Jajanan Khas SamarindaKamu pernah makan jaring? Bagi warga Samarinda jaring sudah menjadi makanan yang tak asing lagi. Jaring adalah jengkol rebus yang diberi bumbu dari santan kelapa yang kental, lebih nikmat bila ditambahi garam dan merica. Salah satu tempat yang menjual jaring yang sangat enak yaitu di jl. P. Antasari no. 34, Samarinda. Mereka sudah menjual jaring lebih dari 20 tahun yang lalu, yaitu sejak orang tua mereka. Sekarang, kadang kamu harus memesannya terlebih dahulu untuk dapat menikmatinya atau membawanya pulang. Jaring di sini dijual jam 3 sore, dan biasanya hanya berselang satu jam saja sudah habis terjual. Selain jaring, di tempat ini dijual pula jajanan khas Samarinda lainnya seperti: sanggar banyu, pepare, bongko, nasi kebuli, ongol-ongol, dan sebagainya. Semua serba enak dan membawa kenangan masa lalu.
L a m a n g
Lamang adalah jajanan khas Samarinda yang terbuat dari ketan yang dibungkus dengan daun pisang, diberi santan dan dimasak dalam batang bambu yang panjang. Setelah matang, lamang yang bentuknya bulat-panjang kemudian dipotong-potong menjadi kira-kira 10 cm. Lamang dapat dimakan begitu saja atau dengan teman telur asin. Tempat menjual lamang sudah sangat dikenal masyarakat Samarinda , yaitu di jl. P. Sebatik dekat perempatan lampu merah, dan itu sudah ada lebih dari 30 tahun lamanya! Contohnya Ipah, yang baru lima tahun terakhir ini ikut keluarganya berjualan di sana. Menurutnya, keberadaan mereka di sana mendapat perlindungan dari Pemerintah Daerah, dan pernah mendapatkan penghargaan dari Walikota Samarinda, serta pernah menjadi utusan daerah untuk ikut pameran di Jakarta. Lamang dijual tiap hari jam 15.00 - 22.00. Hanya dengan Rp 2.500,- kamu sudah dapat menikmati lamang yang sangat enak.
Pisang Gapit
Bila waktu anak-anak kamu pernah makan pisang gapit yang enak, maka suatu kali setelah dewasa kamu pasti rindu untuk bisa makan pisang gapit lagi. Kamu tahu tempat yang menjual pisang gapit yang sangat enak? Kamu pergi saja ke ujung utara jl. Gatot Subroto (seberang Planet Swalayan). Pak Munar sudah menjual pisang gapit lebih dari 15 tahun lamanya, diawali dengan menjual pisang gapit secara berkeliling. Namun sejak banjir besar menimpa Samarinda tahun 1998 lalu, dia mulai mencari tempat yang tetap untuk berjualan pisang gapitnya, yaitu tempatnya ini sekarang. Sehari rata-rata dia bisa menghabiskan 80 sisir pisang untuk dijadikan pisang gapit.
Amparan Tatak
Amparan Tatak adalah sejenis kue tradisional Banjar yang terbuat dari bahan tepung beras, santan dan pisang. Jadi sering disebut Amparan Tatak Pisang. Bu Rahmi adalah seorang pembuat Amparan Tatak yang sangat terkenal di Samarinda, beralamat di jl. RE Martadinata RT.10 no.72, Samarinda. Bahkan sudah pernah muncul di acara kuliner sebuah stasiun TV swasta. Ingin tahu rasanya? Jangan lupa mampir ke tempat Bu Rahmi bila kamu ke Samarinda.
Roti Bakar dan Roti Telur
Kamu penggemar roti bakar atau roti telur? Kamu boleh coba roti bakar dan roti telur yang dijual oleh Ressa Sanjaya, pemilik warung kopi Timur Subur, jl. Yos Sudarso RT.01 no.11, Samarinda. Bahan dasarnya, roti tawar, buatan keluarga Ressa sudah sangat terkenal enaknya di Samarinda, yang dia warisi dari orang tuanya yang telah memulai usaha roti tawar ini sejak tahun 1950-an. Kue untuk-untuk yang dijualnya juga sangat enak. Kamu juga dapat memesan telur setengah matang, kopi dan teh susu yang nikmat. Pada pagi hari tempat itu menjadi tempat sarapan pagi yang sangat ramai.
Jagung Bakar
Hampir di semua daerah di Nusantara ada orang yang menjual jagung bakar. Lantas apa bedanya jagung bakar yang ada di Samarinda dengan daerah lain? Yang beda adalah bumbunya! Umumnya jagung bakar di Jawa dan Bali menggunakan bumbu dasar mentega, diolah dalam berbagai macam rasa: manis, asin, pedas, dan bahkan ada rasa coklat! Di Samarinda hanya satu macam, yaitu merupakan campuran dari air, jeruk nipis, gula, merica dan cabe. Hm.. membayangkan saja sudah membuat air liur menetes. Pokoknya gabungan dari rasa kecut dan pedas. Silakan coba di tempat satu ini, yakni di seberang Gang Karya, jl. Hidayatullah, Samarinda.
Keripik Singkong
Pak Yahya yang sudah uzur namun kelihatan masih sangat sehat sudah 20 tahun menjual keripik singkong yang enak di depan sebuah toko di jl. Agus Salim no. 23, Samarinda. Dengan rombongnya, lampu petromak dan timbangan, Pak Yahya menjual keripik singkong dengan tiga macam rasa, yaitu: asin, manis dan pedas. Bagi kamu yang suka ngemil, kamu harus coba yang satu ini.
L a m a n gLamang adalah jajanan khas Samarinda yang terbuat dari ketan yang dibungkus dengan daun pisang, diberi santan dan dimasak dalam batang bambu yang panjang. Setelah matang, lamang yang bentuknya bulat-panjang kemudian dipotong-potong menjadi kira-kira 10 cm. Lamang dapat dimakan begitu saja atau dengan teman telur asin. Tempat menjual lamang sudah sangat dikenal masyarakat Samarinda , yaitu di jl. P. Sebatik dekat perempatan lampu merah, dan itu sudah ada lebih dari 30 tahun lamanya! Contohnya Ipah, yang baru lima tahun terakhir ini ikut keluarganya berjualan di sana. Menurutnya, keberadaan mereka di sana mendapat perlindungan dari Pemerintah Daerah, dan pernah mendapatkan penghargaan dari Walikota Samarinda, serta pernah menjadi utusan daerah untuk ikut pameran di Jakarta. Lamang dijual tiap hari jam 15.00 - 22.00. Hanya dengan Rp 2.500,- kamu sudah dapat menikmati lamang yang sangat enak.
Pisang GapitBila waktu anak-anak kamu pernah makan pisang gapit yang enak, maka suatu kali setelah dewasa kamu pasti rindu untuk bisa makan pisang gapit lagi. Kamu tahu tempat yang menjual pisang gapit yang sangat enak? Kamu pergi saja ke ujung utara jl. Gatot Subroto (seberang Planet Swalayan). Pak Munar sudah menjual pisang gapit lebih dari 15 tahun lamanya, diawali dengan menjual pisang gapit secara berkeliling. Namun sejak banjir besar menimpa Samarinda tahun 1998 lalu, dia mulai mencari tempat yang tetap untuk berjualan pisang gapitnya, yaitu tempatnya ini sekarang. Sehari rata-rata dia bisa menghabiskan 80 sisir pisang untuk dijadikan pisang gapit.
Amparan Tatak
Amparan Tatak adalah sejenis kue tradisional Banjar yang terbuat dari bahan tepung beras, santan dan pisang. Jadi sering disebut Amparan Tatak Pisang. Bu Rahmi adalah seorang pembuat Amparan Tatak yang sangat terkenal di Samarinda, beralamat di jl. RE Martadinata RT.10 no.72, Samarinda. Bahkan sudah pernah muncul di acara kuliner sebuah stasiun TV swasta. Ingin tahu rasanya? Jangan lupa mampir ke tempat Bu Rahmi bila kamu ke Samarinda.
Roti Bakar dan Roti TelurKamu penggemar roti bakar atau roti telur? Kamu boleh coba roti bakar dan roti telur yang dijual oleh Ressa Sanjaya, pemilik warung kopi Timur Subur, jl. Yos Sudarso RT.01 no.11, Samarinda. Bahan dasarnya, roti tawar, buatan keluarga Ressa sudah sangat terkenal enaknya di Samarinda, yang dia warisi dari orang tuanya yang telah memulai usaha roti tawar ini sejak tahun 1950-an. Kue untuk-untuk yang dijualnya juga sangat enak. Kamu juga dapat memesan telur setengah matang, kopi dan teh susu yang nikmat. Pada pagi hari tempat itu menjadi tempat sarapan pagi yang sangat ramai.
Jagung Bakar
Hampir di semua daerah di Nusantara ada orang yang menjual jagung bakar. Lantas apa bedanya jagung bakar yang ada di Samarinda dengan daerah lain? Yang beda adalah bumbunya! Umumnya jagung bakar di Jawa dan Bali menggunakan bumbu dasar mentega, diolah dalam berbagai macam rasa: manis, asin, pedas, dan bahkan ada rasa coklat! Di Samarinda hanya satu macam, yaitu merupakan campuran dari air, jeruk nipis, gula, merica dan cabe. Hm.. membayangkan saja sudah membuat air liur menetes. Pokoknya gabungan dari rasa kecut dan pedas. Silakan coba di tempat satu ini, yakni di seberang Gang Karya, jl. Hidayatullah, Samarinda.
Keripik SingkongPak Yahya yang sudah uzur namun kelihatan masih sangat sehat sudah 20 tahun menjual keripik singkong yang enak di depan sebuah toko di jl. Agus Salim no. 23, Samarinda. Dengan rombongnya, lampu petromak dan timbangan, Pak Yahya menjual keripik singkong dengan tiga macam rasa, yaitu: asin, manis dan pedas. Bagi kamu yang suka ngemil, kamu harus coba yang satu ini.

14 komentar:
Waduh...bikin ngiler and jadi pengen bulik nah!!!
Kada tahaaaannn....ui!
semua jajanan diatas bikin ngiler dan pengan cepat2 pulang kesamarinda. krn jujur aja walau orang smd asli ada tempat makan yang blm aku datangi. salut ..
Halo. Terima kasih sudah mengunjungi blogku ini dan memberikan komentarmu. Kalau nanti ada kesempatan pulang ke Samarinda, aku akan hunting makanan, jajanan dan oleh-oleh Samarinda lagi.
ANTON
good article, pak ... harusnya dikirim ke media cetak lho.
Uma ay, nyamannya tu pang makanan Samarinda lah.... Rindu banar ulun babulik ke kota tepian. doakan lah ulun kawa babulik hari raya kena lah setahun labih ulun kada bulik. Makasih artikelnya lah.. Salam lawan bubuhan seberataan..
imam santoso-Madiun
@Imam: Hi ih, pasti ulun doakan supaya pian kawa bulik ke kota tepian kaena. Makasih lah sudah mampir di blog ulun ini.
jadi karindangan, handak bulik kampung nah... ke kota tepian tercinta... hehe
Ui uiii... Urang Samarinda jua kah ikam? Makasih lah sudah mampir di sini.
huaaaa,,, handak buliiiik... ada juga lok wadai namanya 'untuk-untuk', 'ote-ote', sanggar,, trus kalo makan sanggar tu pake sambal.. di jakarta kada ada aku cariin... coba ada foto nya kak ay,, laper lagi deh nih... hahaha... :D
Siti, makasih lah sdh mampir di blog aku. Foto2 lainnya menyusul. Kesulitannya aku kada tinggal di Samarinda. Tp kaina ada beberapa foto aku muat di blog ini. Sukses selalu.
aku yg tinggal di smd aja msh ngiler apalagi yg nggak tinggal disini,,,,kasihanx ai naguk liur ajalah,,,,,,,
Makanya bila bulik langsung berburu makanan sana.. ha ha ha ha... Makasih lah sdh mampir di blog aku.
enak dong pisang gapitnya... Yummmiee
Posting Komentar