28 Oktober 2013

Mewujudkan Mimpi ke Taman Sari Yogyakarta


Aku berada di Yogyakarta dari 8 Oktober 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013. Dengan menaiki pesawat Citilink sore dari Jakarta aku tiba di Yogyakarta sekitar pukul 17.20. Ini pengalamanku yang pertama mengunjungi Yogyakarta dengan pesawat. Jadi ini adalah pengalamanku yang pertama juga menginjak Bandara Adi Sucipto. Tujuanku yang utama adalah bertemu dengan Bapak Djunaedi Koswara, pemilik produk Bekatul Previt Fresh di Solo, yang kuageni. Tetapi aku sudah bertekad bahwa kunjunganku ke Jogja kali ini untuk mewujudkan mimpiku ke Taman Sari Yogyakarta.

Pada hari ketiga, yaitu 10 Oktober aku ke Taman Sari, setelah lebih dulu mengunjungi Candi Prambanan pagi-pagi sekali. Bagai memasuki mimpi ketika aku melangkah ke dalam lorong atau trowongan yang ada di bawah Keraton Yogyakarta, tepatnya di bawah Taman Sari Keraton Yogyakarta. Bagaimana tidak, sesungguhnya aku sudah mengunjungi tempat ini sebelum aku tahu tempat ini benar-benar ada! Perasaan merinding pun menyergapku ketika aku berada di dalam lorong, takjub! Seperti Déjà vu!

Aku baru tahu lorong di bawah Taman Sari ini benar-benar ada dari sebuah majalah fotografi, yaitu majalah Travel Fotografi volume 02, yang kubeli Mei 2012. Foto-foto yang terpampang di halaman-halaman majalah tersebut menunjukkan padaku bahwa tempat itu sungguh ada dan nyata. Lihat tulisanku 18 Juli 2012 dengan judul "Ternyata Tempat Itu Taman Sari Yogyakarta".

Aku masih bingung. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa mimpi ke tempat ini sebelum aku sendiri pernah kesini, bahkan sebelum aku tahu tempat ini benar-benar ada. Satu-satunya penjelasan yang bisa kuterima adalah ini merupakan pengalaman roh pada masa lalu sebelum aku dilahirkan. Kisah tentang mimpiku ini bisa kamu baca di "Mimpi, Bintang dan Bencana" 13 Oktober 2008. Hei, lihat tanggal tulisan ini, hampir tepat lima tahun! Bulannya sama dengan bulan kunjunganku ke Taman Sari! Bahkan hanya beda tiga hari! Aku tidak merencanakan hal ini! Aku baru sadar ketika menulis artikel ini. Oh, Tuhan!

Aku dapat membayangkan tempat ini pasti begitu indah dulunya. Tempat ini sebagai tempat peristirahatan, pemandian dan sekaligus perlindungan bagi raja beserta keluarganya dari serangan Belanda.





2 komentar:

Unknown mengatakan...

om anton salam kenal,,, ini mia adik nya anton riyadi anak ke 2 dr ali syahbana,,,
kata bapak om anton sekarang dmn,,, bapak titip salam buat om,,,

ANTON C. ARSEN mengatakan...

Halo, Mia.. Salam kenal juga. Om sekarang di BSD City, Tangerang Selatan. Bapak sekarang dimana? Apa masih tetap di Tanjung? Mohon kabar. Nomor hape om: 08179757737. Tks.

Disclaimer:

Kisahku Hidupku adalah kisah nyata kehidupanku. Anda dapat mengutip keseluruhan atau sebagian cerita dalam Kisahku Hidupku dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Foto-foto dalam blog ini keseluruhan merupakan hasil karyaku, kecuali jika dinyatakan lain. Anda dapat menggunakannya dengan menyebutkan sumbernya dari sini dan/atau membuat tautan (link) ke blog ini.

Karya-karya dalam Sebuah Pemenungan dan Humor Pilihan dianggap sebagai bahan yang dikonsumsi umum, diperoleh dari berbagai sumber seperti e-mail, milis, media cetak dan internet, sebagian besar sumbernya telah disebut. Beberapa diantaranya tidak, karena tidak diketahui sumber aslinya. Apabila Anda sebagai pemilik atau pengarang aslinya dan disertai bukti maka dengan senang hati aku akan membuat tautan (link), mencantumkan nama Anda atau menghapusnya.