Autograph Collector apa itu? Jujur saja aku baru mengenal istilah ini beberapa bulan lalu dari seorang teman yang baru kukenal di Facebook, namanya Debby Lukito Goeyardi. Dari alamat website yang ada di profilnya aku mengetahui bahwa Debby telah menulis sebuah buku yang sangat menarik berjudul Autograph Collector. Setelah mencari tahu dari sana-sini akhirnya aku tahu kalau Autograph Collector itu adalah kolektor foto dengan tanda tangan atau tulisan dari orang-orang terkenal. Sebuah hobi yang langka!Aku teringat kembali ke masa lalu sewaktu duduk di bangku SMP ketika suatu hari aku menerima sebuah foto berbentuk kartu pos dari seorang artis penyanyi remaja yang sangat terkenal waktu itu, Dina Mariana. Di belakang foto Dina menuliskan beberapa kalimat perkenalan dan tentu disertai dengan tanda tangannya. Wah, ternyata dulu aku sudah menjadi seorang autograph collector juga ya? Ha ha ha! Kira-kira sebulan sebelumnya aku dan beberapa teman sekelas menulis surat ke Dina Mariana untuk meminta fotonya, alamat Dina kami peroleh dari sebuah majalah remaja, dan waktu itu kami semua memperoleh autograph dari Dina Mariana.
Tetapi apa yang dilakukan Debby ini sangat unik. Dia tidak mengoleksi autograph dari para artis penyanyi, bintang film atau selebriti lain di dunia hiburan, tetapi justru sasarannya adalah para negarawan dan petinggi negara di seluruh dunia, antara lain: Soeharto, Gloria Macapagal-Arroyo, Tony Blair, Paus Yohanes Paulus II, Dalai Lama, Bill Clinton, Hillary Clinton, Angela Merkel, Jacques Chirac, Ratu Elizabeth II, Chen Shui-bian, dan lain-lain. Total ada 150 lebih autograph tokoh dunia dan pejabat penting yang menjadi koleksi Debby hingga saat ini. Mengagumkan!
Tentu menarik untuk mengetahui bagaimana Debby kecil yang waktu itu berusia sembilan tahun dan masih duduk di bangku SD sampai bisa menekuni hobi mengumpulkan autograph seperti ini. Berawal ketika ayahnya yang seorang akuntan menunjukkan sebuah berita di koran lokal di Solo mengenai dua orang anak yang mendapatkan sepeda mini dari Presiden Soeharto setelah mereka menulis surat kepada Beliau. Apakah Debby juga mendapatkan sepeda seperti kedua anak tersebut? Sikap dan semangat yang pantang menyerah adalah nilai positif yang patut kita dan anak-anak kita pelajari dari seorang Debby.
Dalam buku ini Debby juga mengungkapkan banyak hal, seperti: trip dan trik kapan waktu yang tepat mengirim surat dan bagaimana menulis surat yang baik, menarik dan sopan; cara merawat koleksi autograph; pengalaman pribadi Debby terutama menghadapi penolakan-penolakan; dan yang paling penting adalah koleksi alamat-alamat para negarawan dunia, tanggal lahir, dan tanggal mulai menjabat. Juga tak kalah penting, sambil menekuni hobi ini kita juga belajar berkorespondensi dalam bahasa Inggris yang baik dan benar.
Aku memiliki lima buah buku Autograph Collector, yang sudah ditandatangani Debby, yang ingin aku share dengan teman-teman yang berminat. Sudah pasti buku ini akan menjadi koleksi yang berharga, karena menjadi buku referensi pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini. Harga Rp 30.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Tentu saja, siapa cepat dia dapat.

1 komentar:
Halo Pak Anton,...
Gimana khabar rumah barunya nii..? Masih uyuh kah...?
Hobby unik yang jarang ada laah...Mungkin perlu waktu memberikan kesempatan yang besar agar bisa juga memiliki hoby unik model begit...klo hanya sekedarnya saja....cepat munyak!
Pak anton, di blog ini ulun umpat kompetisi blog nah...dukungan pian di harapkan dengan memberikan koment yg sesuai dengan postingan...Trima kasih sebelumnya...Sukses laaaah....
Posting Komentar