candi di kompleks Candi Prambanan tersebut, dibuatlah sebuah monumen dari ratna kemuncak (mahkota) dari Candi Apit Utara yang jatuh akibat gempa.
Dari kejauhan Candi Prambanan juga terlihat indah sekali. Beberapa foto yang kumuat disini akan bercerita tentang keindahan dan kejayaan masa lalu Candi Prambanan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar